PERSAINGAN INDUSTRI OPERATOR TELEPON SELULER PASCA DEREGULASI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA

SATRIO BUDI DARMAWAN, 040418856 (2010) PERSAINGAN INDUSTRI OPERATOR TELEPON SELULER PASCA DEREGULASI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (736kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2011-darmawansa-15298-11310d-t Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Seiring dengan deregulasi industri telekomunikasi yang dimulai setelah disahkannya UU No.36/1999/Tentang Telekomunikasi mengantikan UU No.3 /1989 Tentang Telekomunikasi, maka terjadi perubahan pada peta industri operator telepon seluler di Indonesia. Penyelenggara layanan jasa telekomunikasi yang sebelumnya dimonopoli oleh PT Telkom berubah menuju ke arah persaingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana struktur pasar, perilaku perusahaan, dan kinerja industri operator telepon seluler pasca deregulasi industri telekomunikasi. Analisis dan metode penelitian dilakukan dengan mengacu pada model penelitian dari Woong Shoon Sooi pada tahun 2005 yang berjudul ”An Analysis of The Malaysian Cellular Communications Industry Using The Structure-Conduct-Performance (SCP) Paradigm and Game Theory” dengan melakukan perubahan variabel untuk relevansi dengan keadaan industri operator seluler di Indonesia. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa permintaan pasar pada industri operator seluler cenderung elastis. Kurva penawaran pada perusahaan operator terbagi menjadi dua, yaitu kurva penawaran operator GSM dan CDMA dimana kurva penawaran GSM memiliki fixed cost yang lebih besar dari penawaran CDMA. Struktur pasar industri operator seluler adalah oligopoli ketat. Perilaku (conduct) yang dilakukan oleh perusahaan operator merupakan perilaku oligopoli Bertrand, dimana setiap perusahaan bersaing untuk dapat memaksimalkan profit melalui strategi bersaing harga dan non harga. Selain bersaing, perusahaan dalam industri operator telepon seluler juga melakukan perilaku bekerjasama dalam menetapkan tarif. Kinerja (performance) industri operator telepon seluler di Indonesia dapat dikatakan kurang baik dari sisi profitabilitas dan output, namun sudah cukup baik dari sisi kualitas layanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK2 C.113/10 Dar p
Uncontrolled Keywords: BUSINESS ENTERPRISES - FINANCE
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law > K1010-1014 The merchant. Business enterprises
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
SATRIO BUDI DARMAWAN, 040418856UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWiniefred L.W.S., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: hari
Date Deposited: 06 May 2011 12:00
Last Modified: 08 Aug 2016 01:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/2784
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item