REPRESENTASI KEPEREMPUANAN DALAM NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI Suatu Tinjauan Ecriture Feminine

ZAHRATUL UMNIYYAH, 121141014 (2014) REPRESENTASI KEPEREMPUANAN DALAM NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI Suatu Tinjauan Ecriture Feminine. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (639kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berjudul Representasi Keperempuanan dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini: Suatu Tinjauan Ecriture Feminine. Penelitian ini mengkaji dua permasalahan, yaitu bagaimanakah struktur naratif di dalam novel Tempurung dan bagaimanakah struktur naratif tersebut menunjukkan ecriture feminine (penulisan perempuan) di dalam novel Tempurung. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap, menganalisis, dan mendeskripsikan isu-isu yang berkaitan dengan perempuan, yang terkandung dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini. Isu-isu yang terdiri atas keterkungkungan, ketidaktegasan dalam menentukan pilihan, dan resistensi perempuan, disampaikan oleh para pencerita Aku di dalam novel Tempurung sehingga permasalahan yang dialami oleh para pencerita Aku turut diungkap dan dianalisis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, Penelitian ini menggabungkan teori naratologi dan ecriture feminine. Teori naratologi digunakan untuk menganalisis struktur naratif dalam novel Tempurung yang menonjolkan banyaknya para pencerita Aku sehingga analisis struktur naratif dapat dijadikan pijakan awal untuk melangkah menuju ecriture feminine. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu (1) kemunculan para pencerita Aku yang menyuarakan perjuangan dan penderitaan perempuan dianggap sebagai suatu usaha untuk menuju ecriture feminine (penulisan perempuan), (2) representasi keperempuanan di dalam Tempurung terdiri atas suara-suara perempuan yang dituturkan oleh para pencerita Aku, yaitu suara perempuan yang terkungkung, suara perempuan yang belum tegas menentukan pilihan, dan suara perempuan yang melakukan resistensi. Suarasuara perempuan tersebut akan membentuk ecriture feminine (penulisan perempuan) yang dilakukan oleh perempuan pengarang. Perempuan pengarang menyuarakan keperempuanan melalui tuturan para pencerita Aku sehingga penceritaan tidak linier dan dapat menghasilkan pencairan teks, hal tersebut dapat dianggap sebagai ecriture feminine (penulisan perempuan).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2. TKSB. 17-14 Umn r
Uncontrolled Keywords: NOVEL; NARRATIVE
Subjects: P Language and Literature
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania > PL5051-5497 Malayan (Indonesian) languages
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
ZAHRATUL UMNIYYAH, 121141014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNur Wulan,, Dra. M.A. Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 24 Nov 2014 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 08:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28686
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item