BEBERAPA VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP USIA MENARCHE PELAJAR PUTRI BUGIS KOTA DAN DESA DI SULAWESI SELATAN (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau Dari Aspek Biologis Dan Lingkungan)

SUDIRMAN BURHANUDDIN, 09971247 D (2003) BEBERAPA VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP USIA MENARCHE PELAJAR PUTRI BUGIS KOTA DAN DESA DI SULAWESI SELATAN (Suatu Pendekatan Antropologi Ragawi Ditinjau Dari Aspek Biologis Dan Lingkungan). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-burhanuddi-5214-disk16-4.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-burhanuddi-5214-disk16-4.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Percepatan atau perlambatan pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan mempunyai beberapa konsekuensi yang berkaitan dengan aspek biologis maupun aspek lingkungan. Oleh karena itu, perlu dikaji interaksi antara faktor biologis dan faktor lingkungan guna menjelaskan timbulnya fenomena perbedaan pencapaian usia menarche tersebut. Pada akhirnya akan diperoleh perspektif teoritis yang bermanfaat bagi pengembangan kajian antropologi ragawi. Dari data 400 orang pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan yang sudah menarche berusia antara 10.62 tahun sampai 15.71 tahun. Hal ini meliputi kelompok Kota 200 orang dengan usia rata-rata 12,93 tahun dan kelompok Desa 200 orang dengan usia rata-rata 13,18 tahun pada pelajar putri Bugis, yang berasal dari 4 Kabupaten, yaitu Kabupaten Maros, Soppeng, Sidenreng Rappang, dan Enrekang di Sulawesi Selatan. Perbedaan usia responden memiliki ciri yang sama meliputi berat badan, status gizi, aktivitas fisik dan status sosial ekonomi orang tua responden. Hasil temuan bahwa, rata-rata berat badan 40,54 kg dengan jumlah sampel 400 orang meliputi kelompok Kota jumlah sampel 200 orang dengan rata-rata berat badan 41,44 kg, kelompok Desa jumlah sampel 200 orang dengan rata-rata berat badan 39,64 kg. Dengan demikian berat badan responden yang dimiliki kedua kelompok berbeda, Berdasarkan hasil uji beda kedua kelompok dengan basil t-test = 3,900; df = 398, Sig = 0,000. Artinya kedua kelompok berbeda, kelompok Kota mempunyai berat badan lebih berat dibandingkan kelompok Desa dengan beret badan lebih ringan Berdasarkan parameter pembeda terkuat dengan uji diskriminansi ditemukan variabel berat badan dengan nilai Wilks Lambda 0,892; df 3; signikansi 0,000. Hasil tersebut, menunjukkan pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis di Sulawesi Selatan lebih berhubungan dengan berat badan yang merupakan faktor biologis, Dari analisis jalur dengan menggunakan metode Liserel dengan windows 8,30 variabel yang di analisis, yaitu Berat badan, status gizi, aktivitas fisik dan status sosial ekonomi (SEE) orang tua responden dan usia responden diperoleh hasil meliputi: (1) efek langsung dan (2) efek tidak langsung. Berdasarkan hasil analisis jalur tersebut ditemukan: (1) faktor yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche adalah berat badan, status gizi dan status sosial ekonomi (SEE) orang tua responden pada pelajar putri Bugis di Sulawesi Selatan, sedangkan (2) faktor yang pengaruh tidak berpengaruh langsung, variabel aktivitas fisik responden. Simpulan telah ditemukan perbedaan berat badan, status gizi, status sosial ekonomi dan aktivitas fisik responden terhadap pencapaian usia menarche pada pelajar putri Bugis di Sulawesi Selatan. Pencapaian usia menarche pelajar putri Bugis Kota dan Desa di Sulawesi Selatan ditemukan kelompok Kota: (1) berat badan 