PENGARUH JEJAS BIOMEKANIK TERHADAP APOPTOSIS KONDROSIT DALAM RAWAN SENDI LUTUT KELINCI MELALUI AKUMULASI Ca2+ INTRASELULER

ZAINAL ARIFIN ADNAN, 090214894D (2006) PENGARUH JEJAS BIOMEKANIK TERHADAP APOPTOSIS KONDROSIT DALAM RAWAN SENDI LUTUT KELINCI MELALUI AKUMULASI Ca2+ INTRASELULER. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-adnanzaina-3599-disk15-k.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-adnanzaina-3599-disk15-7.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah banyak diteliti patogenesis terjadinya osteoartritis (OA), dimana terjadinya kerusakan tulang rawan sendi disebabkan oleh multi faktor yang dapat saling mempengaruhi satu sama lain atau bergantung satu kepada yang lain, yang akhirnya berinteraksi menjadi suatu kelainan sendi terutama pada tulang rawan sendi. Perubahan tulang rawan sendi pada OA diduga merupakan proses degenerasi, antara lain berkurangnya produksi proteogikan dan kolagen. Multi faktor yang berakibat kerusakan tulang rawan dapat berupa ruda paksa, gangguan metabolik, gangguan enzimatik, maupun gangguan biomekanik. Salah satu bentuk berubahnya stabilitas sendi akibat beban yang berlebihan (terjadi gangguan biomekanik) yang menyebabkan terjadinya perubahan biokimiawi di dalam tulang rawan sendi. Faktor sitokin diduga akibat peradangan yang juga telah diteliti sebagai penyebab terjadinya OA. Kerusakan tulang rawan sendi yang terjadi pada OA, salah satunya akibat kematian kondrosit. Pada penelitian ini, peniliti menggunakan metode eksperimental murni, dengan memakai hewan coba kelinci jenis Flame Rose, dimana pilihan ini dikarenakan kelinci mudah didapat, mudah dilakukan, mudah membuat persamaan jenis, berat badan, umur dan jenis kelamin, disamping juga persendiannya besar sehingga dengan mudah dilakukan untuk penelitian. Penelitian ini menggunakan rangsang biomekanik instabilitas yang dilakukan dengan cara tindakan operatif pada hewan coba kelinci, yaitu dilakukan operasi transeksi ligamentum cruciatum anterior digabung dengan menisectomy medialis secara aseptic. Sebagai kontrol digunakan Sham operation. Operasi dilakukan pada lutut kanan kelinci dibawah pembiusan umum, yang sebelumnya diberikan premedikasi. Hewan coba pasca operasi dikandangkan dalam ukuran yang sama, yang dapat beraktivitas normal, setiap hari dikeluarkan dari kandang selama 5 jam, dengan makanan berjenis sama. Selang 8 minggu pasca operasi dilakukan operasi ulang untuk mengambil tulang rawan sendi lutut. Setiap sediaan tulang rawan diperiksa 3 variabel : IP3, Ca2+ dalam sel dan kondrosit apoptosis. Hasil analisa data menunjukan perbedaan bermakna pengaruh gangguan biomekanik terhadap terjadinya apoptosis kondrosit pada hewan coba dengan perlakuan dibanding kontrol. Pengujian secara serempak menggunakan multivariate test, dimana pengujian dilakukan dengan prosedur Hotellings Trace, yang memberikan hasil bahwa jejas biomekanik memberikan pengaruh yang signifikan (meyakinkan) terhadap ketiga variabel : IP3, Cat+ dalam sel dan kondrosit apoptosis. Nilai Hotellings Trace pada hasil analisis multivariate ini adalah sebesar 794,236 dengan probabilitas (signifikansi): 0,000 (p < 0,01). Pengujian secara individual, akibat jejas biomekanik terhadap masing ¬masing variabel menggunakan uji varian dalam analisis multivariate. Hasil analisis tersebut menjelaskan bahwa masing-masing variabel secara signifikan (meyakinkan) oleh adanya jejas biomekanik sebagai variabel independentnya. Pengujian variabel IP-3 mendapatkan nilai F sebesar 475,200 dengan probabilitas 0,000 (p < 0,01), maka hipotesisnya jejas biomekanik yang diberikan pada sendi kelinci telah memicu peningkatan IP-3 , benar-benar terbukti. Pengujian variabel Ca2+ mendapatkan nilai F sebesar 126,398 dengan probabilitas 0,000 (p < 0,01), maka hipotesisnya jejas biomekanik yang diberikan pada sendi kelinci telah memicu peningkatan Ca2+ , benar-benar terbukti. Pengujian atas variabel apoptosis kondrosit mendapatkan nilai F sebesar 55,729 dengan probabilitas 0,000 (p < 0,01), maka hipotesisnya jejas biomekanik yang diberikan pada sendi kelinci telah memicu peningkatan apoptosis kondrosit , benar-benar terbukti.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 15/07 And p
Uncontrolled Keywords: osteoarthritis, biomechanics scratched, and chondrocyt apoptosis
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ZAINAL ARIFIN ADNAN, 090214894DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUmar Kasan, Prof. Dr., dr., Sp.BSUNSPECIFIED
ContributorHandono Kalim, Prof. Dr., dr., Sp.PD-KRUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 20 Sep 2016 04:02
Last Modified: 11 Jul 2017 15:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31941
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item