PERAN INTERLEUKIN-6 SERTA INTERLEUKIN-8 DALAM ZALIR PERITONEAL PENDERITA INFERTILITAS DISERTAI ENDOMETRIOSIS DALAM PROSES APOPTOSIS SEL GRANULOSA OVARII YANG PATOLOGIS (Suatu Pendekatan Imunopatobiologi)

TEDJO DANUDJO OEPOMO, 099712389 D (2003) PERAN INTERLEUKIN-6 SERTA INTERLEUKIN-8 DALAM ZALIR PERITONEAL PENDERITA INFERTILITAS DISERTAI ENDOMETRIOSIS DALAM PROSES APOPTOSIS SEL GRANULOSA OVARII YANG PATOLOGIS (Suatu Pendekatan Imunopatobiologi). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-oepomotedj-5217-disk13-k.pdf

Download (704kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-oepomotedj-5217-disk13-4.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penanganan infertilitas pada penderita endometriosis dengan teknik fertilisasi in vitro merupakan penanganan terpilih saat ini yang memberi hasil rendah, sekitar 20 – 25 %. Penanganan infertilitas pada penderita endometriosis membutuhkan biaya yang cukup besar. Beban biaya dirasakan sangat berat oleh penduduk negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Rendahnya angka keberhasilan hamil pada penderita infertilitas yang disertai endometriosis dikarenakan mekanisme infertilitas pada endometriosis belum terungkap dengan jelas. Wanita berisiko tinggi yaitu kelompok infertil angka kejadian endometriosis berkisar antara 30 - 40%. Endometriosis telah dikenal sejak tahun 1927 dan diperkenalkan oleh Sampson. Hubungan endometriosis dengan infertilitas sudah diketahui pula sejak lama hanya penanganannya belum memberi hasil yang memuaskan. Teori regurgitasi yang dikemukakan oleh Sampson masih menjadi dasar patogenesis endometriosis sampai sekarang. Sel endometriotik yang terbawa bersama sama debris pada saat menstruasi masuk ke dalam kavum peritonii melalui tuba falopii. Sel endometriotik kemudian mengadakan implantasi dan tumbuh yang akhirnya berkembang menjadi endometriosis. Menstruasi yang retrograde merupakan keadaan fisiologis yang dialami oleh setiap wanita pada masa reproduksi. Tetapi hanya 10 % dari wanita tersebut menderita endometriosis. Saat ini telah berkembang ilmu imunopatobiologi yang mempelajari perubahan lingkungan zalir peritoneal yang tidak lazim atau menyimpang akibat masuknya sel endometriotik bersama debris pada waktu menstruasi ke dalam kavum peritonii. Perubahan dalam lingkungan zalir peritoneal ditandai dengan kadar sitokin yang meningkat dalam zalir peritoneal. Sitokin tersebut berasal dari makrofag peritoneal yang aktif. Makrofag yang aktif menghasilkan beberapa sitokin : IL-1, IL-6, IL-8, TNF-a dan beberapa growth factors. Tinggi rendahnya kadar sitokin dalam zalir peritoneal sangat erat kaitannya dengan berat ringannya penyakit endometriosis. Perubahan respon imun yang menyimpang di dalam zalir peritoneal juga berpengaruh pada folikel ovarium. Sel granulosa di dalam folikel ovarium pada penderita endometriosis akan terlihat aktivitas caspase meningkat jika dibandingkan dengan nonendometriosis. Aktivitas caspase sangat erat kaitannya dengan berat ringannya endometriosis dan juga mempunyai hubungan dengan kesuburan ovarium yang berakibat infertilitas, namun sejauh ini mekanisme infertilitas pada endometriosis belum dapat dijelaskan. Jenis penelitian observasional bertujuan untuk menjelaskan mekanisme infertilitas pada endometriosis. Penelitian ini menggunakan paradigma imunopatobiologis berkonsep pada perubahan lingkungan zalir peritoneal yang menyimpang. Rancangan penelitian dengan observasi pada penderita infertilitas disertai endometriosis dan penderita infertilitas nonendometriosis sebagai kontrol dan ditunjang analisis multivariat. Penelitian menggunakan tehnik laparoskopi untuk melakukan pengamatan 1 kali di antara hari ke-10 sampai hari ke-13 siklus haid. Dari pengamatan tersebut diperoleh 3 kelompok, kelompok I ( infertilitas disertai endometriosis dengan endometrioma atau endometriosis berat ); kelompok II ( infertilitas disertai endometriosis tanpa endometrioma atau endometriosis ringan ) dan kelompok III ( infertilitas nonendometriosis sebagai kontrol ). Pada saat laparoskopi juga dilakukan aspirasi folikel, aspirasi zalir peritoneal. Aspirasi folikel untuk memeriksa aktivitas caspase dengan teknik imunositokimia dan aspirasi zalir peritoneal untuk memeriksa kadar interleukin-6 dan interleukin-8. