FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA TINGKAT KONTROL ASMA DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

Ni Wayan Candrawati, 011080920 (2015) FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA TINGKAT KONTROL ASMA DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
Halaman Depan.pdf

Download (494kB) | Preview
[img] Text (BAB 1)
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 7)
Bab 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (93kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (136kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (518kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan : Mengidentifikasi dan menangani faktor risiko yang mempengaruhi tingkat kontrol asma dapat mengoptimalkan pengobatan asma. Berbagai faktor berperan dalam menyebabkan asma tidak terkontrol, di antaranya adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, merokok, VEP1, penyakit komorbid dan berat badan berlebih. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi tingkat kontrol asma Metode : Desain penelitian ini potong lintang observasional analitik. Semua pasien asma berusia ≥15 tahun yang datang ke poli asma dan memenuhi kriteria inklusi (n=39). Dilakukan pemeriksaan tingkat kontrol asma menggunakan kuisioner GINA 2015. Pengumpulan data menggunakan kuisioner tentang merokok, gejala rinitis, dilakukan pengukuran IMT, pemeriksaan VEP1, konsultasi ke SMF/Departemen THT-KL jika terdapat gejala rinitis. Korelasi antar variabel dihitung dengan rumus korelasi chi square dan spearman. Hasil : Prevalensi asma tidak terkontrol 48,7%. Hubungan tingkat kontrol asma dengan IMT, VEP1, merokok dan rinitis masing-masing p=0,861; p=0,773; p=0,605; dan p=0,899; artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna. Hubungan antara tingkat kontrol asma dengan tingkat pendidikan dan ada tidaknya penyakit komorbid selain rinitis yaitu p = 0,027 dan p=0,023 artinya terdapat hubungan yang signifikan. Setelah dilakukan kontrol terhadap tingkat pendidikan didapatkan pada kelompok pasien yang berpendidikan setingkat perguruan tinggi, hubungan antara IMT dengan tingkat kontrol asma p=0,001. Sedangkan pada kelompok pasien yang berpendidikan setingkat SMP, hubungan antara VEP1 dengan tingkat kontrol asma p=0,021. Keterbatasan penelitian ini yaitu banyaknya variabel perancu yang tidak dapat dikendalikan oleh peneliti, tidak ada sampel perokok aktif dan sedikit sampel bekas perokok. Kesimpulan : Tingkat kontrol asma tidak berhubungan dengan IMT, VEP1, merokok dan rinitis. Tingkat

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.PKR.05/16 Can f
Uncontrolled Keywords: tingkat kontrol asma, IMT, VEP1, merokok, rinitis
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Paru
Creators:
CreatorsEmail
Ni Wayan Candrawati, 011080920UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuhammad Amin, Prof. Dr., dr., Sp.P(K)UNSPECIFIED
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 03 May 2016 05:17
Last Modified: 03 May 2016 05:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/30334
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item