TRADISI TANPA SURAT WASIAT" SINOMAN DI SURABAYA 1967-1996

Pungkas Wicaksono, 120210424 (2011) TRADISI TANPA SURAT WASIAT" SINOMAN DI SURABAYA 1967-1996. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
TRADISI abstrak.pdf

Download (88kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2011-wicaksonop-16153-fssej0-t.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengkaji keberlangsungan dan perubahan Sinoman di Surabaya 1967-1996 sebagai tradisi yang terus dilakukan masyarakat di Kampung-kampung Surabaya. Sinoman pada awalnya mempunyai peran besar dalam aktivitas di dalam kampung masyarakat Surabaya dengan kegiatan social yang humanis sebagai basic kebudayaan umum masyarakat Jawa. Wujud dari aktivitas Sinoman ini antara alain membantu musibah warga yang dilanda kesusahan seperti mengurus dan membantu hajatan dan lebih ekstrim lagi mengurus kematian serta aktivitas social lainnya pada masyarakat kampong Surabaya. Metode dan sumber yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah, yaitu melalui tahap penentuan dan pemilihan topik, pengumpulan sumber/data, verifikasi dan kritik sumber sehingga diperoleh fakta sejarah yang benar2 mendekati kenyataan peristiwa yang ditulis. Selanjutnya dilakukan interpretasi dan penasiran, sehingga fakta yang ditulis sebagai historiografi sebagai tahap akhir dari metode sejarah menghasilkan cerita sejarah kebudayaan yang deskriptif dan obyektif. Sumber yang penulis pergunakan berupa sumber dari arsip, koran, dan majalah, serta buku sebagai sumber pendukung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan sinoman dipengaruhi oleh situasi social ekonomi dan politik. Sinoman mengalami kemajuan dan merasa dibutuhkan keberadaannya ketika masyarakat Indonesia (Jawa-Surabaya) mengalami krisis dan ini terjadi pada tahun 1930an sampai tahun 1960an, bahkan terjadi juga pada tahun 1980an karena krisis ekonomi. Pada tahun 1996 Sinoman Surabaya digunakan untuk sosialisasi politik kepentingan oleh Sunarto ketika ia ingin terpilih lagi menjadi Walikota Surabaya. Pendekatan Budaya yang dilakukan Sunarto sama dengan yang dilakukan pemerintah Jepang ketika negara itu menginginkan dukungan warga masyarakat Kota Surabaya untuk mendukung dan mensukseskan program mobilisasi masa di kota Surabaya pada tahun 1942-1945. Peran penting yang dimainkan Sinoman pada masyarakat kampong di antaranya pada kegiatan sunatan massal, perayaan hari keagamaan, kerja bakti kampung, syukuran hari jadi kampung, konser dan aktivitas social kampong lainnya. Sebaliknya Sinoman mengalami kemunduran aktivitasnya di saat situasi masyarakat kota Surabaya stabil secara social ekonomi. Hal ini terjadi pada tahun 1980-1996 disebabkan munculnya industrialisasi dan urbanisasi yang mengakibatkan munculnya budaya instan dan individual dengan menyerahkan semua urusan pada penyedia jasa yang sebelumnya peran itu dilaksanakan oleh para sinoman kampong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS Sej 06/11 Wic t
Uncontrolled Keywords: traditional culture
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah
Creators:
CreatorsEmail
Pungkas Wicaksono, 120210424UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSamidi B., SS MAUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 27 Jul 2011 12:00
Last Modified: 11 Aug 2016 06:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27668
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item