EFEK PENAMBAHAN GLYCOSAMINOGLYCAN DARI LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) PADA PADUAN ALGINAT-CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) SEBAGAI ACCELERATOR WOUND HEALING

FATKHUNISA RAHMAWATI, 081017024 (2014) EFEK PENAMBAHAN GLYCOSAMINOGLYCAN DARI LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) PADA PADUAN ALGINAT-CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) SEBAGAI ACCELERATOR WOUND HEALING. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-rahmawatif-32720-6.ABSTRAK.pdf

Download (194kB) | Preview
[img] Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2014-rahmawatif.compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi membran accelerator wound healing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek lendir bekicot terhadap percepatan penyembuhan luka mencit dan gambaran topografi membran penutup luka dengan metode mencampurkan membran alginat dan carboxymethyl cellulose (CMC) dengan lendir Achatina fulica. Lendir bekicot mengandung acharan sulfate, yaitu glycosaminoglycan. Pada fase proliferasi, kolagen dan glycosaminoglycan membentuk senyawa kompleks yang berkontribusi dalam penyembuhan luka. Membran accelerator wound healing dibuat dengan cara melarutkan bubuk natrium alginat dan carboxymethyl cellulose (CMC) dalam aquades kemudian dicampurkan lendir Achatina fulica dengan empat variasi(4:1:0; 4:1:1; 4:1:1,5; 4:1:2) menggunakan magnetic stirrer dan dicetak di loyang. Uji taksonomi menunjukkan bahwa spesies bekicot adalah Achatina fulica. Uji High Performance Liquid Chromatography (HPLC) menunjukkan bahwa lendir mengandung senyawa glycosaminoglycan. Hal ini ditandai dengan munculnya puncak antara 14-16 menit dan area 165,47688. Variasi komposisi yang paling optimal adalah 4:1:2. Pada perbandingan komposisi ini terjadi penyerapan cairan luka dan membran sangat optimal mempercepat penyembuhan luka berdasarkan uji histopatologi anatomi (HPA) yang ditunjukkan dengan pengamatan jumlah fibroblast, proses angiogenesis dan epitelisasi. Uji Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa pori-pori membran antara 1,457-2,687 μm lebih besar dari standar pori-pori wound dressing, yaitu 1 μm. Membran penutup luka dari natrium alginat – CMC – lendir Achatina fulica merangsang pembentukan pembuluh darah baru dan reepitelisasi karena mengandung glycosaminoglycan sehingga berpotensi sebagai material untuk mempercepat penyembuhan luka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC. KK. ST. T. 04/14 Rah e
Uncontrolled Keywords: ACHATINA FULICA; WOUND HEALING
Subjects: R Medicine
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FATKHUNISA RAHMAWATI, 081017024UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPrihartiniWidiyanti, Dr. drg, M.KesUNSPECIFIED
ContributorJan Ady, S.Si., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 21 Jul 2014 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 16:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28399
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item