41,44 kg, kelompok Desa beret badan 39,64 kg, hasil tersebut menunjukkan selisih berat badan antara kelompok Kota dan kelompok Desa adalah 1,80 kg, kelompok Kota lebih berat dibandingkan kelompok Desa lebih ringan. (2) Kelompok Kota ditemukan status gizi 1,27 termasuk indeks diatas sedang, kelompok Desa status gizi 1,24 termasuk indeks rendah sedang, hasil tersebut menunjukkan kedua kelompok berbeda dan mempunyai selisih indeks 0,03, kelompok Kota lebih tinggi indeksnya dibanding kelompok Desa yang lebih rendah. (3) Kelompok Kota ditemukan aktivitas fisik 1836 kalori termasuk indeks sedang, kelompok Desa aktivitas fisik 1901 kalori termasuk indeks sedang, Kedua kelompok berbeda dan mempunyai selisih 0,65 kalori, kelompok Desa lebih tinggi aktivitas fisiknya dibandingkan dengan kelompok Kota lebih ringan. (4) Kelompok Kota ditemukan status sosial ekonomi 4,11 termasuk indeks SEE sedang, kelompok Desa status sosial ekonomi (SEE) responden 3,78 termasuk indeks SEE rendah, Kedua berbeda dan mempunyai selisih indeks 0,33, kelompok Kota lebih tinggi status sosial ekonominya dibandingkan kelompok Desa yang lebih rendah. (5) Kelompok Kota ditemukan usia responden 12,93 tahun, kelompok Desa usia responden 13,18 tahun, kedua kelompok berbeda dan mempunyai selisih -0,25 kelompok Kota lebih muda usianya dibandingkan kelompok Desa yang lebih tua. Ditemukan parameter pembeda terkuat melalui analisis diskriminansi adalah berat badan, sebagai pimicu percerpatan usia menarche. Melalui analisis jalur terdapat aspek yang berpengaruh langsung terhadap pencapaian usia menarche yaitu: (1) berat badan (KJ = -30 : tv = -3,04 (Signifikan)), (2) status gizi (KJ = -0,20: tv = - 2,14 (signifikan)), dan (3) status sosial ekonomi orang tua. (KJ= -0,10: tv = - 1,99 (signifikan)). Sedangkan faktor yang berpengaruh secara tidak langsung adalah aktivitas fisik responden melalui (1) aktivitas fisik--> status gizi-) menarche = 0,018, (2) aktivitas fisik -berat badan- menarche = 0,030, (3) aktivitas fisik-berat badan- status gizi-) menarche = 0,016. Jadi pengaruh aktivitas fisik total secara tidak langsung adalah 0,064. Berdasarkan hasil analisis jalur tersebut, pada masing-masing variabel baik pengaruh langsung maupun tidak langsung secara keseluruhan mempunyai koefisien jalur yang kecil pada pelajar putri Bugis di Sulawesi Selatan yang berumur antara 10,62 tahun sampai 15,72 tahun. efek yang ditimbulkan akibat faktor status sosial ekonomi orang tua responden secara rata-rata masih rendah yang berakibat rendahnya status gizi yang dimiliki responden karena faktor berat badan rendah hal tersebut akibat dari pengaruh tidak langsung faktor aktivitas fisik responden adalah termasuk aktivitas fisik sedang, Hasil temuan tersebut perlu dikaji dalam penelitian longitudinal sebelum menarche sampai menarche.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 16/04 Bur b
Uncontrolled Keywords: Age at menarche; body weight; nutritional status; physical activity; and socioeconomic status; Bugis urban and rural in South Sulawesi; (physical antropology, biology and environmen).
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SUDIRMAN BURHANUDDIN, 09971247 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJosef Glinka, Prof. Dr., SVDUNSPECIFIED
ContributorLaurentius Dyson, Dr., Drs., M.AUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Husnul Khotimah
Date Deposited: 20 Sep 2016 03:42
Last Modified: 12 Jun 2017 21:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31947
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item