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pemeriksaan interleukin-6 dan interleukin-8 dari serum pada masing-masing kelompok. Kadar interleukin-6 dan interleukin-8 diperiksa dengan teknik ELISA. Hasil penelitian dengan uji manova menunjukkan tinggi rendahnya kadar interleukin-6 dan interleukin-8 sebagai pencerminan dari perubahan respon imun dalam zalir peritoneal sangat erat kaitannya dengan berat ringannya endometriosis. Kadar interleukin-6 dan interleukin-8 tertinggi pada infertilitas disertai endometriosis berat, disusul infertilitas disertai endometriosis ringan dan terendah pada infertilitas nonendometriosis. Aktivitas caspase dalam sel granulosa folikel ovarium juga mempunyai kaitan dengan berat ringannya endornetriosis. Pada infertilitas disertai endometriosis berat aktivitas caspase tertinggi disusul infertilitas disertai endometriosis ringan dan pada infertilitas nonendometriosis tidak ada aktivitas caspase. Aktivitas caspase dalam sel granulosa folikel ovarium merupakan bukti bahwa terjadi proses apoptosis sel granulosa folikel ovarii yang patologis dan berakibat kesuburan ovarium menurun dan menyebabkan infertilitas pada penderita endometriosis. Berdasar pola diskriminan dan kerangka konseptual penelitian maka interleukin-6 memegang peranan penting dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan endometriosis. Interleukin-6 memacu makrofag menjadi aktif dan makrofag yang menjadi aktif tersebut akan menghasilkan interleukin-1, interleukin-6, interleukin-8, TNF-a dan TGF-13 yang kadarnya di dalam zalir peritoneal tinggi pada penderita endometriosis. Interleukin-6 juga memacu proses aromatase adipose sel stroma endometriotik menjadi estrogen sehingga estrogen pada penderita endometriosis kadarnya tinggi. Estrogen yang tinggi akan menyebabkan endometriosis tumbuh dan berkembang. Estrogen yang tinggi sebagai hasil dari aromatase oleh interleukin-6 selain untuk pertumbuhan endometriosis juga berpengaruh pada sekresi FSH. Sekresi FSH akan terganggu dan menyebabkan pembentukan folikel dominan terganggu sehingga menjadi folikel imatur. Folikel imatur akan mengekspresikan TNF-a reseptor ( FAST ). Pada zalir peritoneal penderita endometriosis kadar TNF-a ( FAST-L ) tinggi. Kondisi tersebut memungkinkan terjadi ikatan antara FAST dan FAST-L, dan ikatan tersebut akan mengaktifkan caspase dan caspase yang aktif akan menyebabkan apoptosis sel granulosa folikel ovarii yang patologis dan berakibat infertilitas. Dengan uji regresi terbukti bahwa kadar interleukin-6 dan interleukin-8 dalam zalir peritoneal ada hubungannya dengan kadar interleukin-6 dan interleukin-8 serum. Makin tinggi kadar interleukin-6 dan interleukin-8 dalam zalir peritoneal makin tinggi pula kadar interleukin-6 dan interleukin-8 dalam serum. Bila kadar interleukin-6 dan interleukin-8 dalam zalir peritoneal rendah maka kadar interleukin-6 dan interleukin-8 serum juga rendah. Dengan demikian tinggi rendahnya kadar interleukin-6 dan kadar interleukin-8 dalam serum dapat dipakai sebagai diagnostik endometriosis dan evaluasi keberhasilan pengobatan infertilitas disertai endometriosis. Dapat disimpulkan bahwa interleukin-6 berperan penting pada pertumbuhan dan perkembangan endometriosis dengan jalan mengaktifkan makrofag dan juga melalui proses aromatase sel adipose stroma menjadi estrogen sehingga endometriosis tumbuh dan berkembang. Estrogen selain berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan endometriosis juga berpengaruh pada sekresi FSH. Sekresi FSH terganggu menyebabkan folikel imatur. Folikel imatur akan menghasilkan apoptosis sel granulosa folikel ovarii yang patologis dan mengakibatkan kesuburan ovarium menurun dan berakhir dengan infertilitas.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 13/04 Oep p
Uncontrolled Keywords: Endometriosis; infertility; ovarian granulosa cells apoptosis.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
TEDJO DANUDJO OEPOMO, 099712389 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorR. Prajitno Prabowo, Prof., dr., SpOG. KFERUNSPECIFIED
ContributorPutu Gede Konthen, Prof. Dr., dr., SpPD. KAIUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 27 Sep 2016 06:41
Last Modified: 12 Jun 2017 17:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31927
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item