PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH SURABAYA TAHUN 1921-1945

Winarsih, Siti, NIM. 079815653 (2008) PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH SURABAYA TAHUN 1921-1945. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-winarsihsi-7044-fssej0-k.pdf

Download (325kB) | Preview
[img] Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2008-winarsihsi-7136-fssej0-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Studi ini mengkaji tentang perkembangan Muhammadiyah Surabaya pada kurun waktu 1921–1945. Kajian ini dinilai dari latar belakang berdirinya organisasi amal usahanya, kemudian diulas juga upaya yang dilakukan tokoh tokoh Muhammadiyah untuk mencapai tujuan Muhammadiyah yang dihadapkan dengan kedatangan kolonial Belanda dan Jepang. Penulis menggunakan metode yang ada dalam Ilmu Sejarah untuk mengkaji peristiwa yang terjadi pada saat Muhammadiyah Surabaya berdiri hingga tahun 1945. Kajian dilakukan dengan menggunakan sumber primer, Arsip Sejarah yang dilengkapi dengan berbagai buku, majalah, surat kabar pada masanya sehingga dapat dijadikan sebuah kronologi peristiwa sejarah. Latar belakang berdirinya Muhammadiyah Surabaya tahun 1921 Melalui HB (Hoofd Bestuur) Muhammadiyah NO. 4/N0.4/1921 adalah mengembalikan umat kepada Al-Qur'an dan Hadist melalui amal usaha Muhammadiyah seperti pendidikan tahun 1922 didirikan HIS Muhammadiyah di Peneleh Gang VII, sebagai sekolah agama yang menerapkan metode pengajaran modern pada tahun 1928 dengan membangun gedung sekolah baru yang di Pandean Gang IV, untuk menangani masalah sosial Muhammadiyah membangun panti asuhan di Jalan Gersikan dan didirikan juga Penolong Kesengsaraan Umum (PKU) dengan dibukanya klinik PKU Muhammadiyah Pertama Jl. KH Mas Masyur yang saat itu turut membantu korban dari pertempuran 10 November 1945. Selain itu juga turut membantu persalinan masyarakat sekitar. Kepanduan, sendiri berdiri pada tahun 1922 dengan nama Hizbul Wathan (HW) yang merupakan bagian dari kepemudaan yang membentuk kepanduan olah raga dari baris–berbaris, sedangkan kaum wanita dan para istri. Penggerak Muhammadiyah mengembangkan usaha dengan mendirikan organisasi otonom dibawah Muhammadiyah yang dipelopori oleh istri KH. Ahmad Dahlan dengan mendirikan tempat–tempat kursus dan ceramah pelajaran di Sekolah Kepandaian Putri (SKP), Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP). Pada wilayah Cabang Surabaya telah bekerjasama dengan Tabligh Muhammadiyah Cabang Surabaya. Upaya ini tidak berjalan dengan lancar karena harus dihadapkan dengan kondisi sosial budaya saat itu. Demikian kedatangan kolonial Belanda dan balatentra Jepang, melalui para tokoh dan para Kyai dari Muhammadiyah di dukung amal usahanya, sehingga dapat memperbaiki secara berangsur-angsur taraf kehidupan masyarakat Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 05/08 Win p
Uncontrolled Keywords: CIVIL SOCIETY; SOCIAL, CHANGES
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsEmail
Winarsih, Siti, NIM. 079815653UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSukaryanto, Drs., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 29 May 2008 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 18:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27368
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item