PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK KALUS SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz dan Pav.) TERHADAP PENGHAMBATAN Candida albicans

SUAIBAH, 081014020 (2014) PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK KALUS SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz dan Pav.) TERHADAP PENGHAMBATAN Candida albicans. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-suaibah-35952-7.abstr-k.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
MPB. 01-15 Sua p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi zat pengatur tumbuh NAA (1-naphtaleneacetid acid) dan BA (6-benzyl adenine) yang paling baik untuk induksi kalus sirih merah. Penelitian ini terdiri dari dua tahap percobaan yaitu kultur kalus sirih merah dan uji ekstrak kalus sirih merah terhadap Candida albicans. Pada tahap kultur kalus dilakukan dengan menambahkan zat pengatur tumbuh NAA dan BA ke dalam medium Murashige and Skoog (MS) padat. Selanjutnya, kalus tersebut diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol pada beberapa macam konsentrasi. Hasil ekstraksi digunakan untuk mengetahui aktivitas antifungi dengan uji difusi untuk mengukur diameter zona hambat dan uji dilusi untuk mencari kadar hambat terkecil (MIC) dan kadar bunuh terkecil (MFC). Data kuantitatif berupa berat kalus dan diameter zona hambat dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh NAA dan BA dengan kombinasi konsentrasi berbeda berpengaruh terhadap berat kalus sirih merah dan diameter zona hambat Candida albicans. Data kualitatif berupa morfologi eksplan, nilai MIC dan MFC dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan waktu tercepat pembentukan kalus pada NAA 3 mg/L dan BA 0 mg/L yaitu 14,5 hari. Berat basah tertinggi pada NAA 1 mg/L dan BA 2 mg/L yaitu 1,40 gram, sedangkan berat kering tertinggi pada NAA 3 mg/L dan BA 1 mg/L yaitu 0,09 gram. Warna kalus yang teramati adalah putih, putih bening, putih kekuningan/krem, putih kecoklatan, coklat bening, dan hitam dengan tekstur kompak. Hasil diameter zona hambat terbesar yaitu 26,87 mm pada konsentrasi 1.000 mg/L, sedangkan nilai MIC ditunjukkan pada konsentrasi 50 mg/L dan nilai MFC lebih dari 5.000 mg/L.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 01/15 Sua p
Uncontrolled Keywords: ANTIFUNGAL; CANDIDA ALBICANS; TISSUE CULTURE; PIPER CROCATUM RUIZ AND PAV
Subjects: Q Science > QR Microbiology
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SUAIBAH, 081014020UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJunairiah, Dr. , S.Si.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 27 Feb 2015 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 09:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28074
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item