LEGENDA DEWI RENGGANIS DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: PERSPEKTIF SEJARAH BARU (NEW HISTORICISM)

Ika Ratminingsih, 120210402 (2007) LEGENDA DEWI RENGGANIS DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN: PERSPEKTIF SEJARAH BARU (NEW HISTORICISM). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ratminings-7218-fsbi17-7.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2008-ratminings-7218-fsbi17-7.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Karya sastra hadir tdak terlepas dari teks-teks sebelumnya, baik berupa karya sastra ataupun teks lain di luar karya sastra (konteks). Selain sebagai sebuah mozaik kutipan, karya sastra juga menjadi artefak budaya dalam perspektif new historicism. Hal tersebut dikarenakan karya sastra merupakan bagian dari perkembangan wacana (discourse) yang saling memengaruhi dalam masyarakat. Karya sastra menjadi teks sedangkan aspek historis saat karya sastra tersebut lahir pun kondisi sosial masyarakat pada kurun tersebut menjadi bagian dari konteks. Intertekstualitas menjadi pijakan awal mengungkapkan makna dan keterkaitan Cantik itu Luka dengan Legenda Dewi Rengganis. Pembacaan heuristik, hermeneutik, dan penyejajaran teks dilakukan untuk mengungkap afirmasi-negasi teks sehingga terungkaplah makna yang terkandung dalam teks. Pada tahapan selanjutnya, perspektif new historicism digunakan untuk mencari pengaruh atau keterkaitan antara teks dan konteks. Konteks yang dimaksudkan adalah konteks historis baik saat CIL lahir maupun berdasarkan kurun waktu yang tersurat dalam CIL. Perspektif new historicism mampu memberi penafsiran lain sebagai kontras atas perspektif yang digunakan dalam penulisan sejarah yang ada selama ini (tradisional). Hal tersebut dikarenakan sejarah yang dituliskan merupakan interpretasi penulis sejarah bukan semata-mata terpaku pada fakta hingga terjebak pada pencarian autentisitas melalui pengategorian fakta dan saksi. Perspektif new historicism mengangkat wacana-wacana yang terpinggirkan seperti persoalan gender, gay, transeksual, masyarakat urban, dan sebagainya. Wacana yang diangkat bukan lagi terbatas pada salah satu orang atau kelompok dominan dalam komunitas sosial tertentu melainkan pada masalah lokal dan marjinal. New Historicism dalam CIL mengangkat wacana pengarusutamaan peran perempuan melalui posisi marjinal, marjinalisasi budaya Indis, pertanyaan tentang konsep kemerdekaan, hingga kritik atas rasionalitas yang selama ini diutamakan dalam modernisme.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 17/07 Rat l
Uncontrolled Keywords: FICTION SOSIAL ASPECTS; HISTORICAL FICTION
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0441 Literary History
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN2000 Dramatic representation. The Theater
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
Ika Ratminingsih, 120210402UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorListiyono Santoso, S.S.,M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 04 Jun 2008 12:00
Last Modified: 12 Sep 2018 08:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27561
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item