HUBUNGAN ANTARA PENGISIAN BALIK PASIF (PBP)DENGAN INFLAMASI PADA APENDIKS

JOHANES BERCHMANS PRASODJO, 099712379 D (2005) HUBUNGAN ANTARA PENGISIAN BALIK PASIF (PBP)DENGAN INFLAMASI PADA APENDIKS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
14.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-prasodjojo-5272-dis34_05.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Apendiks vermiformis atau usus buntul adalah bagian dari saluran pencernaan yang berhubungan dengan sekum, yang belum jelas kegunaannya (Schwartz, 1989), namun sering kali mengalami proses peradangan yang merugikan_ Gejala klinik radang apendiks umumnya ditandai dengan rasa nyeri pada perut kanan bawah, pada titik Mac Bourney. Tanda klinik ini dipakai sebagai pilihan yang diutamakan untuk tindakan pembedahan (Molmenti, 2002). Baku emas diagnosis radang apendiks adalah pemeriksaan histopatologi. Patogenesis peradangan apendiks belum sepenuhnya jelas (Maingot, 1980). Ada salah satu fenonema patologik pada apendiks berupa pengisian balik pasif (PBP) pada apendiks yang berkaitan dengan peradangan apendiks_ Penelitian ini bertujuan untuk menilai: (1) perbedaan kadar sitokin inflamasi antara kelompok yang ada PBP pada apendiks dengan kelompok yang tidak ada PBP pada apendiks, (2) perbedaan kadar sitokin inflamasi antara kelompok yang ada material fekal (MF) pads apendiks dengan kelompok yang tidak ada MF pada apendiks, (3) hubungan antara PBP pada apendiks dengan MF di dalam lumen apendiks, (4) hubungan antara MF di dalam apendiks dengan sitokin inflami, dan (5) hubungan PBP pads apendiks dengan sitokin inflamasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasional dengan case-control study. Populasi dan sampel: (1) kelompok kasus, adalah pasien dengan diagnosis klinik apendiksitis yang datang ke Rumah Sakit Dokter Moewardi Surakarta, yang ditetapkan berdasar atas kriteria inklusi. (2) kelompok kelola atau kontrol, adalah pasien dengan diagnosis klinik bukan apendiksitis yang diambil secara matching berdasar alas umur dan jenis kelamin terhadap kelompok kasus di Rumah Sakit Dokter Moewardi Surakarta. Penelitian dilaksanakan dengan dasar ethical clerance yang dikeluarkan oleh Panitia Kelaikan Etik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret bersama dengan RSUD Dr.Moewardi Surakarta dengan Nomor: EC/10/07/03 yang menyatakan bahwa penelitian ini laik etik untuk dilaksanakan dan tidak melanggar kode etik kedokteran. Analisis penelitian ini diawali dengan uji homogenitas dan uji normalitas data. Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui tingkcat homogenitas sampel yang diambil Bari populasi, sedang uji normalitas untuk mengetahui tingkat normalitas distribusi data. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan, uji t independent, uji Chi Square dengan koefisien kontingensi, uji korelasi kanonik, dan uji binomial.. Hasil penelitian ini adalah: (1) uji t independent kelompok yang ada PBP dan tidak ada PBP dengan kelompok sitokin inflamasi 1L-lβ, TNF-, IL-6, dan IFN-γ, didapatkan perbedaan bermakna pada TNF-, IL-6, dan IFN-γ (p<0,05). Sedangkan uji t independent kelompok ada PBP dan tidak ada PBP, dengan CRP dan C3, juga didapatkan perbedaan yang bermakna (p<0,05), (2) uji t independent kelompok ada MF dan tidak ada MF dengan kelompok sitokin IL-1β, TNF-, IL-6, dan IFN-γ, didapatkan perbedaan rerata pada IFN-γ dan IL-6 (p<0,05), sedangkan uji t independent kelompok ada MF dan tidak ada MF dengan CRP dan C3 tidak didapatkan perbedaan bermakna, (3) perhitungan statistik analisis korelasi Chi-Square dengan koefisien kontingensi antara PBP dan MF pada kelompok kasus menunjukkan korelasi fenomena PBP dan MF di dalam lumen apendiks cukup kuat (p < 0,05) ,dan koefisien kontingensi sebesar 0,638. (4) uji korelasi kanonik antara kelompok variabel PBP dan MF, dengan kelompok variabel inflamasi ( 1L-Iβ, TNF-, IL-6, IFN-γ, CRP, C3, dan PA) didapatkan angka korelasi MF sebesar 0,501, dan angka korelasi PBP sebesar 0,873. Di antara elemen inflamasi yang diuji yang paling menonjol adalah IFN-y, (5) uji binomial PBP dengan IFN-γyang tinggi dengan cut point 5,58 menunjukkan korelasi yang bermakna (p<0.05), dan (6) uji binomial IFN-γ yang tinggi dengan histopatologi apendiksitis kronik, menunjukkan korelasi yang bermakna (p<0,05). Berdasarkan basil studi, dapat disimpulkan bahwa IFN-γ yang tinggi memberi kontribusi yang berkaitan dengan pengisian balik pasif (PBP) pada apendiks dan material fekal (MF) di dalam lumen apendiks berhubungan dengan inflamasi kronik pada pemeriksaan histopatologi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 34/05 Pra h
Uncontrolled Keywords: Appendicitis, inflammatory cytokines level, passive retrograde filling IFN--y
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
JOHANES BERCHMANS PRASODJO, 099712379 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorM. Soebagjo Singgih, Prof., H. dr., Sp.RadUNSPECIFIED
ContributorI Riwanto, Prof., Dr., dr., Sp.B.(K).DUNSPECIFIED
ContributorSoeprapto Maat, Dr., Drs., MSUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 04 Oct 2016 03:53
Last Modified: 14 Jun 2017 21:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32051
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item