HUBUNGAN DESA DAN NEGARA Studi Relasi Kekuasaan Kepala Desa dan Negara dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Pasca Orde Baru

BAMBANG KUNCORO, 090970407 (2014) HUBUNGAN DESA DAN NEGARA Studi Relasi Kekuasaan Kepala Desa dan Negara dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Pasca Orde Baru. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (303kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendapatkan penjelasan hubungan desa dan negara pasca Orde Baru; (2) mendapatkan penjelasan relasi kekuasaan kepala desa dengan warga desa dan elite desa; dan (3) mendapatkan penjelasan relasi kekuasaan kepala desa dan negara (camat dan bupati). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, mencatat dokumen, dan observasi. Analisis data dilakukan ketika di lapangan maupun setelah data selesai dikumpulkan dengan teknik analisis kualitatif sebagaimana dianjurkan oleh Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pena-rikan kesimpulan (verifikasi). Studi ini dilakukan di desa Sunyalangu, Keca-matan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Perspektif studi ini menggunakan pendekatan kelembagaan baru sebagaimana dikemukakan oleh Goodin dan perspektif kepemimpinan sebagaimana dikemukakan oleh Burns. Hasil Penelitian ini dapat menjelaskan bahwa hubungan desa dan negara relasi kekuasaan kepala desa dan negara dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pasca Orde Baru seperti berikut: (1) Hubungan desa dan negara pasca Orde Baru menunjukkan desa menjadi negara (desa representasi negara) dan negaranisasi dengan pola relasi kekuasaan hegemoni melalui transaksi ekonomi politik dan sinergi statisme, voluntary exchange dan intimitas; (2) Pengorganisasian kepala desa dan warga desa berpengaruh terhadap negara dan kompleksitas kelompok melahirkan elite penentu (kasepuhan desa dan tokoh masyarakat) dan kelompok strategis (kelompok struktural dan kultural) yang menyebabkan kekuasaan kepala desa terbagi; (3) relasi kekuasaan kepala desa dan negara (camat dan bupati) dipengaruhi pola kepemimpinan transaksional.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK - 2 Dis. S. 09/13 Kun h
Uncontrolled Keywords: GOVERNMENT - STATE SUPERVISION
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu ilmu Sosial
Creators:
CreatorsEmail
BAMBANG KUNCORO, 090970407UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorA. RAMLAN SURBAKTI, Prof., Drs., MA., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Prihastuti
Date Deposited: 06 Jan 2014 12:00
Last Modified: 18 Jul 2017 17:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/29017
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item