MAKNA PERLAWANAN ATAS ADAT OLEH PARA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI

Ria Widiastuti, 120610079 (2011) MAKNA PERLAWANAN ATAS ADAT OLEH PARA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-widiastuti-21687-fsbi48-k.pdf

Download (89kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-widiastuti-18543-fsbi48-m.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk dan makna perlawanan adat melalui para tokoh perempuan dalam novel Tempurung sesuai dengan masalah yang ditemukan pada novel yaitu mengenai konstruksi perempuan dalam sistem adat yaitu Bali yang secara spesifik mengenai sistem kasta dan upacara adat menyebabkan permasalahan perempuan berada pada kelas dunia kedua dan konsep pernikahan yang menyebabkan pengkhianatan yang dilakukan oleh suami kepada istri dan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap para tokoh perempuan. Posisi perempuan yang termarginalkan menyebabkan terjadinya ketidakdilan gender antara posisi laki-laki dan perempuan dalam konstruksi sosial, sehingga mampu menimbulkan peluang bagi laki-laki untuk menguasai perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, analisis data dan penyajian data. Metode kualitatif deskriptif ini dapat memberikan gambaran yang secermat mungkin mengenai tokohtokoh perempuan dalam konstruksi dan keadaan sosial, tokoh-tokoh yang merupakan tokoh profeminis, kontra feminis dan prasangka gender para keadaan sosial, bentukbentuk dan makna perlawanan para perempuan yang terdapat pada novel Tempurung. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk perlawanan adat yang dilakukan oleh para tokoh perempuan meliputi dua hal. Pertama, perlawanan sistem kasta yaitu menikah dengan lelaki luar kasta tanpa restu dari orang tua, pergi dari tempat tinggalnya untuk mengenyam pendidikan. Kedua, perlawanan terhadap upacara adat dengan mengacuhkan dan meninggalkan upacara adat serta menikah tanpa menggunakan upacara adat. Novel Tempurung merupakan novel feminis karena novel ini mengkritik posisi perempuan pada sistem adat yang ditempatkan pada dunia kelas dua. Usaha-usaha perlawanan para tokoh perempuan tertuang pada makna perlawanan yang dilakukan antara lain adanya gagasan kesetaraan gender dan wacana penghapusan sistem Adat meliputi sistem kasta dan upacara adat yang merupakan muara dari adanya bias ketidakadilan gender.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 48 11 Wid m
Uncontrolled Keywords: NOvel
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
Ria Widiastuti, 120610079UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI.B. Putera />Manuaba, Dr., Drs. M. Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 25 Jan 2012 12:00
Last Modified: 26 Sep 2016 10:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27771
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item