MODEL TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DARI KELUARGA BERPENGHASILAN RENDAH DI PEMUKIMAN PADAT PERKOTAAN (Suatu kajian analisis epidemiologi pada masyarakat Madura dan Jawa di Kecamatan Semampir Kota Surabaya)

YUSWIANTO, 090114576 D (2006) MODEL TERJADINYA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DARI KELUARGA BERPENGHASILAN RENDAH DI PEMUKIMAN PADAT PERKOTAAN (Suatu kajian analisis epidemiologi pada masyarakat Madura dan Jawa di Kecamatan Semampir Kota Surabaya). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
21.pdf

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-yuswianto-3661-disk25-7.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat ini merupakan penyebab utama kematian anak di dunia. Penyakit ini menjadi masalah utama pada anak di negara berkembang dan terjadi pada usia di bawah lima tahun. Di negara berkembang kesakitan dan kematian akibat ISPA bagian bawah mencapai 25%-50%. Angka kesakitan ini lebih tinggi lagi pada daerah berpenduduk padat. Angka kejadian penyakit ISPA pada anak di kota Surabaya cukup tinggi. Infeksi pernapasan akut menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak. Di wilayah Kecamatan Semampir dengan penduduk sangat padat, sekitar 41,89% penyakit pada anak disebabkan oleh penyakit akut pada saluran pernapasan atas. Sementara ini belum ditemukan suatu model spesifik untuk menjelaskan terjadinya penyakit ISPA pada balita di daerah pemukiman padat dan sebagian besar masyarakatnya berpenghasilan rendah. Tujuan umum penelitian ini adalah mengembangkan model terjadinya penyakit ISPA pada balita dari keluarga berpenghasilan rendah bertempat tinggal di pemukiman padat perkotaan untuk dijadikan pertimbangan melakukan intervensi. Tujuan umun dicapai melalui beberapa tujuan khusus sebagai berikut: . 1) membuktikan pengaruh langsung faktor kondisi udara dalam rumah, mikroorganisme dalam rumah, perilaku kesehatan, dan keadaan balita terhadap kejadian ISPA; 2) membuktikan pengaruh langsung faktor kepadatan penghuni dalam rumah, kondisi udara dalam rumah, kualitas bangunan rumah, dan perilaku kesehatan terhadap mikroorganisme dalam rumah; 3) membuktikan pengaruh langsung faktor sosial ekonomi dan perilaku kesehatan terhadap kepadatan penghuni dalam rumah: 4) membuktikan pengaruh langsung faktor kepadatan penghuni dalam rumah, kualitas bangunan rumah dan perilaku kesehatan terhadap kondisi udara dalam rumah; 5) membuktikan pengaruh langsung faktor perilaku kesehatan terhadap kualitas bangunan rumah; 6) membuktikan pengaruh langsung faktor sosial ekonomi dan perilaku kesehatan terhadap keadaan balita; 7) membuktikan pengaruh langsung faktor sosial ekonomi terhadap kepadatan penghun dalam rumah, kualitas bangunan rumah, perilaku kesehatan dan keadaan balita; 8) mengidentifikasi faktor yang dominan berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita; 9) mengetahui perbedaan model terjadinya ISPA pada balita dari keluarga Madura dan Jawa. Guna mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian menggunakan pendekatan epidemiologi lingkungan dengan rancangan prospective study. Sampel diambil sebesar 202 balita dari keluarga berpenghasilan rendah dengan cara acak sederhana. Sampel diklasifikasi menjadi dua kelompok, yakni 101 balita dari keluarga Madura dan 101 keluarga Jawa. Data diambil melalui observasi dan wawancara menggunakan instrumen kuesioner serta pengukuran langsung dengan alat Settling dan Air Sampler Empinger. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji t, Analisis varian dan Mann Whitney-U. Uji model digunakan teknik statistik model persamaan struktural (Structural Equation Modelling/SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model terjadinya ISPA pada balita dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, kepadatan penghuni rumah, kondisi udara dalam rumah, mikroorganisme dalam rumah, perilaku kesehatan dan keadaaan balita; 2) faktor kondisi udara dalam rumah, mikroorganisme dalam rumah, perilaku kesehatan, dan keadaan balita berpengaruh secara langsung terhadap kejadian ISPA dan secara simultan keempat faktor berpengaruh terhadap terjadinya ISPA sebesar R2 = 0,27 atau 27%; 3) faktor kondisi udara dalam rumah, perilaku kesehatan, dan tingkat kepadatan penghuni rumah secara langsung berpengaruh terhadap mikroorganisme dalam rumah, sedangkan kualitas bangunan rumah secara langsung tidak berpengaruh terhadap mikroorganisme dalam rumah; 4) faktor perilaku kesehatan secara langsung tidak berpengaruh terhadap kepadatan penghuni rumah; 5) faktor kepadatan penghuni dalam rumah, kondisi udara dalam rumah, kualitas bangunan rumah, dan perilaku kesehatan berpengaruh secara langsung terhadap mikroorganisme dalam rumah dan secara simultan keempat faktor berpengaruh terhadap mikroorganisme dalam rumah sebesar R2 = 0,43 atau 43%; 6) faktor perilaku kesehatan secara langsung tidak berpengaruh terhadap kualitas bangunan rumah; 7) faktor perilaku kesehatan secara langsung tidak berpengaruh terhadap keadaan balita; 8) faktor sosial ekonomi secara langsung berpengaruh terhadap kepadatan penghuni rumah, kualitas bangunan rumah, perilaku kesehatan dan keadaan balita; 9) faktor yang dominan berpengaruh terhadap terjadinya ISPA adalah kondisi udara dalam rumah. Kesimpulan: Terjadinya ISPA pada balita secara langsung dipengaruhi oleh faktor kondisi udara dalam rumah, mikroorganisme dalam rumah, perilaku kesehatan, dan keadaan balita, sedangkan faktor sosial ekonomi, kepadatan penghuni rumah, dan kualitas bangunan rumah berpengaruh secara tidak langsung dan faktor yang dominan adalah mikroorganisme dalam rumah. Terdapat perbedaan model terjadinya ISPA pada balita dari keluarga Madura dan Jawa.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 25/07 Yus m
Uncontrolled Keywords: Model, acute respiratory infection, underfrves, lower income, crowded
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
YUSWIANTO, 090114576 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSoedarto, Prof., H., dr., DTM&H., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorJ. Mukono, Prof., Dr., H., dr., MS., MPHUNSPECIFIED
ContributorJohan Silas, Prof., Ir., ArstUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 19 Oct 2016 01:22
Last Modified: 14 Jun 2017 17:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32008
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item