KLASIFIKASI IMUNOLOGIS DERAJAT ASMA ALERGI KRONIK BERDASARKAN INTERLEUKIN (IL)-4, INTERLEUKIN (IL)-5 DAN EOSINOPHIL CATIONIC PROTEIN (ECP) DALAM SPUTUM

EDDY SURJANTO, 099712375 D (2005) KLASIFIKASI IMUNOLOGIS DERAJAT ASMA ALERGI KRONIK BERDASARKAN INTERLEUKIN (IL)-4, INTERLEUKIN (IL)-5 DAN EOSINOPHIL CATIONIC PROTEIN (ECP) DALAM SPUTUM. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
32.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-surjantoed-5230-disk27-5.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asma merupakan inflamasi kronik saluran napas. Klasifikasi yang ada saat ini berdasarkan atas gejala klinik dan faal paru, bukannya inflamasi. Sel inflamasi yang berperan ialah limfosit T helper yaitu Th2. IL -4 menginduksi Th2. Th2 melepaskan IL-5 yang berperan pada eosinofil. Eosi nofil yang teraktivasi melepaskan eosinophil cationic protein (ECP). ECP menyebabkan kerusakan epitel saluran napas. Penilaian inflamasi saluran napas dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Penilaian langsung saluran napas dapat dilakukan dengan induksi sputum. lnduksi sputum dilakukan dengan inhalasi saline hipertonik mempergunakan nebulizer ultrasonik. Induksi sputum merupakan pemeriksaan tidak invasif serta aman walaupun pada asma berat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun klasifikasi asma alergi kronik berdasarkan variabel imunologis yang diharapkan dapat menjadi dasar penatalaksanaan asma yang lebih sesuai. Sebagai kasus ialah 35 penderita asma alergi yang berobat di Poliklinik Asma Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RSUP Persahabatan Jakarta. Kasus tersebut memenuhi kriteria diagnostik asma menurut GINA tahun 2002 serta kriteria alergi ialah test kulit positip terhadap aero alergen dan kadar IgE total di atas batas normal. Sebagai kontrol ialah 30 orang tanpa tanda alergi yang dibuktikan dengan test kulit negatip terhadap aero allergen serta kadar IgE dalam batas normal. Sebagai variabel imunologis ialah IL -4, IL-5 dan ECP dalam sputum. Analisis data meliputi uji t, uji beda, manova, analisis diskriminan serta analisis cluster. Hasil penelitian menunjukkan antara kasus dan kontrol tidak terdapat perbedaan umur, jenis kelamin dan terdapat perbedaan IgE. Pada induksi sputum tidak didapatkan efek samping. IL -4 sputum dapat diukur secara kualitatif pada 77,14% kelompok kasus dan 73,33% kelompok kontrol, IL-5 sputum pada 34,29% kelompok kasus dan 33,33% kelompok kontrol, ECP sputum pada semua kasus dan 96,66% kelompok kontrol. Pada uji beda terdapat perbedaan bermakna antara ECP sputum kasus dan kontrol. Dengan analisis diskriminan ECP sputum menjadi variabel pembeda antara asma alergi kronik dan bukan asma alergi kronik. Pada analisis cluster berdasarkan ECP sputum dihasilkan 3 kelompok yang menjadi dasar klasifikasi imunologis Dari penelitian ini dapat disimpulkan ECP sputum dapat ditemukan pada semua kasus. ECP dalam sputum terinduksi berbeda antara penderita asma alergi kronik dengan bukan penderita asma alergi kronik, ECP dalam sputum terinduksi menjadi variabel pembeda (diskriminator) penderita asma alergi kronik dengan bukan penderita asma alergi kronik. ECP dalam sputum terinduksi penderita asma alergi kronik dapat menjadi dasar klasifikasi derajat asma alergi kronik. Berdasarkan ECP sputum disusun klasifikasi imunologis terdiri dari 3 kelompok yaitu rendah, sedang dan tinggi. Keberadaan ECP menandakan bahwa eosinofil teraktivasi yang berarti terjadi degranulasi eosinofil. Degranulasi eosinofil melepaskan granola protein, produk lipid, sitokin dan faktor pertumbuhan. Pemeriksaan kadar ECP merupakan pemeriksaan yang obyektif. Kadar ECP mencerminkan derajat proses inflamasi saluran napas. Klasifikasi imunologis berdasarkan ECP sputum diharapkan dapat menjadi pedoman untuk memonitor derajat inflamasi dan indikator asma sudah terkontrol pada penderita dengan faal paru normal. Selanjutnya dapat dilakukan penelitian untuk pemantauan eksaserbasi dan uji klinis penggunaan klasifikasi imunologis berdasarkan ECP sputum.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 27/05 Sur k
Uncontrolled Keywords: Asthma classification, induced sputum, eosinophil cationic protein
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
EDDY SURJANTO, 099712375 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKonthen, Prof., Dr., PG., dr., SpPD-KAIUNSPECIFIED
ContributorM.Amin, Prof., Dr., dr., SpP(K)UNSPECIFIED
ContributorSuhartono Taat Putra, Prof., Dr., dr., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 17 Oct 2016 07:16
Last Modified: 14 Jun 2017 18:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32019
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item