HUBUNGAN INTERLEUKIN-1 (IL-1) DAN IL-1 RECEPTORANTAGONIST (IL-1 Ra) DENGAN KERADANGAN PADAARTRITIS PIRAI AKUT

TJOKORDA RAKA PUTRA, 099712408 D (2004) HUBUNGAN INTERLEUKIN-1 (IL-1) DAN IL-1 RECEPTORANTAGONIST (IL-1 Ra) DENGAN KERADANGAN PADAARTRITIS PIRAI AKUT. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-putratjoko-5252-disk12-k.pdf

Download (579kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-putratjoko-5252-disk12-5.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keradangan pada artritis pirai akut (APA) adalah akibat penumpukan kristal urat pada sendi sehingga menyebabkan aktivasi sel radang, terutama makrofag dan neutrofil untuk mengeluarkan berbagai mediator kimiawi, antara lain interleukin-1 (IL-1) dan tumor necosis factor-a (TNF-a). Peran IL-1 dalam proses keradangan secara umum bersifat tidak spesifik. Kelompok IL-1 (IL-1 gen family) terdiri dari 3 jenis yaitu IL-la, IL-113 dan IL-1 receptor antagonist (IL-1Ra). IL-la dan IL-1P bersifat agonis menimbulkan reaksi radang atau disebut sitokin proinflamasi. IL-IRa bersifat menghambat efek biologis IL-1 atau disebut sitokin antiinflamasi. Keseimbangan IL-1 sebagai sitokin proinflamasi dan IL-Ra sebagai sitokin antiinflamasi adalah penting dalam proses keradangan pada berbagai organ. Kekurangan sitokin antiinflamasi diduga akan menyebabkan proses keradangan akan berlanjut menjadi kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan adanya perubahan IL-1 dan IL-1Ra , rasio IL-i/IL-1Ra dan hubungan IL-1 dan IL-Ra dengan aktivitas keradangan dalam perjalanan penyakit pada APA. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan studi case-kontrol dan dilanjutkan dengan follow up study. Kelompok kasus adalah penderita APA laki berdasarkan kriteria diagnosis menurut American Collegge of Rheumatology Subcommittee on Diagnostic and Therapeutic Criteria (1977). Kelompok kontrol adalah hiperurisemia asimptomatis laki. dengan melakukan padanan usia dengan kelompok kasus. Dengan rumus studi kasus kontrol berpadanan maka didapatkan masing-masing kasus dan kontrol adalah 14 orang. Pada penelitian ini dilakukan analisis masing-masing 15 orang laki pada kasus dan 15 orang laki pada kontrol. Penelitian dilakukan pada awal pemeriksaan dan diikuti selama 7 hari dengan pemberian obat kolkhisin dan indometain pada kasus APA. Dilakukan pemeriksaan dan dihubungkan IL-1 dan IL-1Ra dengan variabel keradangan komplemen (C3), leukosit, laju endap darah (LED), C-rective protein (CRP) dan temperatur pada prauji dan pascauji. Hasil penelitian menunjukkan pada kasus APA dan kontrol tidak menunjukkan perbedaan bermakna dalam usia, pendidikan, agama, pekerjaan, relative body weight, riwayat keluarga pirai, gejala batu ginjal, kebiasaan minum alkohol, makan lawar, kadar kreatinin serum, kecuali kadar asam urat darah. Pada APA prauji terjadi peningkatan dan berbeda bermakna dengan kontrol pada semua variabel keradangan komplemen C3 (p = 0,002), leukosit (p = 0,003), LED (p = 0,001), CRP (p = 0,003) dan temperatur (p = 0,000). Pada pascauji terjadi penurunan variabel komplemen dan LED menjadi normal, sedangkan variabel leukosit (p = 0,002) , CRP (p = 0,011) dan temperatur (p = 0,021) masih tetap tinggi atau berbeda dengan kontrol pascauji. Jadi dari data ini menyatakan bahwa pada pascauji proses keradangan tetap berlanjut. Pada APA prauji terjadi peningkatan kadar IL-I (p = 0,0001) dan IL-1Ra (p = 0,000) dan berbeda bermakna dengan kontrol. Pada APA pascauji terjadi penurunan IL-1 bermakna (p = 0,0038) dengan APA prauji, namun masih tetap tinggi dan berbeda bermakna (p=0,010) dengan kontrol pascauji. Penurunan IL-1Ra bermakna (p=0,009) dengan APA prauji tetapi tidak bermakna (p=0,073) dengan kontrol pascauji. Jadi pada prauji terjadi peningkatan IL-1 dan IL-1 Ra, pada pascauji sitokin proinflamasi IL-1 masih tetap tinggi, sedangkan sitokin antiinflamasi IL-1Ra telah menjadi normal. Peningkatan rasio IL-1/IL-1Ra menyatakan adanya peningkatan sitokin keradangan IL-1 dan mencerminkan proses keradangan sedang terjadi. Pada penelitian ini, rasio IL-1/IL-IRa pada APA prauji adalah 0,097, lebih tinggi dan berbeda bermakna (p=0,0264) dibandingkan dengan kontrol prauji. Pada APA pascauji, rasio IL-1/IL-1Ra tetap tinggi atau tidak berbeda bermakna dibandingkan dengan APA prauji (p = 0,43). Pada penelitian ini didapatkan hubungan antara sitokin IL-1 dan IL-1Ra dengan semua variabel keradangan pada prauji (r = 0,47; p = 0,008) dan pascauji (r = 0,46 ; p = 0,011). Jadi pada APA terdapat korelasi sitokin IL-1 dan IL-IRa dengan semua variabel keradangan. Keseimbangan antara sitokin proinflamasi IL-1 dan sitokin antiinflamasi IL-1Ra adalah penting dalam perjalanan proses keradangan akut. Pada penelitian pada APA pascauji kadar IL-1 sebagai sitokin proinflamasi, rasio IL-1/IL-1Ra dan variabel keradangan (leukosit, CRP dan temperatur) masih tetap tinggi, yang menunjukkan proses keradangan tetap berlanjut. Keadaan ini terjadi kemungkinan karena agen penyebab yaitu asam urat pada APA pascauji masih tetap tinggi dan berbeda bermakna dengan kontrol pascauji (p=0,003). Kesimpulan penelitian ini, sitokin IL-I. IL-1Ra dan rasio IL-I/IL-IRa meningkat pada keradangan akut dari APA. Setelah pengobatan sitokin proinflamasi IL-1 dan rasio IL-1/IL-1Ra masih tetap tinggi serta sesuai dengan variabel keradangan leukosit, CRP dan temperatur. Sitokin IL-I dan I1-1Ra mempunyai hubungan dengan semua variabel keradangan. Keadaan ini mencerminkan proses keradangan tetap berlanjut. Pada masa mendatang peran sitokin IL-1 dan IL-iRa menjadi penting pada patogenesis APA, dan mungkin juga pada penyakit reumatik karena keradangan lainnya, sehingga IL-1Ra yang berperan sebagai antiinflamasi akan menjadi andalan utama dalam pengobatan APA.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 12/05
Uncontrolled Keywords: Acute gouty arthritis. Interleukin-1 ( IL-1), Interleukin-1 receptor antagonist (IL-1Ra)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
TJOKORDA RAKA PUTRA, 099712408 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorI.P.G. Konthen, Prof., Dr., dr., Sp.PD (KAI)UNSPECIFIED
Thesis advisorHandono Kalim, Prof. Dr., dr., SpPD-KRUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 27 Sep 2016 07:18
Last Modified: 12 Jun 2017 17:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31921
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item