17; ESTRADIOL MENURUNKAN KONTRAKTILITASOTOT POLOS PEMBULUH DARAH TIKUSYANG DIKENDALIKAN RESEPTOR ARENERGIK 1DMELALUI IGF-1 : Pendekatan Farmakodinamik Aorta Tanpa EndotelPada Hewan Coba Invitro

NURDIANA, 090114578D (2005) 17; ESTRADIOL MENURUNKAN KONTRAKTILITASOTOT POLOS PEMBULUH DARAH TIKUSYANG DIKENDALIKAN RESEPTOR ARENERGIK 1DMELALUI IGF-1 : Pendekatan Farmakodinamik Aorta Tanpa EndotelPada Hewan Coba Invitro. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Efek estrogen terhadap kontraktilitas pembuluh darah berupa efek vasodilatasi. Efek ini nampak secara klinis berupa peningkatan tekanan darah pada wanita menopause dan postmenopause disebabkan penurunan kadar estrogen, karena terbukti terapi sulih hormon estrogen dapat mengurangi insiden hipertensi, gangguan kardiovaskular, penyakit jantung koroner. Secara hemodinamik efek estrogen pada wanita postmenopause dapat meningkatkan stroke volume, aliran darah aorta dan perifer. Efek farmakodinami estrogen pada hewan coba nampak berupa penurunan kontraktilitas maksimum aorta dan terjadi vasodilatasi. Kontraktilitas pembuluh darah dipengaruhi oleh sistem saraf simpatis yang terutama berpengaruh terhadap otot polos pembuluh darah. Sistem saraf simpatis bekerja melalui reseptor pada otot polos pembuluh darah, yaitu reseptor adrenergik al. Telah dibuktikan estrogen mempunyai efek menurunkan ekspresi reseptor adrenergik 1 di pembuluh darah tikus yang di ambil kedua ovariumnya (oophprectomy). Reseptor adrenergik 1 termasuk golongan reseptor yang berpasangan dengan G protein (G protein-coupled-receptors/GPCR). GPCR mempunyai struktur yang dikenal dengan 7 spanning transmembrane,dengan ujung N di ekstraseluler dan OH di intraseluler, dan dihubungkan oleh rantai polipeptida. Reseptor angiotensin-1 (AT-1) mempunyai struktur yang sama dengan reseptor adrenergik 1 Ekspresi reseptor AT-1 dipengaruhi oleh insulin like growth factor-I (IGF-I), yang secara fisiologis terdapat di dalam tubuh dan terutama berfungsi dalam pertumbuhan, proliferasi, diferensiasi sel dan sintesa protein. IGF-I mempunyai efek meningkatkan ekspresi reseptor AT-I pada tingkat mRNA dan protein di otot polos pembuluh darah. Yang menarik perhatian adalah bahwa IGF-I dipengaruhi oleh estrogen, dalam hal ini telah terbukti estrogen mempunyai efek menurunkan ekspresi IGF-I di otot polos pembuluh darah. Apabila kita cermati efek estrogen terhadap otot polos pembuluh darah dan reseptor adrenergik 1 , kemudian efek estrogen terhadap IGF-I dan efek IGF-I terhadap GPCR, maka ada kemungkinan efek estrogen terhadap reseptor adrenergik a, dan kontraktilitas pembuluh darah adalah melalui IGP-I. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh estrogen terhadap penurunan ekspresi reseptor adrenergik 1 dan kontraktilitas otot polos pembuluh darah adalah melalui penurunan IGF-I Serangkaian percobaan telah dilakukan dengan menggunakan hewan coba tikus betina (2-3 bulan, berat badan 150-200 gr) yang dikelompokkan berdasar perlakuan pemberian 17 estradiol dengan konsentrasi 10-5 M,10-4 M dan 10-3M selama dua jam dan kontrol. Percobaan dilakukan dengan metoda organ terpisah yaitu menggunakan cincin aorta tanpa endotel (otot polos aorta). Parameter yang diukur adalah respon organ terhadap agonis reseptor adrenergik 1, berupa Emaks, ED50 dan pD2. Untuk mengetahui pengaruh estrogen terhadap ekspresi reseptor adrenergik 1 dan efek ini adalah melalui signaling IGF-I, dilakukan pemeriksaan ekspresi reseptor adrenergik 1 dan IGF-I menggunakan imunohistokimia dan metoda blotting. Hasil percobaan menunjukkan kontraktilitas otot polos aorta semakin menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi 17 estradiol. Menurunnya kontraktilitas otot polos aorta digambarkan dengan penurunan Emaks secara bermakna (p<0,05), tanpa mempengaruhi afinitas reseptor yang digambarkan dengan tidak ada perubahan ED50 dan pD2 yang bermakna (p>0,05), sehingga kemungkinan yang terjadi adalah berkurangnya jumlah reseptor. Hal ini menunjukkan 17 estradiol berfungsi sebagai antagonis non kompetitif reseptor adrenergik l. Respon otot polos aorta terhadap agonis reseptor adrenergik 1, setelah inkubasi otot polos aorta 17 estradiol dua jam dan dilakukan pencucian, menunjukkan respon otot polos aorta yang menetap, sehingga dimungkinkan efek yang timbul adalah efek genomik. Hasil pemeriksaan ekspresi