PSIKOANALISIS TOKOH GUSTI BIYANG DALAM NOVEL BILA MALAM BERTAMBAH MALAM

Fika Bangkit Laksana, 120310463 (2011) PSIKOANALISIS TOKOH GUSTI BIYANG DALAM NOVEL BILA MALAM BERTAMBAH MALAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-laksanafik-21720-fsbi62-k.pdf

Download (93kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-laksanafik-18577-fsbi62-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis menganalisis aspek psikologi yang terdapat pada tokoh Gusti Biyang dalam novel Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Tokoh Gusti Biyang sebagai tokoh yang memiliki karakter antagonis. Penulis melakukan analisis terhadap struktur pada novel terutama tokoh dan penokohannya dan analisis terhadap aspek-aspek psikologis tokoh Gusti Biyang. Gusti Biyang adalah tokoh sentral yang memiliki pengalaman masa lalu dan pikiran-pikiran bawah sadar yang mempengaruhi prilaku dan act nya pada novel ini, sehingga penulis mendapatkan bahan yang lengkap untuk melakukan analisis terhadap tokoh Gusti Biyang ini. Teori Psikoanalisis digunakan dalam meneliti aspek-aspek psikologi tokoh Gusti Biyang karena dengan teori psikoanalisis ini karakter tokoh dapat dibedah dan didalami sehingga dapat diketahui aspek-aspek psikologi yang membentuk karakter dari tokoh Gusti Biyang. Psikoanalisis adalah salah satu sub bagian dari cabang ilmu psikologi, masuk ke dalam dunia sastra ketika penemunya yaitu Sigmund Freud mengaplikasikan teorinya ke dalam dunia kesusasteraaan. Psikoanalisis Freud ini menitik beratkan pada alam bawah sadar yang dimiliki oleh pasien yang dijadikan sebagai objek penelitian, Freud juga mengemukakan tentang naluri-naluri manusia yang kemudian dia rumuskan menjadi Id. Ego dan Super Ego. Sedangkan untuk menganalisis struktural novel, penulis menggunakan teori strukturalisme yang dikemukakan oleh Edward H. Jones dan teori strukturalisme yang dikemukakan ahliahli lainnya untuk melengkapi. Dalam meneliti suatu karya sastra, kegiatan menganalisis struktur karya sastra adalah kegiatan awal yang harus dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan analisis yang lebih khusus terhadap karya sastra. Dari penelitian ini, penulis memperoleh hasil yang ingin dicapai dalam menganalisis novel ini, yaitu penulis mendapatkan bahwa karakter antagonis tokoh Gusti Biyang adalah hasil dari kumulatif pikiran-pikiran bawah sadar yang dimilikinya. Naluri untuk mencapai kenikmatan serta mekanisme yang ia bentuk untuk merepresi atau mengurangi kecemasan atas rasa bersalah akibat kesalahankesalahan yang ia perbuat. Pada Novel ini penulis menemukan struktur yang membangun novel Bila Malam Bertambah Malam. Cerita bertemakan cinta antara kaum muda yang terbentur tembok tatanan kasta yang dipertahankan oleh kaum tua pada masa itu, alur, tokoh dan penokohan dan lain sebagainya yang termasuk didalam struktur pembangun pada suatu karya sastra.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 62/11 Lak p
Uncontrolled Keywords: Novel
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
Fika Bangkit Laksana, 120310463UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPuji Karyanto, , S.S., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 25 Jan 2012 12:00
Last Modified: 24 Sep 2016 03:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27785
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item