DETERMINAN FAKTOR KEJADIAN GONDOK DAERAH PANTAIDI JAWA TIMUR(Studi pada Anak Sekolah Dasar Daerah Pantai di Jawa Timur)

HAFNI BACHTIAR, 199913624D (2006) DETERMINAN FAKTOR KEJADIAN GONDOK DAERAH PANTAIDI JAWA TIMUR(Studi pada Anak Sekolah Dasar Daerah Pantai di Jawa Timur). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2008-bachtiarha-7384-disk10-k.pdf

Download (520kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-bachtiarha-7349-disk10-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi yang utama di Indonesia. Pada tahun 1982, diperkirakan terdapat 30 juta orang berdiam di daerah berisiko GAKY. Di Indonesia, angka tersebut diperkirakan telah menjadi 42 juta jiwa pada tahun 1994, dan tersebar di sekitar 190 kabupaten 26 propinsi. Dari jumlah tersebut terdapat lebih dari 10 juta penduduk menderita gondok, 750.000-900.000 menderita kretin endemik dan 3,5 juta penduduk menderita GAKY lainnya. Dari hasil survei nasional GAKY tahun 2003 ditemukan peningkatan Total Goiter Rate (TGR) pada beberapa daerah di Indonesia, termasuk di daerah yang berada di pinggir pantai. Kabupaten Lamongan yang berada di pantai utara Jawa Timur pada tahun 1998 bukan merupakan daerah gondok endemik, ternyata pada tahun 2003 sudah menjadi daerah gondok endemik berat (TGR=30,3%). Yodium merupakan unsur utama untuk membentuk hormon yodium. Beberapa unsur lain diperlukan untuk metabolisme hormon tiroid seperti selenium (Sn) dan seng (Zn). Kekurangan selenium dan seng akan menurunkan produksi hormon tiroid. Di lain pihak ada unsur yang menghambat pembentukan hormon tiroid yaitu nitrat (NO3). Unsur nitrat berfungsi sebagai blocking agent yaitu menghambat pemanfaatan yodium oleh kelenjar tiroid dengan mengikat yodium yang ada dalam darah, akibatnya pembentukan hormon tiroid akan berkurang. Dengan demikian, defisiensi yodium, selenium dan seng serta kelebihan nitrat dapat menimbulkan gondok. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis determinan faktor laboratorik (kandungan yodium urin, selenium dalam darah, selenium dalam air, selenium dalam tanah, seng dalam rambut, dan nitrat dalam darah menganalisis determinan faktor makanan goitrogen, determinan faktor perilaku terhadap kejadian gondok daerah pantai. Rancangan penelitian cross sectional dalam bentuk studi komparatif. Lokasi penelitian di Kabupaten Lamongan dengan mengambil dua daerah di tepi pantai yaitu desa Blimbing Kecamatan Paciran (daerah endemik) dan sebagai pembanding desa Labuhan Kecamatan Brondong (daerah non endemik). Dari setiap desa diambil satu sekolah dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN1) pada Desa Blimbing dan Madarasah Ibtidaiah 1 (MI 1) pada Desa Labuhan. Populasi adalah murid dengan gondok di SDN1 Blimbing dan murid yang tidak gondok di MI 1 Labuhan. Populasi diperoleh dengan screening murid dengan cara palpasi kelenjar gondok. Dari masing-masing sekolah diambil 20 sampel secara acak sederhana. Wali murid responden yang terpilih diambil untuk mengetahui karakteristik responden dan perilaku terhadap gondok. pengumpulan data dengan wawancara wali murid menggunakan kuesioner. Untuk mengetahui kandungan unsur-unsur yang diteliti, dilakukan pengambilan darah, urin, rambut, air dan tanah. Hasil penelitian mendapatkan karakteristik responden pada kedua kelompok hampir sama. Tingkat pendidikan wali murid masih rendah, lebih dari separuh (67,5%) berpendidikan sekolah dasar kebawah. Status ekonomi yang dilihat dari pendapatan per kapita juga tergolong rendah dan pekerjaan ayah yang terbanyak adalah sebagai nelayan (57,5%). Rata-rata kandungan ekskresi yodium urin (EYU) pada kelompok gondok dan tidak gondok 278,3 ± 124,68 µg/1 dan 198,8 ± 87,46 µg/1 masing¬masingnya (p < 0,05). Median EYU pada kedua kelompok berada diatas normal, pada kelompok yang menderita gondok median EYU lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak gondok, yaitu 291,05 µg/1 dan 214,0 µg/1 masing-masingnya. Perbedaan ini disebabkan perbedaan jadwal pemberian kapsul yodium, kelompok gondok kapsul yodium 8 bulan yang lalu, sedangkan kelompok tidak gondok menerima kapsul yodium 3 tahun yang lalu. Rata-rata kandungan nitrat dalam darah lebih tinggi pada penderita gondok dibandingkan dengan yang tidak menderita gondok, 575,75 ± 108,01 µg/1 dan 419,45 ± 120,35 µg/1 masing-masingnya (p < 0,05). Berdasarkan analisis regresi logistik, hanya kandungan nitrat darah yang merupakan determinan faktor kejadian gondok (p < 0,05). Makanan goitrogen jarang dikonsumsi oleh responden. Tidak ada jenis makanan goitrogen yang menjadi determinan factor kejadian gondok (p>0,05). Pengetahuan wali murid tentang penyebab, akibat dan pencegahan gondok masih rendah. Sikap terhadap kejadian gondok sudah positif, demikian pula dengan norma, nilai dan kepercayaan yang berkaitan dengan gondok sudah cukup baik. Garam yang digunakan umumnya sudah beryodium, tapi cara penggunannya sewaktu memasak belum baik. Kesimpulan penelitian ini membuktikan kandungan nitrat dalam darah merupakan determinan faktor kejadian gondok. Kandungan yodium urin, selenium dalam darah, selenium dalam air, selenium dalam tanah, dan seng dalam rambut, tidak merupakan determinan faktor kejadian gondok. Tidak terbukti komponen makanan goitrogen dan komponen perilaku sebagai determinan faktor kejadian gondok. Berdasarkan temuan tersebut, perlu dirancang alternatif penanggulangan gondok, bukan tertuju kepada defisiensi yodium saja, tapi juga kepada pencegahan kontaminasi makanan dan minuman oleh nitrat.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 10/08 Bac d
Uncontrolled Keywords: Gondok
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA440-440.87 Study and teaching. Research
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HAFNI BACHTIAR, 199913624DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang Wirjatmadi, Prof., MD., M.S., MCN., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorSiti Pariani Hermiyanto, MD., MS., MSc., PhDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 04 Oct 2016 02:17
Last Modified: 11 Jun 2017 21:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31907
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item