reseptor adrenergik lD dengan metoda imunohistokimia menunjukkan semakin berkurangnya ekspresi reseptor seiring dengan peningkatan konsentrasi 17 estradiol, yang ditunjukkan dengan berkurangnya wama coklat disekitar inti pada lapisan sel otot polos. Hal ini lebih memastikan bahwa 17 estradiol menurunkan jumlah reseptor adrenergik 1. Pemeriksaan dengan metoda SDS-PAGE menunjukkan karakter reseptor adrenergik 1D yaitu pita protein dengan berat molekul 64,56510,301 kDa, yang dilanjutkan dengan metoda dotblot dan western blotting, dengan hasil 17 estradiol menurunkankan jumlah reseptor adrenergik lD di otot polos aorta, yang nampak pada hasil cloth/of, berupa perubahan wama noda biru keunguan yang semakin memudar, dan hasil kuantifikasi dengan program coral draw menunjukkan penurunan ekspresi reseptor adrenergik a,o yang bermakna (p<0,05). Hasil western blotting juga menunjukkan perubahan warna noda yang semakin merr)udar, seiring dengan peningkatan konsentrasi 17 estradiol. Hasil pemeriksaan ekspresi IGF-I dengan metoda SDS-PAGE adalah pita protein dengan berat molekul 25,20 ± 0,3106 kDa dan 22,40 ± 0,4713 kDa, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan metoda yang sama seperti reseptor adrenergik 1D, menunjukkan hasil yang sejajar dengan ekspresi reseptor adrenergik ID, yaitu makin meningkat konsentrasi 17 estradiol semakin berkurang ekspresi IGF-I. Hasil analisa regresi antara IGF-I dan reseptor adrenergik lD menunjukkan ada pengaruh IGF-I yang kuat terhadap reseptor adrenergik lD (R =0,975), semakin turun ekspresi IGF-I, reseptor adrenergik lD juga semakin menurun. Hasil pemeriksaan reseptor adrenergik lD dan IGF-I dengan pewarnaan imunohistokimia dan blotting menunjukkan pengaruh 17 estradiol terhadap reseptor adrenergik 1D dan IGF-I. Efek 17 estradiol pada otot polos pembuluh darah berlainan dengan efeknya pada uterus dan payudara, yaitu menurunkan proliferasi otot polos. Pada penelitian ini efek 17 estradiol adalah menurunkan ekspresi reseptor adrenergik 1D di lapisan otot polos yang sejajar dengan menurunnya Emaks setelah pemberian agonis reseptor adrenergik 1D. Efek 17 estradiol pada penelitian ini juga menurunkan ekspresi IGF-I, yang menunjukkan efek yang khusus dari 17 estradiol di otot polos pembuluh darah, karena IGF-I adalah faktor mitogen yang poten. IGF-I adalah mediator panting dalam pertumbuhan, diferensiasi dan transformasi sel, sehingga menurunnya ekspresi IGF-I sebagai efek 17 estradiol bersamaan dengan penurunan reseptor reseptor adrenergik a,o menunjukkan efek 17 estradiol sangat besar kemungkinannya melalui sinyal IGF-I. Analisa regresi antara ekspresi IGF-I dan reseptor adrenergik 1D menunjukkan pengaruh yang kuat dari ekspresi IGF-1 terhadap ekspresi reseptor adrenergik 1D. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian 17 estradiol pada otot polos aorta menghasilkan penurunan kontraktilitas pembuluh darah yang digambarkankan dengan penurunan efek maksimal respon terhadap agonis reseptor adrenergik 1D , tanpa perubahan pada afinitas reseptor adrenergik a,o. Efek 17 13 estradiol ini disebabkan menurunnya ekspresi IGF-I yang mempengaruhi ekspresi reseptor adrenergik 1D di lapisan otot polos aorta yang tampak pada pemeriksaan pewamaan imunohistokimia dan blotting, sehingga terbukti efek 17 estradiol terhadap respon kontraksi otot polos aorta setelah stimulasi reseptor adrenergik 1Dkemungkinan besar melalui sinyal IGF-I. Hasil Penelitian ini menjadi salah satu dasar untuk menjelaskan terjadinya peningkatan tekanan darah pada wanita menopause dan postmenopause. Penelitian selanjutnya menggunakan penghambat IGF-1 diperlukan, mengingat dengan menurunnya estrogen pada wanita menopause dan postmenopause, akan terjadi peningkatan IGF-1

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 16/06 Nur t
Uncontrolled Keywords: 17 estradiol, adrenergik ,1D receptor, IGF- I, vascular smooth muscle contractility
Subjects: R Medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NURDIANA, 090114578DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAli, MulyohadiUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email nafisa@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 11 Oct 2016 03:40
Last Modified: 12 Jun 2017 21:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31949
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item