KEKOHESIFAN LESIKAL DALAM WACANA D AKW A KH ABDULLAH GYMNASTIAR

ALEX MURGITO, 120110259 (2006) KEKOHESIFAN LESIKAL DALAM WACANA D AKW A KH ABDULLAH GYMNASTIAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2006-murgitoale-1557-fsbi_07-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dakwah Aa Gym merupakan suatu dakwah model baru yang mampu menarik perhatian banyak pendengar dan ilmuwan untuk meneliti fenomena tersebut dari berbagai ilmu. Di antaranya adalah bahasa yang bisa menggunakan wacana sebagai dasar analisis. Dari sisi wacana, dakwah Aa Gym dipandang sebagai sebuah wacana yang menarik dan merupakan satu kesatuan yang utuh sehingga dapat ditafsirkan maknanya. Salah satu faktor yang sangat menarik adalah terdapatnya penggunaan penanda kekohesifan leksikal, yaitu sinonimi, antonimi, hiponimi, repetisi, kolokasi, dan ekuivalensi. Keenam jenis penanda kepaduan leksikal tersebut dapat memadukan wacana dakwah Aa Gym. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kekohesifan leksikal dalam wacana dakwah Aa Gym? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk kekohesifan leksikal dalam wacana dakwah Aa Gym. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan gejala penggunaan bahasa pada objek materi, yaitu wacana dakwah Aa Gym. Dakwah yang diteliti adalah kaset "Membangun Jiwa Enterpreneurship (Kewirausahaan)" yang direkam dan diedarkan oleh Manajemen Qolbu production pada Desember 2001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keenam penanda kekohesifan terdapat dalarn wacana dakwah Aa Gym. Dari keenam penanda tersebut, sinonim adalah penanda yang paling banyak digunakan. Menurut hemat penulis dengan berdasar pada teori retorika, penggunaan sinonimi ini pada dasarnya adalah pengulangan pada bentuk yang dipentingkan. Untuk menghindari kejenuhan pendengar atas pengulangan kata yang sama, penutur menggantikan bentuk yang lain namun tanpa mengubah makna atau maksud penutur. Selain itu, sinonimi juga digunakan pada contoh kasus atas suatu konsep yang terkait dengan kata yang bersinonimi. Misalnya, kalah bersaing digantikan dengan remuk, Engkau dengan morfem terikat –Mu. Jiwa pedagang dengan entrerpreneurship atau kewirausahaan, berbuat :alim dengan menjajah, dan sebagainya. Meskipun demikian, penggunaan repetisi juga tetap ada. Hal itu nampak pada pengulangan re:eki, perjalanan dagang, kurang apa, jujur, dan sebagainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 07/06 Mur k
Uncontrolled Keywords: LEXICOGRAPHY IN LITERATURE; DA'WAH (ISLAM)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
ALEX MURGITO, 120110259UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEddy Sugiri, Drs.,M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 02 Aug 2006 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 22:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/27818
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item