PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

DEWI KUSUMAWATI, 011080406 (2016) PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
Halaman depan.pdf

Download (863kB) | Preview
[img] Text (BAB 1)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (209kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 2)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL .pdf
Restricted to Registered users only

Download (219kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4 METODE PENELITIAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (328kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5 HASIL PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (530kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
BAB 6 PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 7)
BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (680kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit keradangan kulit kronis residif yang ditandai dengan dermatitis dan pruritus berat. DA merupakan masalah kesehatan yang besar karena dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan dengan insiden yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir. Terapi DA yang tersedia saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Di masa mendatang diharapkan dapat terjadi perbaikan pada tatalaksana DA. Interleukin-31 (IL-31) merupakan anggota famili sitokin tipe IL-6 yang terutama dihasilkan oleh sel limfosit T. Tikus transgenik dengan overekspresi IL-31 mengalami pruritus berat dan dermatitis kronis yang menyerupai lesi kulit pasien DA. Pemberian antibodi terhadap IL-31 atau reseptornya dapat menurunkan tingkah laku menggaruk dan memperbaiki dermatitis yang terjadi pada tikus. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa selain bersifat pruritogen, IL-31 dapat meningkatkan respon inflamasi melalui produksi sitokin dan kemokin proinflamasi, serta menurunkan fungsi sawar kulit melalui hambatan pada proliferasi dan diferensisasi keratinosit. Oleh karena itu, IL-31 tampaknya memiliki potensi besar untuk menjadi target terapi DA yang efektif. Penelitian deskriptif observasional potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui kadar IL-31 serum pada pasien DA di Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mempelajari lebih dalam mengenai peran IL-31 pada patogenesis DA. Penelitian dilakukan sejak bulan November 2015 hingga Januari 2016. Pasien DA yang memenuhi kriteria Williams dengan keadaan umum baik dan bersedia menandatangani informed consent dimasukkan ke dalam penelitian. Seluruh pasien tidak sedang mendapatkan terapi kortikosteroid sistemik, imunosupresif, maupun fototerapi, dan tidak menderita urtikaria kronis atau dermatitis kontak alergika. Kadar IL-31 serum diperiksa di laboratorium Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga Surabaya menggunakan metode ELISA (Human IL-31 Legend max). Didapatkan 34 subjek penelitian yang terdiri atas 18 orang laki-laki (52,9%) dan 16 orang perempuan (47,1%). Subjek penelitian pada kelompok usia bayi dan anak-anak (55,9%) lebih banyak dibandingkan kelompok usia dewasa (44,1%). Sebagian besar subjek penelitian mengalami DA dengan derajat keparahan sedang (50,0%), diikuti dengan derajat keparahan berat (29,4%), dan derajat keparahan ringan (20,6%). Hasil menunjukkan bahwa rerata kadar IL-31 serum pada pasien DA di penelitian ini adalah 99,43±72,91 pg/mL dengan kadar terendah 6,84 pg/mL dan kadar tertinggi 281,25 pg/mL. Rerata kadar IL-31 serum pada pasien DA dengan derajat keparahan ringan adalah 71,15±84,26 pg/mL, derajat keparahan sedang adalah 76,78±42,72 pg/mL, dan derajat keparahan berat adalah 157,72±78,38 pg/mL. Rerata kadar IL-31 serum pada pasien DA dengan pruritus ringan adalah 87,47±72,28 pg/mL, pruritus sedang adalah 70,41±45,87 pg/mL, pruritus berat adalah 133,04±78,33 pg/mL, dan pruritus sangat berat adalah 205,08±107,73 pg/mL Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang melaporkan kadar IL-31 serum pada pasien DA, namun didapatkan hasil yang sangat bervariasi. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan karena perbedaan pada metode pemeriksaan atau jenis reagen yang digunakan, serta perbedaan pada karakteristik subjek penelitian. Kelemahan penelitian ini adalah desain yang bersifat deskriptif dan tidak dilakukan pemeriksaan pada kontrol, sehingga tidak dapat diketahui apakah kadar IL-31 serum pada pasien DA di penelitian ini lebih tinggi dibandingkan orang normal. Oleh karena itu sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih baik, dengan menambahkan pemeriksaan konfirmasi untuk memastikan adanya peningkatan IL-31 pada pasien DA.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IKK.01/16 Kus p
Uncontrolled Keywords: Atopic dermatitis, atopic eczema, serum interleukin-31
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Kulit
Creators:
CreatorsEmail
DEWI KUSUMAWATI, 011080406UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa,, SpKK(K)UNSPECIFIED
ContributorRahmadewi, dr. SpKKUNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 28 Apr 2016 08:08
Last Modified: 03 May 2016 03:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/30151
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item