PENGARUH MASSA SERABUT KELAPA TERHADAP WAKTU STABILISASI PADA PENURUNAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND DAN TOTAL SUSPENDED SOLID MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH REACTOR

NIDA DWI PURWANTI, 081011003 (2014) PENGARUH MASSA SERABUT KELAPA TERHADAP WAKTU STABILISASI PADA PENURUNAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND DAN TOTAL SUSPENDED SOLID MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH REACTOR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-purwantini-33235-7.ABSTRAK.pdf

Download (86kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-purwantini-33235-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu seeding dan aklimatisasi pada variasi massa serabut kelapa dan waktu stabilisasi, serta pengaruh variasi massa serabut kelapa dan waktu stabilisasi terhadap penurunan COD dan TSS air limbah yang diolah dengan Sequencing Batch Reactor (SBR) aerob. Air limbah yang digunakan adalah air limbah buatan dengan konsentrasi COD dan TSS berada dalam rentang berturut-turut sebesar 2000-2600 mg/L dan 300-700 mg/L. Variasi massa serabut kelapa yang digunakan adalah 30; 40; dan 50 g, sedangkan variasi lama waktu stabilisasi yang digunakan adalah 4; 5; dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu seeding dan aklimatisasi pada variasi massa serabut kelapa berturut-turut yaitu selama 8 hari dan 10 hari. Sedangkan lama waktu seeding dan aklimatisasi pada variasi waktu stabilisasi berturut-turut yaitu selama 7 hari dan 9 hari. Variasi massa serabut kelapa 30; 40; dan 50 g memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan COD dan TSS yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R2) berturut-turut sebesar 0,315 dan 0,213. Nilai COD akhir yang didapat berturut-turut sebesar 747; 427; dan 1173 mg/L. Sedangkan hasil konsentrasi TSS akhir berturut-turut sebesar 230; 185; dan 265 mg/L. Variasi waktu stabilisasi selama 4; 5; dan 6 jam memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan COD dan TSS yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi (R2) berturut-turut sebesar 0,999 dan 0,995. Nilai COD akhir yang didapat berturut-turut sebesar 400; 800; dan 1200 mg/L. Sedangkan hasil konsentrasi TSS akhir berturut-turut sebesar 305; 400; dan 470 mg/L. Nilai COD dan TSS terkecil didapatkan pada massa serabut kelapa 40 g dan waktu stabilisasi 4 jam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC. KK. ST.TL. 10-14 Pur p
Uncontrolled Keywords: SEWAGE
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD194-195 Environmental effects of industries and plants
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Ilmu dan Teknologi Lingkungan
Creators:
CreatorsEmail
NIDA DWI PURWANTI, 081011003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSucipto Hariyanto, Dr. DEAUNSPECIFIED
ContributorNur Indradewi O., S.T., M.TUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 15 Sep 2014 12:00
Last Modified: 19 Aug 2016 08:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28409
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item