GLUTARALDEHID SEBAGAI CROSSLINKING AGENT PADA BONE GRAFT BERBASIS BOVINE HYDROXYAPATITE-GELATIN DENGAN PENAMBAHAN ALENDRONATE

Annisa Aulia Rahmah, 081017044 (2014) GLUTARALDEHID SEBAGAI CROSSLINKING AGENT PADA BONE GRAFT BERBASIS BOVINE HYDROXYAPATITE-GELATIN DENGAN PENAMBAHAN ALENDRONATE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-rahmahanni-34702-5.ABSTRAK.pdf

Download (358kB) | Preview
[img] Text (full text)
gdlhub-gdl-s1-2015-rahmahanni.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkembangan penelitian terkait bone graft tidak hanya sebagai implan tulang saja tetapi juga sebagai pembawa obat untuk menghantarkan obat tepat pada bagian tulang yang rusak secara efektif. Telah disintesis bone graft berbasis bovine hydroxyapatite-gelatin (BHA-GEL) sebagai pembawa obat alendronate (ALE) dengan pemberian glutaraldehid (GA) sebagai agen crosslink untuk mengatur pelepasan obat. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan biomaterial yang berfungsi untuk mengobati defek tulang akibat osteoporosis. Pada penelitian ini sampel disintesis menggunakan metode pembentukan granul dengan rasio komposisi BHAGEL sebesar 10:1 dan 10% ALE dari total komposisi. Proses crosslink dilakukan melalui perendaman dalam GA dengan variasi konsentrasi GA 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00 %, selanjutnya sampel dicetak menjadi pelet. Sampel dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), uji densitas dan porositas, uji kekuatan tekan, serta uji degradasi. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan masih tampak gugus COO- pada gelombang 1397.40 cm-1 yang mengindikasikan tidak terjadinya ikatan antara gelatin dengan BHA seperti pada tulang alami. Peningkatan konsentrasi glutaraldehid berpengaruh terhadap sifat fisik sampel yang cenderung menurun, dimana densitas paling rendah 2.4112 g/cm3 dengan kuat tekan 15,33 MPa sehingga porositas yang terbentuk mencapai 64,9% dan ukuran pori 677,53 nm. Berdasarkan pengamatan degradasi, sampel yang sesuai dengan penyembuhan tulang hingga terjadi pembentukan kallus pada tulang dalam waktu 4 – 6 minggu adalah sampel dengan 0,25% GA yang mengalami pengikisan permukaan (erosi) pada hari ke-28 dan 0,50% GA pada hari ke-35. Hasil uji degradasi tersebut menunjukkan bahwa selama 28 hari pada sampel 0,25% GA dan 35 hari pada sampel 0,50% GA telah terjadi pelepasan obat secara perlahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK. ST. T. 10 -14 Rah g
Uncontrolled Keywords: GELATIN; DEGRADATION
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Annisa Aulia Rahmah, 081017044UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDyah Hikmawati, S.Si, M.Si.UNSPECIFIED
ContributorAniek Setiya Budiatin, Dra.Apt, M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 05 Jan 2015 12:00
Last Modified: 21 Jun 2017 17:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28415
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item