AKTIVITAS ENZIM DEXTRANASE DAN SEBARAN GENOTIPE Streptococcus mutans PENDER1TA KARIES DAN BEBAS KARIES

RETNO INDRAWATI, 090114565 D (2006) AKTIVITAS ENZIM DEXTRANASE DAN SEBARAN GENOTIPE Streptococcus mutans PENDER1TA KARIES DAN BEBAS KARIES. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-indrawatir-3630-disk11-a.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-indrawatir-3630-disk11-a.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Prevalensi karies gigi di seluruh dunia, sampai saat ini masih sangat tinggi dan memerlukan biaya perawatan yang mahal. Karies gigi merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang sering diderita oleh sebagian besar anak-anak. Streptococcus mutans merupakan mikroorganisme patogen penyebab karies pada manusia, untuk itu saat ini sangat diperlukan pengembangan metode dalam mencegah penyebaran Streptococcus mutans sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya karies gigi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ibu merupakan sumber utama penularan streptococcus mutans kepada anaknya. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa penularan Streptococcus mutans dapat terjadi antara seseorang yang selalu berada di sekitar anak-anak, selain itu Iingkungan serta kondisi rongga mulut anak, ikut mempengaruhi terjadinya penularan Streptococcus mutans. Beberapa penelitian menyatakan bahwa streptococcus mutans memproduksi glucosyltransferase (GTF), merupakan faktor virulensi yang menfasilitasi Streptococcus mutans untuk melekat dan berkolonisasi pada permukaan gigi, ketika tersedia sukrosa dari diet host. Glucosyltransferase (GTF) memproduksi water insoluble glucan ( WIG = mutan) dengan ikatan (1,3) Iebih dominan. Di samping itu GTF juga meproduksi water soluble glucan ( WSG = dextran) dengan ikatan (1,6) yang lebih dominan. Streptococcus mutans juga mensintesis ekstraseluler enzim dextranase. Enzim ini dilaporkan dapat menghidrolisis glukan dan dipercaya mempengaruhi patogenesis karies gigi. Hasil dari beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa 1). Dextranase dapat memecah water soluble glucan (dextran) 2). Dextranase dapat menghambat produksi water insoluble glucan 3). Dextranase dapat menghambat perlekatan Mutan streptococcus dan dapat dikatakan bahwa aktivitas enzim dextranase akan mempengaruhi komposisi dari glukan. Di samping itu ada penelitian yang mengindentifikasi bahwa kemungkinan aktivitas enzim dextranase berperan memodifikasi glukan dengan merubah rasio ikatan (1,6) menjadi (1,3), sehingga akan mempengaruhi peningkatan kelarutan glukan dan perlekatan Streptococcus mutans. Sampai saat ini infeksi Streptococcus mutans di dalam rongga mulut, penularan serta manfaat enzim dextranase dalam karies gigi, masih menjadi perdebatan di bidang Kedokteran Gigi. Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi karies gigi di kalangan siswa TK di Surabaya pada anak usia 4 sampai 6 tahun adalah 74%, dari 499 siswa TK di Surabaya yang dilakukan pemeriksaan gigi. Sejumlah 25 sampel Streptococcus mutans telah diisolasi, dari 14 sampel kelompok karies dan 11 sampel dari kelompok bebas karies. Analisis dalam penelitian ini meliputi karakterisasi Streptococus mutans sebagai dasar isolasi isolat, eksistensi gen dexA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), aktivitas enzim dextranase dengan medium skrining Blue Dextran serta unit aktivitas enzim, dan yang terakhir adalah penentuan genotipe S. mutans pada kelompok karies dan bebas karies dengan menggunakan Arbitrarily Primed Polymerase Chain Reaction (AP PCR) untuk mengetahui adanya transmisi S.mutans. Ukuran molekul pada gen dexA menunjukkan pita pada 1272 bp, serta adanya perbedaan yang signifikan (p <0,05) pada aktivitas enzim dextranase antara kelompok karies serta bebas karies. Identifikasi genotipe dengan AP PCR menunjukkan adanya 3 strain genotipe dengan pola yang sama dari 14 sampel S. mutans kelompok karies (lane 3 dan 8; lane 4,6 dan 9; lane 12 and 13 gambar 5.9) dan 2 strain genotipe dengan pola yang sama dari 11 sampel S. mutans pada kelompok bebas karies (lane 6 dan 7; lane 9,10 dan 11, gambar 5.11). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karies gigi masih menjadi masalah utama pada anak-anak dan memerlukan perhatian dalam perubahan cara pencegahan serta perawatan karies yang lebih menjanjikan. S.mutans merupakan mikroorganisme yang dapat menular secara horizontal (antar teman) dan aktivitas enzim dextranase pada kelompok bebas karies lebih tinggi dibandingkan pada kelompok karies. Hal ini menunjukkan bahwa enzim dextranase dapat dipergunakan untuk perkembangan ilmu pengetahuan dalam pencegahan karies gigi di masa yang akan datang.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 11/07 Ind a
Uncontrolled Keywords: Kindergarten,Streptococcus mutans, dextranase, transmission genotyping.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RETNO INDRAWATI, 090114565 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYoes Prijatna Dachlan, Prof. Dr., dr., M.Sc., Sp. ParK.UNSPECIFIED
ContributorKuntaman, Prof. Dr., dr., M.S., SpMKUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 04 Oct 2016 01:38
Last Modified: 12 Jun 2017 16:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31914
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item