PERUMUSAN INDEKS LINGKUNGAN FISIK UNTUK PREDIKSI PENINGKATAN KASUS MALARIA (STUDI KASUS MALARIA DI KABUPATEN PACITAN PROPINSI JAWA TIMUR)

RIRIH YUDHASTUTI, 09991640 D (2005) PERUMUSAN INDEKS LINGKUNGAN FISIK UNTUK PREDIKSI PENINGKATAN KASUS MALARIA (STUDI KASUS MALARIA DI KABUPATEN PACITAN PROPINSI JAWA TIMUR). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
7.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-yudhastuti-5383-disk31-5.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria adalah penyakit yang re-emerging (penyakit yang timbul kembali) dan masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini masih merupakan ancaman dan mempengaruhi tingginya angka kematian bayi, anak di bawah lima tahun, ibu melahirkan serta dapat menurunkan produktivitas kerja. Di Jawa dan Bali dengan metode pembasmian malaria (1959 - 1968) insiden malaria dapat ditekan sehingga API (Annual Paracite Incidence) mencapai 0,16 °/oo penduduk pada tahun 1968. Namun dengan berakhimya metode Pembasmian menjadi metode Pemberantasan, malaria kembali menunjukkan peningkatan API sehingga menjadi 4,19 °/oo pada tahun 1973. Hal ini juga sebagai akibat upaya penemuan penderita yang semakin intensif. Selanjutnya malaria dapat ditekan sampai pada API 0,30 °/oo pada tahun 1998. Di Jawa Timur pada tahun 1998 insiden malaria telah mencapai 0,03 °/oo penduduk. Pada tahun 1999/2000 insiden mulai meningkat kembali hingga 0,14 °/oo. Dan hasil pengamatan vektor dengan cars Longevity survey, kepadatan vektor relatif cukup tinggi terutama vektor An. aconitus. Hal ini menyebabkan adanya kasus baru malaria (kasus indigenosa) yang tinggi pula yaitu berkisar 3,28% - 4,68%. Adanya kasus indigenosa yang tinggi membuktikan bahwa transmisi/penularan plasmodium malaria masih terjadi di wilayah kabupaten Pacitan. Kasus indigenosa yang semula diawali dengan adanya kasus import tersebut perlu diwaspadai karena tersebar di banyak desa reseptif yaitu desa yang potensial untuk terjadinya malaria karena disitu ditemukan vektor malaria. Apabila dihubungkan dengan angka kepadatan vektor di Kabupaten Pacitan yang cukup tinggi yaitu 0,24 - 3,84 untuk An. aconitus kemungkinan timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit malaria sangat besar apabila tidak ada banyak langkah penanggulangan yang tepat . Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan latar belakang masalah tersebut dirumuskan permasalahan utama yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Dapatkah di rumuskannya suatu indeks lingkungan fisik yang dapat memprediksi peningkatan kasus malaria di suatu daerah endemis seperti Pacitan ? Tujuan umum penelitian ini adalah perumusan indeks lingkungan dengan mengkaji faktor utama tidak langsung dan faktor langsung terhadap peningkatan kasus malaria di daerah endemis. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah : 1) Mengkaji faktor utama tidak langsung seperti faktor lingkungan fisik klimatologis, faktor lingkungan kimiawi, faktor biologis, sosioekonomi dan tata letak kandang, kontruksi rumah, pekerjaan dan pendidikan terhadap peningkatan kasus malaria di daerah endemis, 2) Mengkaji berbagai faktor langsung seperti angka gigitan nyamuk pada manusia, angka pembawa gametosit, lamanya daur sporogonik dan angka mampu hidup harian terhadap peningkatan kasus malaria di daerah endemis, 3) Merumuskan indeks lingkungan fisik untuk memprediksi peningkatan kasus malaria di daerah endemis. Rancangan penelitian ini merupakan ecological study dengan rancangan time series. Subyek penelitian ini kelompok masyarakat yang memiliki karakteristik yang sama (equal population area). Penelitian untuk menyusun indeks lingkungan fisik dengan cara menjelaskan hubungan sebab antara variabel bebas dalam hal ini faktor lingkungan fisik, kimia, biologi dan sosioekonomi dengan variabel tergantung yaitu peningkatan kasus malaria (API,MoPI,MBR) pada daerah endemis malaria. Data yang diperoleh dianalisis secara diskriptif dan analisis multivariat. Analisis multivariate dilakukan secara Confirmatory Factor Analysis untuk menentukan beberapa faktor yang berkaitan dengan indeks lingkungan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa variabel salinitas air lagun, pH air lagun, salinitas air sungai, pH air sawah, salinitas air sumber mata air, adanya musuh alami vektor, dan konstruksi rumah memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan kasus malaria indigenosa. Akan tetapi untuk mendapatkan indeks lingkungan fisik , dilakukan konfirmasi terhadap beberapa variabel tersebut ditambah dengan memasukkan variabel temperatur dan pH air sungai pada analisis. Analisis faktor konfirmaton dilakukan untuk tujuan tersebut. Sebelumnya dilakukan pengkategorian data kontinyu seperti temperatur, salinitas, pH dan konstruksi rumah. Pengkategorian dilakukan dengan menghitung nilai batas (titik kritis) masing-masing variabel kontinyu untuk probabilitas kasus yang terjadi (p=0,28125). Sedangkan variabel lainnya adalah sebagai pelengkap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Faktor utama tidak langsung seperti faktor lingkungan fisik yang meliputi klimatologis, curah hujan dan kelembaban tidak berhubungan dengan peningkatan kasus malaria malaria, tetapi faktor lingkungan fisik yaitu temperatur atau suhu berhubungan dengan peningkatan kasusmalaria, sehingga temperatur atau suhu dapat digunakan sebagai indeks lingkungan fisik. Untuk pH air lagun, air sungai dan air sawah serta salinitas air lagun, salinitas air sungai, salinitas sumber mata air berhubungan dengan peningkatan kasus malaria. Sehingga pH air lagun, air sungai dan air sawah serta salinitas air lagun, salinitas air sungai, salinitas air sumber mata air dapat digunakan sebagai indeks lingkungan fisik dan dapat untuk memprediksi peningkatan kasus malaria. Faktor sosio ekonomis seperti pekerjaan, pendidikan, mobilitas penduduk, pengetahuan, sikap dan tindakan serta pola pencanan pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan peningkatan kasus malaria .Indeks lingkungan fisik untuk daerah endemis di kabupaten Pacitan didapatkan dengan model matematis / perumusan sebagai berikut : Indeks Lingkungan kabupaten Pacitan = (-0,75 x Musuh Alami) + (-0,70 x Z score Salinitas Lagun) + (0,60 x Z score pH lagun) + (-0,70 x Z score Salinitas Sungai) + (0,60 x Z score pH Sungai) + (-0,66 x Z score Salinitas Mata Air) + (0,70 x Z score pH Sawah) Sedangkan indeks lingkungan fisik untuk daerah pantai dan sawah perumusannya sebagai berikut : Indeks Lingkungan (pantai) = (-0,75 x Musuh Alami) + (-0,70 x Z score Salinitas Lagun) + (0,60 x Z score pH lagun) + (-0,70 x Z score Salinitas Sungai) + (0,60 x Z score pH Sungai) + (-0,66 x Z score Salinitas Mata Air) + (0,70 x Z score pH Sawah) Indeks Lingkungan (sawah) = (0,63 x Z score Curah hujan) + (-0,75 x Musuh Alami) + (-0,70 x Z score Salinitas Lagun) + (0,60 x Z score pH lagun) + (-0,70 x Z score Salinitas Sungai) + (0,60 x Z score pH Sungai) + (-0,66 x Z score Salinitas Mata Air) + (0,70 x Z score pH Sawah) Disarankan untuk memperbaiki lingkungan tempat tinggal dan pemukiman penduduk terutama di daerah yang sering terjadi kasus malaria. Melaporkan kepetugas kesehatan bila ada yang terkena kasus malaria agar cepat dilakukan tindakan preventif malaria agar tidak Iebih meluas ke daerah lain. Agar bisa mencegah terjadinya peningkatan kasus atau KLB malaria yang dewasa ini masih sering terjadi dan mengancam beberapa wilayah endemis malaria, perlu kiranya Direktorat Jendral Pencegahan dan Penularan Penyakit Menular dan Penyehatan Perumahan Pemukiman (PPM-PLP), Departemen Kesehatan RI, mempertimbangkan indikator lingkungan ini untuk mengaplikasikan sistim pengamatan malaria berbasis lingkungan yang dikembangkan melalui penelitian ini, sebagai altematif pengendalian penyakit malaria. Penelitian sejenis yang menekankan pada aspek geografis lengkap serta didukung dengan data yang lebih multitemporal dan lebih lengkap, perlu dilakukan untuk menyempurnakan dan memantapkan aplikasi sistim malaria berbasis lingkungan seperti yang dikembangkan melalui penelitian ini.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 31/05 Yud p
Uncontrolled Keywords: Physical Environment Index, Annual Parasite Incidence (API) . malaria Controlling
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
RIRIH YUDHASTUTI, 09991640 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYoes Priyatna Dachlan, Prof., Dr., dr., MScUNSPECIFIED
ContributorSugeng Juwono Mardihusodo, Prof., dr., DAP&E., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 11 Oct 2016 06:43
Last Modified: 14 Jun 2017 21:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32042
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item