BENTUK LEKSIKAL DALAM WACANA POJOK MANG USIL HARIAN KOMPAS

RAISA AYU MALAHAYATI, 120610065 (2010) BENTUK LEKSIKAL DALAM WACANA POJOK MANG USIL HARIAN KOMPAS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-malahayati-19364-fsbi01-k.pdf

Download (88kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-malahayati-16181-fsbi01-b.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian yang berjudul “Bentuk Leksikal dalam Wacana Pojok Mang Usil Harian Kompas” bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penanda leksikal. Pojok Mang Usil merupakan suatu kolom pojok yang menjadi salah satu rubrik opiniharian Kompas. Kolom pojok Mang Usil mampu menarik perhatian karena dalam penyusunannya penulis menyampaikan gagasan, opini, atau kritik terhadap isu-isu yang sedang hangat dan menjadi intisari berita di dalamnya mengangkat isu-isu yang sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat. Wacana Mang Usil terdiri atas tiga sampai empat pasang pernyataan yakni dari pernyataan kalimat berita (KB) dan pernyataan kalimat sentilan (KS). Oleh sebab itu, diperlukan suatu wacana yang mampu menarik perhatian pembaca. Salah satu faktor yang membuat suatu wacana menjadi menarik untuk dibaca adalah adanya kesatuan antar wacana. Kesatuan tersebut diwujudkan dalam penggunaan penanda leksikal, yaitu sinonimi, antonimi, hiponimi, kolokasi, repetisi, ekuivalensi, akronim, singkatan (abreviasi), dan abreviakronim. Penanda-penanda tersebut penelitian ini membentuk rumusan masalah yaitu bagaimana bentuk penanda leksikal dalam wacana pojok Mang Usil harian Kompas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanda leksikal dalam wacana pojok Mang Usil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanda leksikal terdapat dalam wacana pojok Mang Usil. Dari penanda-penanda tersebut, repetisi dan singkatan (abreviasi) adalah penanda yang paling banyak ditemukan. Bentuk repetisi merupakan penanda leksikal yang paling mudah digunakan untuk memberi tekanan dan mempertegas suatu kata maupun frasa. Sedangkan singkatan (abreviasi) penanda leksikal yang sering digunakan sebagai bentuk ringkasan intisari berita untuk mempersingkat kalimat. Dengan penggunaan bentuk penanda leksikal tersebut, maka dapat terbentuk suatu wacana yang memiliki kesatuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 01/11 Mal b
Uncontrolled Keywords: LEXICAL
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
RAISA AYU MALAHAYATI, 120610065UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTubiyono,, Drs. M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 01 Aug 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 02:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27688
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item