PROTEIN HEMAGLUTININ ACINETOBACTER BAUMANNII BERFUNGSISEBAGAI ADHESIN :PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORISHemaglutinin Protein of Acinetobacter baumannii Functioning as an Adhesin(A Laboratory Experimental Study)

NOORHAMDANI AS, 099813100 D (2003) PROTEIN HEMAGLUTININ ACINETOBACTER BAUMANNII BERFUNGSISEBAGAI ADHESIN :PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORISHemaglutinin Protein of Acinetobacter baumannii Functioning as an Adhesin(A Laboratory Experimental Study). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
27.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-noorhamdan-5276-disk19-4.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bakteri Acinetobacter baumannii merupakan bakteri patogen opportunistik atau patogen nosokomial. Sebagai patogen opportunistik, banyak terdapat dilingkungan, air, tanah, kotoran dan bahkan ditubuh manusia. Acinetobacter baumannii dapat menyebabkan infeksi jika menyerang pada orang/individu dengan kondisi jelek. Sedangkan sebagai patogen nosokomial, sering terjadi kolonisasi dan infeksi di rumah sakit, terutama di ruang perawatan intensif. Dapat menyebabkan infeksi pneumonia, ISK, meningitis, septikemi, infeksi luka bakar atau luka operasi. Untuk terjadi infeksi diawali dengan bakteri melekat (adhesi) pada sel hospes, kemudian terjadi multiplikasi, kolonisasi dan akhirnya berkembang menjadi infeksi. Adhesi pada sel hospes diperantarai oleh molekul adhesin yang merupakan faktor virulensi dari bakteri. Adhesin biasanya berupa protein yang berikatan dengan reseptor yang terdapat pada permukaan sel hospes. Kasus infeksi Acinetobacter baumannii makin lama makin meningkat . Tetapi sampai sekarang belum banyak diungkap mekanisme infeksi oleh oleh bakteri Acinetobacter baumannii, khususnya faktor virulensi protein hemaglutinin (PHA) yang berfungsi sebagai adhesin. Penelitian ini bertujuan mengungkap keberadaan PHA yang berfungsi pula sebagai adhesin baik yang berasal dari fimbria atau membran luar (Outer Membrane Protein, OMP) dari bakteri Acinetobacter baumannii yang menyebabkan infeksi pada hospes dan membuktikan bahwa bakteri Acinetobacter baumannii yang memiliki PHA yang berfungsi sebagai adhesin mempunyai kemampuan adhesi pada sel epitel hospes lebih baik dibandingkan Acinetobacter baumannii yang dari lingkungan. Untuk mengungkap hal tersebut dilakukan 2 tahap penelitian. Tahap pertama adalah penelitian pendahuluan untuk mendapatkan protein hemaglutinin dengan cara eksplorasi yang meliputi isolasi bakteri, isolasi protein hemaglutinin dan karakterisasi parsial protein hemaglutinin. Isolasi bakteri Acinetobacter baumannii dengan menggunakan medium sistem dari Microbact, berasal dari spesimen klinik dan lingkungan. Isolasi PHA dengan cara skrining terhadap isolat –isolat Acinetobacter baumannii melalui uji hemaglutinasi (HA) (McGarey and Allerd,1994; Nagayama et a1.,1995; Winarsih dkk.,1997), kemudian isolat terpilih dilakukan pemisahan fimbria dan OMP menggunakan alat omnimixer (Ehara et al.,1987; Sumarno,2000; Santoso, 2002). Karakterisasi PHA meliputi berat molekul dengan SDS-PAGE (Laemmli,1970), uji HA terhadap jenis eritrosit hewan dan manusia, dilakukan uji dot blot dan western blot untuk menentukan sifat imunogenitas dari PHA. Tahap kedua adalah penelitian eksperimental, rancangan acak lengkap yang meliputi uji adhesi (Martino et al.,1995; Nakasone and Iwanaga,1990) dan analisis statistik menggunakan Anova dan program SPSS rel. 10. Uji adhesi untuk menentukan PHA sebagai molekul adhesin dan mengetahui kemampuan adhesi dari jenis bakteri Acinetobacter baumannii penyebab infeksi dan lingkungan. Dari serangkaian penelitian