POLITIK PERTAMBANGAN ( Studi Tentang Peta Konflik Penambangan Pasir Besi di Desa Mamojiu Kecamatan Loloda Utara Kabupaten Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara)

BONNY DATTY, 071314453010 (2015) POLITIK PERTAMBANGAN ( Studi Tentang Peta Konflik Penambangan Pasir Besi di Desa Mamojiu Kecamatan Loloda Utara Kabupaten Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (218kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Konflik penambangan pasir besi di Desa Mamojiu Kecamatan Loloda Utara kabupaten Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara adalah Konflik vertikal yang di sebabkan kerena kekecewaan masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap pemerintah daerah dan koorporasi yang telah melakukan ketidakadilan dan janji-janji yang tidak ditepati terhadap masyarakat. Sebaliknya pemerintah menganggap konflik itu disebabkan karena emosianal masyarakat tambang dengan ketidak terimahnya penambangan pasir besi. Kemudian koorporasi mengangap masyarakat telah memperhambat aktivitas kerja koorporasi. Konflik tersebut membuat koorporasi merugi miliaran rupiah, hal ini yang menjadi kontroversi oleh kooporasi, Negara dan masyarakat tambang (Masyarakat Mamojiu). Penelitian studi ini dirancang dengan pendekatan metode penelitian kualitatif. Untuk mendapatkan data penelitian menandai metode yang digunakan yaitu teknik penentuan informan melalui key person (orang-orang kunci). Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara mendalam (in-depth inteview) dan kajian dokumentasi. Konflik adalah unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Kerena menjadi dinamika sejarah manusia. Konflik penambangan pasir besi di wilayah pertambangan yang merupakan konflik disebabkan kerena ketidak adilan yang di alami oleh Masyarakat Tambang yaitu Masyarakat Mamojiu. Konflik pada dasarnya adalah sesuatu yang tidak di inginkan oleh setiap individu atau kelompok, namun karena ketersinggungan, ketidaknyamanan, kekuatiran dan lain sebagainya. Ketersinggungan di sebabkan adanya kesepakatan atau perjanjian namun tidak dilakukan atau tidak direalisasikan sehingga mengakibatkan kesalahpahaman baik individu maupun kelompok karena ada ketersinggungan atau menyakitkan. Dengan pandangan tersebut bahwa Masyarakat Mamojiu juga mengalami ketersinggungan terhadap Pemrintah Daerah dan Pihak Perusahan PT.SAS atas janji - janjinya mengenai pemukiman penduduk yang tidak terealisasi. Kemudian ketidak pedulian Pemerintah Daerah atas kehidupan masyarakat tambang.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TP.15/15 Dat p
Uncontrolled Keywords: Iron Sand Mining Conflict, Conflict Vertical
Subjects: J Political Science
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Ilmu Politik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
BONNY DATTY, 071314453010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDwi Windyastuti Budi H., Dr. MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 23 Dec 2015 12:00
Last Modified: 19 Sep 2016 06:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/28982
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item