SUNAT ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT URBAN MADURA DI SURABAYA

Yayan Sakti Suryandaru, - (2005) SUNAT ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT URBAN MADURA DI SURABAYA. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (296kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem keyakinan/kepercayaan (belief system) yang menyangkut praktek sunat perempuan pada masyarakat urban Madura di Surabaya, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap resistensi belief system terhadap praktek sunat perempuan pada masyarakat urban Madura di Surabaya dari mendeskripsikan praktek sunat perempuan yang berlangsung pada masyarakat urban Madura yang tinggal di Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif dari kuantitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, penyebaran kuesioner dari wawancara mendalam. Lokasi penelitian ditetapkan di Kelurahan Demak, Kecamatan Peneleh, Kotamadya Surabaya. Penetapan lokasi ini didasari oleh pertimbangan di wilayah ini masih banyak didapati pelaksanaan sunat perempuan yang dilakukan oleh masyarakat urban Madura. Data yang terkumpul akan di koding dan di trancript-kan secara verbatim dari hasil wawancara, untuk kemudian dibuat kategori-kategori hasil temuan untuk dianalisis. Sehingga dalam analisis data nantinya sekaligus dilakukan interpretasi terhadap pemyataan-pemyataan langsung dari informan yang ada. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa sistem keyakinan/kepercayaan (belief system) yang menyangkut praktek sunat perempuan pada masyarakat urban Madura di Surabaya antara lain dilatarbelakangi oleh (1) keyakinan/kepercayaan untuk: memenuhi ajaran agama (Islam) yang dianut oleh komunitas urban Madura di lokasi penelitian. (2) Ada pula yang beranggapan, pelaksanaan praktek sunat perempuan yang mereka lakukan merupakan tradisi (warisan budaya) leluhur mereka. (3) Selain itu, masih adanya keyakinan sunat bagi anak perempuan harus dilakukan untuk menyucikan anak perempuan tersebut. Alasan ini secara tidak langsung (secara tersirat) berhubungan dengan anggapan bahwa perempuan itu masih mengandung najis dan haram akibat kepemilikan organ vitalnya yang belum disunat. (4) Ada juga sistem keyakinan yang lebih merupakan mitos pada sebagian masyarakat Madura, perempuan yang tidak disunat akan dianggap kotor dan tidak disayang suami serta bagi yang masih gadis dianggap akan sulit mendapatkan jodoh. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap resistensi (keberlangsungan) sistem kepercayaan/keyakinan (belief system) terhadap praktek sunat perempuan pada masyarakat urban Madura di Surabaya antara lain: (1) Ketundukan pada ajaran agama (Islam). (2) Adanya Stereotipe terhadap Anak Perempuan yang tidak disunat. (3) Mengikuti Nilai-Nilai Budaya dan Adat Tanah Leluhur. Praktek sunat perempuan pada masyarakat urban Madura di Surabaya masih menggunakan ritual yang biasa dilakukan di daerah asalnya (Madura), dilakukan pada rentang usia bayi seminggu - 40 hari, lebih dikarenakan mengikuti tradisi budaya dan memenuhi ajaran agama. Pelaku sunat adalah dukun beranak atau bidan tanpa anestesi (pembiusan), menggunakan alat dan obat yang tidak suci hama (steril) - terutama dilakukan oleh dukun beranak - yang besar kemungkinan dapat menimbulkan infeksi, pengambilan keputusan atas pelaksanaan sunat masih berada di tangan orang yang dianggap lebih tua - nenek, saudara, bapak atau kyai. Jadi bisa dikatakan, sunat perempuan pada masyarakat urban Madura di Surabaya masih dalam kategori 'ringan' ┬Čkarena hanya melukai bagian klitoris - bila dibandingkan dengan praktek yang berlangsung di negara-negara Afrika (termasuk tipe 4 menurut klasifikasi WHO yaitu berupa tindakan-tindakan antara lain berupa menusuk, menindik klitoris atau labia, melebarkan labia, kauterisasi dengan membakar klitoris dan jaringan di sekitamya atau memotong vagina, memakai agen korosif atau jamu yang dimasukkan ke dalam vagina untuk mengencangkan atau memperkecil lubang vagina sehingga terjadi perlecetan atau perlukaan, bahkan perdarahan).

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 392.12 (LP)
Uncontrolled Keywords: Female circumcision
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: Unair Research > Non-Exacta
Creators:
CreatorsEmail
Yayan Sakti Suryandaru, -UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 06 Jan 2005 12:00
Last Modified: 13 Sep 2016 09:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28792
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item