PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DAN FREKUENSI BIOFERTILIZER TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)

SEKAR ARUM, 081114068 (2015) PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DAN FREKUENSI BIOFERTILIZER TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-arumsekar-38523-7.abstr-k.pdf

Download (147kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
MPB. 47-15 Aru p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan frekuensi pemberian biofertilizer terhadap pertumbuhan dan kadar klorofil bibit sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri atas 2 perlakuan kontrol (kontrol negatif dan positif) dan 8 perlakuan uji. Perlakuan kontrol negatif tanpa pemberian pupuk dan kontrol positif dengan pemberian pupuk NPK 0.5 g/tanaman. Perlakuan uji terdiri atas perlakuan biofertilizer 20, 40, 60, dan 80 mL/tanaman dengan frekuensi pemberian 1 kali dalam 1 minggu dan 1 kali dalam 2 minggu. Tiap perlakuan terdiri atas 4 ulangan. Mikroba dalam biofertilizer terdiri atas Azotobacter chroococum, Azospirillum brasilense, Rhizobium leguminosarum, Bacillus subtilis, B. megaterium, B. licheniformis, Pseudomonas fluorescens, P. putida, Cellvibrio mixtus, Cellulomonas cellulans, Cytophaga saccharophila, Lactobacillus plantarum, dan Saccharomyces cerevisiae. Variabel terikat pada penelitian ini meliputi pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah anak daun dan kadar klorofil daun. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA satu arah dengan uji lanjutan yaitu uji Duncan dan uji Brown –Forsythe dengan uji lanjutan Gomes-Howell pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis dan frekuensi biofertilizer berpengaruh nyata dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anak daun, dan kadar klorofil daun. Hasil terbaik pada pada keempat parameter tersebut berturut-turut yaitu diperoleh pada B80f1 (pemberian dosis biofertilizer 80ml/tanaman dengan frekuensi pemberian 1x1 minggu) dengan nilai rerata 64.67 ± 4.44 cm, 1.70 ± 0.02 cm, dan 146 ± 7.83 , sedangkan kadar klorofil adalah K+f1 (pemberian pupuk kimia 0.5 g/tanaman dengan frekuensi pemberian 1x1 minggu) dengan nilai rata-rata mencapai 65.28 ± 1.07 mg/L.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK MPB. 47/15 Aru p
Uncontrolled Keywords: BIOFERTILIZER; SILK TREE
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture > SB1-1110 Plant culture
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi
Creators:
CreatorsEmail
SEKAR ARUM, 081114068UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAGUS SUPRIYANTO, Drs. , M. Kes.UNSPECIFIED
ContributorTini Surtiningsih, Prof. Dr. , Ir.DEAUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 07 Oct 2015 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 01:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28142
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item