STUDI PENDAHULUAN GAMETOGENESIS TERIPANG Phyllophorus dobsoni YANG HIDUP DI SELAT MADURA

SITI UMI HANIK, 081114008 (2015) STUDI PENDAHULUAN GAMETOGENESIS TERIPANG Phyllophorus dobsoni YANG HIDUP DI SELAT MADURA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-haniksitiu-35974-7.abstr-k.pdf

Download (273kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
MPB. 11-15 Han s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur sel gametogenik dan memprediksi perubahan struktur sel gametogenik selama proses gametogenesis teripang Phyllophorus dobsoni berdasarkan pengamatan histologi. Lima puluh satu sampel Phyllophorus dobsoni diambil di perairan Selat Madura pada bulan Agustus sampai Oktober 2013. Sampel diukur dan diambil gonadnya untuk difiksasi dan dibuat sediaan histologi dengan metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin dan Eosin. Sediaan histologi gonad yang diamati adalah sel oogenik dan spermatogenik yang strukturnya terlihat jelas untuk mengidentifikasi strukrur sel gametogenik, proses pembentukan sel gametogenik, dan keberadaan sel gametogenik pada tahap perkembangan gonad. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji dengan One Way Anova untuk mengetahui perbedaan diameter sel, diameter inti, diameter kromatin, dan tebal jelly layer jenis oosit di berbagai tahap kematangan gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang Phyllophorus dobsoni betina memiliki beberapa jenis sel oogenik yaitu; oosit previtellogenic, oosit vitellogenic, dan oosit postvitellogenic. Struktur yang membedakan antara oosit previtellogenic, oosit vitellogenic, dan oosit postvitellogenic adalah ukuran sel, ukuran inti sel, letak sel, letak inti sel, diameter kromatin, sifat terhadap pewarna. Hasil analisis One Way Anova menunjukkan bahwa Oosit previtellogenic memiliki diameter sel dan diameter inti yang tidak berbeda signifikan di setiap tahap kematangan gonad. Oosit vitellogenic memiliki diameter oosit, diameter inti, dan tebal jelly layer yang berbeda signifikan di setiap tahap kematangan gonad. Sedangkan oosit postvitellogenic memiliki diameter oosit yang berbeda signifikan di setiap tahap kematangan gonad, namun diameter inti dan tebal jelly layer oosit postvitellogenic tidak berbeda signifikan di setiap tahap kematangan gonad.Phyllophorus dobsoni jantan ditemukan 6 jenis sel spermatogenik antara lain: spermatogonia, spermatosit, spermatid I, spermatid II, spermatid III, dan spermatozoa. Struktur yang membedakan di antara 6 sel spermatogenik Phyllophorus dobsoni adalah ukuran sel, ukuran inti sel, bentuk sel, bentuk inti sel, dan ada tidaknya ekor.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 11/15 Han s
Uncontrolled Keywords: PHYLLOPHORUS DOBSONI; PREVITELLOGENIC; GAMETOGENIC
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsEmail
SITI UMI HANIK, 081114008UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Winarni, Dr. , M.Si.UNSPECIFIED
ContributorSugiharto, S.Si., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 27 Feb 2015 12:00
Last Modified: 05 Sep 2016 05:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28084
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item