PENGARUH PENURUNAN KADAR FAKTOR NATRIURETIK ATRIUM DI DALAM DARAH TERHADAP TERJADINYA GANGGUAN FAAL GINJAL SETELAH DRENASE INTERNA DUKTUS KOLEDOKUS PADA KASUS IKTERUS OBSTRUKTIF LANJUT : Penelitian Eksperimental Laboratoris

M. SOEMARKO, 099813225 D (2002) PENGARUH PENURUNAN KADAR FAKTOR NATRIURETIK ATRIUM DI DALAM DARAH TERHADAP TERJADINYA GANGGUAN FAAL GINJAL SETELAH DRENASE INTERNA DUKTUS KOLEDOKUS PADA KASUS IKTERUS OBSTRUKTIF LANJUT : Penelitian Eksperimental Laboratoris. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
13.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-soemarkom-5227-disk34-2.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Para penderita ikterus obstruktif ekstrahepatal yanng lanjut bilamana dilakukan suatu drenase bilier interna akan menimbulkan resiko yang tinggi untuk terjadinya gagal ginjal akut dan berpotensi untuk meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Gagal ginjal akut pada pasien ikterus obstruktif secara hipotetis disebabkan oleh gangguan keseimbangan kadar ANF dan ET-1 pada ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan kemaknaan serta patofisiologi terjadinya gagal ginjal akut setelah dilakukan , drenase bilier interna (DI) pada model eksperimental binatang dengan ikterus obstruktif yang lanjut. I. Penelitian Pendahuluan : Tikus Wistar jantan dan betina deWasa (Bobot 203-226g, usia 20-24 mgg), n = 36 (18 pasang) tikus.Kesemuanya diligasi duktus koledokusnya (LDK). Kemudian dilakukan drenase interna (DI) pada 2 pasang tiktts yang masing masing dilakukan pada hari ke 7, 14,17,21,25,28,31 dan hari ke 35 pasca LDK. D,idapatcan hasil bahwa semua tikus yang dilakukan DI dari hari ke 7 sampai ke 21 tetap dalam keadaan sehat sampai akhir penelitian , begitu pula 2 pasang tikus kontrol yang hanya dilakukan LDK saja. Tetapi keadannya berbeda pada tikus yang dilakukan DI pada hari ke 25 sampai hari ke 35 pasca LDK, didapatkan suatu peningkatan angka kematiah yang disebabkan terjadinya suatu gagal ginjal akut. Hasil ini dibuktikarl derigan pemeriksaan histopatologis yang menunjukkan adanya kerusakan glomerulus dan tubulus kroksimal pada 10 ekor tikus yang mati. Dari data data yang didapatkan mendukung hipotetis yang menyatakan bahwa DI pada ikterus obstruktif lanjut akan menyebabkan peningkatan resiko terjadinya gagal ginjal akut. II. Penelitian Utama : Tikus Wistar jantan dan betina dewasa (bobot 190-220 gram dan usia 20-24 minggu), n=20 (5 pasang) ekor tikus. Pasangan 1 (4 tikus) diperlakukan untuk kontrol (Ao) , Pasangan ke 2 untuk shamed operation (Al). Pada pasangan ke 3 (A2),4 (A3), dan ke 5 (A4) dilakukan ligasi duktus koledokus (LDK). Kelompok A2 diperlakukan sebagai kontrol LDK. Kelompok perlakuan A3 pada hari ke 14 pasca LDK dilakukan pembedahan ulang untuk DI dengan memasang stent antara duktus koledokus dengan duodenum. Pada kelompok perlakuan A4 dilakukan DI dengan tehnik yang sama pada hari ke 35 pasca LDK. Pada hari ke 38 pasca LDK semua ke 20 ekor tikus dikorbankan. Pada semua tikus dilakukan pemeriksaan ANF dan ET-1 pada serumnya dengan metoda ELISA. Pemeriksaan kadar ANF dan ET-1 pads jaringan ginjal dilakukan dengan memakai pengamatan pewarnaan imunohistokimia (IHS). Kadar ANF dan ET-1 pada sirkulasi darah dan jaringan ginjal untuk perlakuan Ao,A1 dan A3 didapatkan kadarnya normal, tetapi ada perlakuan A4 konsentrasi ET-1 pada glomeruli ginjal jauh lebih tinggi dari normal secara bermakna (p=0,0001) dan kadar ANF pada glomerulus ginjal lebih rendah dari normal (p=0,0001). Data data dari percobaan tikus ini membuktikan bahwa drenase interna pads ikterus obstruktif ekstra hepatal yang lanjut menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan kadar ANF dan ET-1 sehingga memicu terjadinya gagal ginjal akut. Kesimpulan yang didapatkan bahwa drenase interna duktus koledokus pada kasus ikterus obstruktif lanjut akan mengakibatkan penurunan kadar ANF sirkulasi dengan kadar ET-1 dalam ~., jaringan otot polos dan endotel vaskuler ginjal tetap tinggi mengakibatkan gangguan faal ginjal iskemik yang menyebabkan gagal ginjal akut.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis.K.01/15 Soe p
Uncontrolled Keywords: ANF, ET-1. , Delayed Internal Drainage, Acute Renal Failure
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
M. SOEMARKO, 099813225 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPuruhito, Prof., Dr., Med., dr., Sp.BU., Sp.BTKVUNSPECIFIED
ContributorPUrnomo Suryohudoyo, dr., SpBKUNSPECIFIED
ContributorM. Aris Widodo, Prof., dr., MSc., Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 04 Oct 2016 04:14
Last Modified: 12 Mar 2019 05:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32050
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item