TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK ARWANA SUPER RED (Scleropages legendrei) DI PT. ARWANA INDONESIA, KECAMATAN CIMANGGIS, KABUPATEN DEPOK, JAWA BARAT

RACHMAT RIZALDI, 141211133011 (2015) TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK ARWANA SUPER RED (Scleropages legendrei) DI PT. ARWANA INDONESIA, KECAMATAN CIMANGGIS, KABUPATEN DEPOK, JAWA BARAT. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
1. HALAMAN DEPAN.pdf

Download (584kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
2. I PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB) | Request a copy
[img] Text (BAB II)
3. II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (391kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
4. III PELAKSANAAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
5. IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
6. V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
8. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan arwana super red (Scleropages legendrei) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi untuk dibudidayakan dalam skala ekspor saat ini. Permintaan pasar lokal maupun ekspor untuk ikan arwana super red tiap tahun mengalami kenaikan berkisar antara 20 – 30 % tiap tahunnya. Fase benih ikan arwana super red merupakan fase paling kritis karena kematian benih yang cukup tinggi. Selain itu, cara penanganan induk sebelum dan setelah pemijahan juga sangat berpengaruh terhadap kaulitas benih yang dihasilkan. Hal ini yang harus diperhatikan dalam kegiatan teknik pemeliharaan induk ikan arwana super red. Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di PT. Arwana Indonesia yang terletak di Cimanggis, Kabupaten Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 12 Januari - sampai 20 Februari 2015. Tujuan pelaksanaan praktek kerja lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan tentang pemeliharaan induk ikan arwana super red dan standart operational procedur (SOP) pemeliharaan induk ikan arwana super red serta mengetahui kualitas induk arwana super red yang bagus sesuai pemintaan pasar saat ini. Metode yang digunakan dalam PKL ini adalah metode deskriptif, yang meliputi pengambilan data primer dan sekunder yaitu observasi, wawancara dan parsitipasi aktif. Wadah pemeliharaan induk arwana super red berupa kolam tanah. Kolam dilengkapi oleh sistem saluran air masuk dan keluar. Kolam indukan mempunyai ukuran ukuran 25 x 40 x 1,7 m yang terdiri dari dua kolam, kolam dengan ukuran 30 x 45 x 1,7 m sebanyak 1 unit, kolam dengan ukuran 25 x 70 x 1,7 m sebanyak satu unit, kolam dengan ukuran 25 x 10 x 1,7 m sebanyak dua unit. Induk arwana super red berasal dari dalam penangkaran sendiri dan luar (Kalimantan). Sebelum itu harus dilakukan penyeleksian induk. Induk yang mempunyai berat 4 - 6 kg untuk jantan dan 3 - 4 kg untuk betina dan mempunyai panjang lebih dari 50 cm. Umur induk antara 6 tahun untuk jantan dan lebih dari 4 tahun untuk betina bergerak lincah dan tidak cacat serta memiliki galur yang jelas (F2 dan F3). Pemeliharaan induk arwana super red dengan pemberian pakan kodok sawah, jangkrik, udang, dan ulat jerman dengan intensitas satu hari satu kali. Pengelolaan air pada kolam induk dilakukan secara rutin dengan cara pengecekan kualitas air di kolam tandon. Ikan arwana super red jantan biasanya mengerami telurnya selama 40-50 hari, tetapi jika kondisi ikan jantan kurang baik, maka akan segera dilakukan pemanenan larva. Ada beberapa faktor yang mengganggu kondisi pengeraman telur, yaitu kondisi ikan yang sakit, stress atau kondisi air (lingkungan) yang kurang baik dan gangguan dari induk lain. Larva yang keluar dari mulut langsung dipindahkan ke inkubator diruang laboratorium sampai kuning telurnya habis, setelah larva kehabisan kuning telur, benih akan akan dipindahkan ke akuarium di showroom apabila benih sudah berumur 3-4 bulan atau berukuran 12- 15 cm. Pemberian pakan pada benih dilakukan tiga kali dalam sehari berupa udang beku dan ulat jerman dengan metode ad libitum. Hambatan yang sering dihadapi PT. Arwana Indonesia adalah penanganan penyakit, baik pathogen maupun non pathogen. Pakan yang akan diberikan pada ikan arwana super red sebelumnya juga harus dicuci sebagai langkah pencegahan penyakit.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL. PK. BP. 23/16 Riz t
Uncontrolled Keywords: Pemeliharaan induk arwana
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture > SH151-179 Fish culture
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RACHMAT RIZALDI, 141211133011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWoro Hastuti Satyantini, Dr. Ir., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 04 May 2016 09:01
Last Modified: 09 May 2016 05:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/30474
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item