MODIFIKASI FORMULA INDEKS SUHU BASAH DAN BOLA (ISBB) DAN PENENTUAN INDIKATOR HEAT STRAIN BAGI TENAGA KERJA YANG TERPAPAR PANAS

Y. DENNY ARDYANTO. W., 090114545 D (2006) MODIFIKASI FORMULA INDEKS SUHU BASAH DAN BOLA (ISBB) DAN PENENTUAN INDIKATOR HEAT STRAIN BAGI TENAGA KERJA YANG TERPAPAR PANAS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22.pdf

Download (170kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2009-ydennyardy-9533-disk25-8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tekanan panas (heat stress) merupakan gabungan pengukuran iklim kerja dan beban kerja. Respons fisiologis akan terjadi bila tenaga kerja bekerja di lingkungan kerja yang panas. Adapun respons fisiologis tersebut adalah : kenaikan suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, pengeluaran keringat dan penurunan berat badan. Salah satu cara mengevaluasi tekanan panas dengan menggunakan Indeks Suhu Basah Dan Bola (ISBB). Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No: Kep-51/Kep/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Kerja menyatakan bahwa ISBB digunakan untuk menilai lingkungan kerja yang panas. Nilai ISBB dihitung berdasarkan formula matematis dan di evaluasi berdasar Nilai Ambang Batas (NAB) yang diperkenankan. NAB merupakan batas aman bagi tenaga kerja untuk bekerja di lingkungan kerja yang panas. Bila terjadi peningkatan suhu tubuh > 38°C tenaga kerja. tidak diperkenankan untuk melanjutkan pekerjaan. Formula matematis ISBB dan NAB yang digunakan di Indonesia, diadopsi dari American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) Amerika Serikat yang sangat berbeda dengan Indonesia. Banyak penelitian yang merekomendasi perlu adanya koreksi terhadap NAB tesebut bahkan ACGIH merekomendasikan untuk mengkoreksi NAB dan formulanya bila digunakan di luar Amerika. Tujuan umum penelitian ini adalah menentukan indikator heat strain selain suhu tubuh, menemukan formula matematis dan sekaligus indikator baru ISBB serta nilai ambang batas ISBB yang sesuai untuk tenaga kerja di Indonesia. Pancangan penelitian adalah observasional secara cross sectional dan hasilnya di analisis inferensial. Penelitian dilakukan pada perusahaan dan tenaga kerja yang bersedia untuk diteliti. Ada lima perusahaan dan 122 orang tenaga kerja yang sesuai dengan syarat yang bersedia untuk di teliti. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 26 orang yang mengalami heat strain. Hasil analisis faktor konfirmatori bahwa respons fisiologis yang dapat digunakan sebagai indikator heat strain selain suhu tubuh adalah perubahan denyut nadi. Hasil analisis diskriminan bahwa suhu tubuh dan perubahan denyut nadi dapat menjadi indikator heat strain dengan ketepatan klasifikasi sebesar 97,5% dan rumus D = - 0,425 + (0,096 x perubahan denyut nadi) untuk mengetahui batas kritis frekuensi denyut nadi. Berdasar perhitungan dengan rumus tersebut didapatkan titik kritis sebesar 7, sehingga pertambahan denyut nadi sebesar 7 denyut/menit dapat sebagai titik kritis tedadinya heat strain dan dapat digunakan bila diketahui denyut nadi awal. Bila denyut nadi awal tidak diketahui, maka titik kritis yang digunakan sebesar 105. Nilai 105 didapat dari hasil analisis deskriptif yati jumlah nilai rerata denyut nadi sel.una bekeda dengan simpangan baku (92,65 + 11,56 = 104,21 ;≈ 105). Berdasar analisis regresi logistik didapatkan hasil bahwa semua indikator iklim kerja berpengaruh terhadap kejadian heat strain. Pengaruh yang paling kuat adalah kecepatan angin (p = 0,001), sedangkan pengaruh paling lemah adalah suhu basah (1) = 0,087). Untuk mendapatkan formula matematis ISBB, dilakukan analisis faktor l:onfirmatori dengan hasil formula matematis ISBB modifikasi sebagai berikut: ISBB = (0,32 x Suhu basah) + (0,37 x Suhu keying) + (0,31 x Suhu bola). Berdasar hasil analisis regresi logistik didapatkan NAB untuk ISBB modifikasi sebesar 37,1°C dan ISBB lama sebesar 33,3°C. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa kedua formula dapat digunakan dengan baik, akan tetapi memiliki nilai ambang ter adinya heat strain yang berbeda. Dengan memperhatikan pengaruh kecepatan angin dan kelembaban udara dilakukan analisis untuk mencari nilai ambang ISBB baik untuk formula modifikasi maupun formula lama. Untuk kecepatan angin dibedakan dengan kategori < 0,5 m/detik dan >_ 0,5 m/detik sedang kelembaban udara dibuat kategori < 58,6% dan >_ 58,6%. Nilai ambang batas ISBB modifikasi berdasar kecepatan angin < 0,5 m/dt dan kelembaban udara < 58,6% sebesar 42,75°C, sedang ISBB lama sebesar 38,95°C. NAB ISBB modifikasi berdasar kecepatan angin > 0,5 m/dt dan kelembaban udara < 58,6% sebesar 35,00°C, sedang ISBB lama sebesar 31,82°C. NAB ISBB modifikasi berdasar kecepat Ln angin > 0,5 m/dt dan kelembaban udara >_ 58,6% sebesar 35,45°C dan ISBB lama sebesar 32,50°C. Penelitian ini menemukan formula matematis Indeks Suhu Basah Dan Bola modifikasi dan Nilai Ambang Batas Baru yang lebih mudah digunakan dan sesuai untuk tenaga ker a di Indonesia. Pemasangan alarm di lingkungan ker a yang panas berdasar nilai ISBB modifikasi dapat digunakan untuk pengendalian secara teknik heat stress.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 25/08 YDe m
Uncontrolled Keywords: heat stress, heat strain, threshold limit value, WBGT index
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Y. DENNY ARDYANTO. W., 090114545 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTjipto Suwandi, Prof., Dr., H., dr., M.OH., SpOKUNSPECIFIED
ContributorKuntoro, Prof., H., M.P.H., Dr., PHUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 19 Oct 2016 01:18
Last Modified: 14 Jun 2017 17:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32009
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item