PERBANDINGAN BIOLOGI REPRODUKSI TERIPANG Paracaudina australis DARI SELAT MADURA PADA PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2013 DENGAN FEBRUARI 2012-JANUARI 2013

NASTITI INTAN PERMATA SARI, 081114009 (2015) PERBANDINGAN BIOLOGI REPRODUKSI TERIPANG Paracaudina australis DARI SELAT MADURA PADA PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2013 DENGAN FEBRUARI 2012-JANUARI 2013. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-sarinastit-36008-5.abstr-k.pdf

Download (95kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
MPB. 25-15 Sar p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi teripang Paracaudina australis, yaitu aktivitas reproduksi berdasarkan indeks gonad, penentuan puncak pemijahan, pola reproduksi, rasio jenis kelamin, fenomena undetermined sex, dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap aktivitas reproduksi. Sampel teripang diambil dari Selat Madura 07º15’36,40” - 07º30’21,98” LS, dan di antara 113º6’29,86’’- 112º54’17,65’ BT tiap bulan pada bulan Februari, Maret, dan April 2013 masing-masing sebanyak 25 sampel sehingga diperoleh total 75 sampel. Sampel Paracaudina australis dibedah dan ditiriskan kemudian ditimbang berat dinding tubuh dan berat gonad untuk memperoleh data indeks gonad (IG). Gonad difiksasi dalam neutral buffered formalin dan diproses menjadi sediaan histologi dengan metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Tahap kematangan gonad dan rasio jenis kelamin ditentukan berdasarkan pengamatan histologi. Data indeks gonad bulan Februari-April 2013, Februari-April 2012, dan Februari 2012- April 2013 diuji dengan Anava searah. Hubungan antara berat dinding tubuh dan berat gonad pada teripang undetermined sex, serta antara kondisi lingkungan (suhu dan curah hujan) dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Uji statistik dilakukan pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna indeks gonad selama 3 bulan pengamatan (Februari, Maret, dan April 2013), dan hasil yang sama terhadap indeks gonad bulan yang sama di tahun 2012. Tidak ditemukan adanya puncak pemijahan, pemijahan terjadi sepanjang tahun dengan peningkatan aktivitas reproduksi pada bulan kering. Tahap kematangan gonad di tingkat individu adalah sinkron dan tahap kematangan gonad di tingkat populasi adalah asinkron. Rasio jenis kelamin jantan dan betina mendekati 1:1. Adapun fenomena undetermined sex terjadi setelah diferensiasi gonad.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 25/15 Sar p
Uncontrolled Keywords: PARACAUDINA AUSTRALIS; REPRODUCTION
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsEmail
NASTITI INTAN PERMATA SARI, 081114009UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDwi Winarni, Dr. , M.Si.UNSPECIFIED
ContributorSugiharto, S.Si, M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 27 Feb 2015 12:00
Last Modified: 05 Sep 2016 08:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28098
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item