tersebut diatas, dapat dibuktikan hipotesis dan beberapa basil penelitian lain seperti tersebut dibawah ini. - Bakteri Acinetobacter baumannii penyebab infeksi memiliki PHA pada fraksi fimbria dan OMP yaitu PHA dari fimbria dengan berat molekul 16 kDa (PHA-F 16) dan PHA dari fraksi OMP dengan berat molekul 14,5 kDa (PHA-014,5). - PHA-F16 dan PHA-014,5 dari bakteri Acinetobacter baumannii dengan uji adhesi terbukti berfungsi sebagai molekul adhesin, selanjutnya masing-masing disebut sebagai AF16 dan AO14,5. Protein adhesin AF16 dan AO14,5 dimiliki oleh galur bakteri Acinetobacter baumannii yang memberikan uji HA positif, sedangkan bakteri Acinetobacter baumannii yang memberikan uji HA negatif tidak memiliki protein tersebut. - Bakteri Acinetobacter baumannii penyebab infeksi memiliki kemampuan adhesi pada enterosit lebih baik dari pada bakteri Acinetobacter baumannii yang berasal dari lingkungan yang tidak memiliki protein tersebut (p<0,05). - Protein hemaglutinin fimbria 16 kDa (PHA-F16) dan PHA-014,5 disamping berfungsi sebagai molekul adhesin juga bersifat imunogenik. - Kemampuan protein adhesin AF16 dan AO14,5 didalam melakukan adhesi pada sel hospes, diduga bersifat sinergistik. -Kedua protein adhesin AF16 dan AO14,5 dengan uji sensitivitas oleh mannose adalah resisten (mannose rasistant), sehingga diyakini reseptor terhadap kedua protein adhesin tersebut bukan mannose. Karena PHA-F16 dari fraksi fimbria yang mampu mengaglutinasi eritrosit manusia (golongan darah 0) dan termasuk mannose resistant, maka fimbria bakteri Acinetobacter baumannii cenderung memiliki karakteristik seperti fimbria tipe P. Didapatkan frekwensi yang cukup mengkawatirkan dari bakteri Acinetobacter baumannii berasal dari klinik yang dengan uji HA positif didapatkan sebesar 29,63 — 37,14 %. Mengingat basil uji HA positif berkaitan erat dengan kemampuan bakteri menghasilkan adhesin sebagai faktor virulensi, maka perlu kewaspadaan terhadap kejadian infeksi nosokomial yang disebabkan oleh Acinetobacter baumannii. Didapatkan basil bahwa antara isolat-isolat klinik Acinetobacter baumannii dengan uji HA positif dalam melakukan adhesi pada sel enterosit adalah tidak berbeda bermakna (p>0,05), menunjukkan bahwa kemampuan isolat-isolat klinik tersebut dalam melakukan adhesi pada sel hospes adalah sama. Tetapi jika isolat-isolat klinik dengan uji HA positif dibandingkan dengan isolat Acinetobacter baumannii yang memberikan uji HA negatif, didapatkan basil statistik berbeda bermakna (p<0,05). Didukung dengan pemeriksaan SDS¬PAGE dan imunobloting pada strain Acinetobacter baumannii yang uji HA negatif tidak menunjukkan adanya protein adhesin F16 dan 014,5 sebagai faktor virulensi, sehingga mengindikasikan uji HA dapat sebagai uji saring dalam menentukan sifat virulensi dari Acinetobacter baumannii dalam menyebabkan infeksi. Menunjukkan pula bahwa betapa pentingnya faktor virulensi adhesin dalam proses menyebabkan infeksi. Menunjukkan dugaan kuat bahwa isolat-isolat Acinetobacter baumannii-HA positif memiliki molekul protein adhesin yang sama(AF16 dan A014,5), dapat berikatan dengan molekul reseptor pada permukaan sel enterosit yang komplementer dan molekul reseptor tersebut bukan dari mannose.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 19/04 Noo p
Uncontrolled Keywords: Acinetobacter baumannii, hemagglutinin protein, adhesin
Subjects: R Medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NOORHAMDANI AS, 099813100 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 30 Oct 2016 20:08
Last Modified: 11 Jul 2017 15:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/31969
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item