STIGMA MASYARAKAT PONOROGO PADA PENDUDUK KAMPUNG IDIOT

RIZA DIAN AYUNANI, 071211431096 (2015) STIGMA MASYARAKAT PONOROGO PADA PENDUDUK KAMPUNG IDIOT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text
RizaDian_HalDepan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
RizaDian_Bab1.pdf

Download (520kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RizaDian_Bab2.pdf

Download (489kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RizaDian_Bab3.pdf

Download (757kB) | Preview
[img] Text
RizaDian_Bab4.pdf

Download (483kB)
[img] Text
RizaDian_Bab5.pdf

Download (420kB)
[img]
Preview
Text
RizaDian_DafPus.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RizaDian_Lampiran.pdf

Download (793kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

“Kampung Idiot” adalah sebutan dari Desa Sidoharjo yang ada di Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo.Sebutan “Kampung Idiot” tersebut disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang ada di Desa Sidoharjo yang menderita penyandang keterbelakangan mental (retardasi Mental).Dalam studi Stigma Masyarakat Ponorogo Pada Penduduk“Kampung Idiot” ini memfokuskan pada bentuk-bentuk stigma, baik bentuk verbal maupun non-verbalyang diterima oleh masyarakat “Kampung Idiot”, perilaku diskriminatif yang diterima oleh masyarakat, serta reaksi dari masyarakat “Kampung Idiot” atas stigma dan perilaku diskriminatif tersebut. Studi ini mengunakan teori Stigma dari Erving Goffman.Pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif.Untuk teknik penentuan informan menggunakan metode purposive.Dalam upaya memperoleh data peneliti memilih wawancara mendalam atau indepth interview sebagai teknik pengumpulkan data. Hasil dari studi ini bahwa masyarakat “Kampung Idiot” tersebut tidak hanya menerima stigma verbal seperti goblok, mendho, peko‟, idiot‟, budeg namun juga dalam bentuk stigma non verbal misalnya diusir dari kelompok masyarakat tertentu.Bentuk-bentuk diskrimnatif yang diterima oleh penyandang keterbelakangan mental tersebut dapat kita lihat baik dalam aspek ekonomi, misalnya semakin sempitnya lapangan pekerjaan yang mereka dapatkan,dalam aspek sosial, misalnya banyak mendapatkan penolakan sosial dari lingkungannya, dalam aspek politik, tidak mendapatkan hak politik. Kemudian respon dari masyarakat sebagian besar „biasa saja‟ dengan stigma “Kampung Idiot” karena dengan stigma tersebut tidak hanya berdampak negatif saja, namun juga berdampak positif bagi masyarakat Desa Sidoharjo baik yang berkebutuhan khusus maupun yang normal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.S.24/16
Uncontrolled Keywords: “Kampung Idiot”, Penyandang Keterbelakangan Mental, Stigma
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
RIZA DIAN AYUNANI, 071211431096UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHerwanto, Drs., M.A.UNSPECIFIED
ContributorSepti Ariadi, Drs., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 06 Jun 2016 06:50
Last Modified: 06 Jun 2016 06:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31845
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item