KECEPATAN ASETILASI ISONIAZID SEBAGAI PREDIKSI RISIKO KANKER PARU JENIS SKUAMOSA PADA PEROKOK: Classical epidemiology study

MULYADI, 099712399 D (2003) KECEPATAN ASETILASI ISONIAZID SEBAGAI PREDIKSI RISIKO KANKER PARU JENIS SKUAMOSA PADA PEROKOK: Classical epidemiology study. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-mulyadi-5198-disk48-t.pdf

Download (504kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-mulyadi-5198-disk48-5.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker diseluruh dunia. Kanker paru banyak dihubungkan dengan kebiasaan merokok, 90 % kanker paru merupakan akibat merokok, dan kanker paru jenis skuamosa dianggap paling terkait akibat merokok. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan pada tahun 2020 sebanyak 10 juta kematian dihubungkan dengan akibat merokok. Sebagai salah satu negara produsen sekaligus konsumen rokok di dunia, gangguan kesehatan akibat merokok pada masyarakat Indonesia akan menjadi salah satu masalah kesehatan utama. Risiko seseorang untuk menderita kanker paru berbeda untuk setiap individu, hal ini disebabkan berkaitan dengan variasi metabolisme antara satu orang dengan lainnya. Intermediet metabolit dari Tobacco Specific N - Nitrosamine (TSNA) yang dihasilkan saat merokok dan sangat karsinogenik adalah 4( methylnitrosamino )-l-(pyridil )-l-butanone (NNK) dan N - nitrosonornicotine (NNN). Metabolit NNK dan NNN seperti 7-methylguanine (7 - mG), 06-methylguanine (06-mG) dan 04 methylthymine, merupakan metabolit karsinogenik yang berperan dalam inisiasi terjadinya kanker paru. Besar kecilnya peran metabolit NNK dan NNN berkompetisi dengan detoksifikasi, diantaranya dipengaruhi oleh N-asetiltransferase. Aktivitas N-asetiltransferase dapat ditentukan dengan mengukur fenotip kecepatan asetilasi isoniazid yang menghasilkan asetilator cepat atau asetilator lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kecepatan asetilasi terhadap terjadinya kanker paru jenis skuamosa pada orang Indonesia yang merokok. Karena etika yang tidak memungkinkan kajian ini didesain secara acak dan prospektit, penelitian ini mengacu pada pendekatan postulat Koch melalui pembuktian hubungan : konsistensi; kekuatan asosiasi; waktu; dosis-respeon; spesifik; kemungkinan biologis; kemungkinan epidemiologis. Penelitian ini merupakan suatu “clasical epidemiologi study secara analitik komparatif observasional. Kasus kanker paru skuamosa diambil dari RSUD dr. Soetomo Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi, kelompok kontrol populasi di masyarakat mengacu pada individual matching, kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 30 orang. Variabel penelitian ini adalah fenotip asetilasi cepat, dan fenotip asetilasi lambat. Kecepatan asetilasi ditentukan dengan mengacu pada kadar isoniazid bebas dalam plasma setelah 6 jam ingesti INH 4 mg/kgBB. Bila kadar lebih besar dari 0,4 #956;g/ml diketagorikan asetilasi lambat; bila kurang atau sama dengan 0,4 #956;g/ml dikategorikan asetilasi cepat. Besarnya kadar INH bebas dalam plasma ditentukan dengan high performance liquid chromatography. Hasil yang diperoleh pada kelompok kanker paru skuamosa sebanyak 100 % merupakan asetilator lambat, dibanding pada kelompok kontrol sebanyak 53,33 % asetilator cepat dan 46,67 % asetilator lambat. Hubungan kecepatan asetilasi dengan kanker paru jenis skuamosa dilihat dengan uji lambda; diperoleh #955;= 0,533; SE( #955;) =0,091; T=4,67; p=0,00; jadi p« membuktikan pengaruh kecepatan asetilasi terhadap terjadinya kanker paru jenis skuamosa. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah; pertama : terdapat perbedaan kecepatan asetilasi INH antara kelompok kanker paru jenis skuamosa dengan kelompok kontrol; kedua : perokok yang memiliki asetilasi lambat dibanding perokok yang memiliki asetilasi cepat memiliki kemungkinan yang berbeda untuk menderita kanker paru jenis skuamosa; ketiga : asetilasi lambat memiliki asosiasi kausal dengan terjadinya kanker paru jenis skuamosa pada perokok. Untuk mengurangi risiko menderita kanker paru jenis skuamosa disarankan agar individu asetilator lambat menghindari paparan asap rokok, untuk penelitian lanjutan penulis menyarankan perlu adanya kajian lebih lanjut dengan variabel lebih beragam, agar didapat berbagai kemungkinan sehingga diperoleh gambaran yang lebih luas.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K 48/05 Mul k
Uncontrolled Keywords: Squamous cell lung cancer, acetylation phenotype, isoniazid.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA648.5-767 Epidemics. Epidemiology. Quarantine. Disinfection
R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MULYADI, 099712399 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHood Alsagaff, -UNSPECIFIED
ContributorYoes Prijatna Dachlan, -UNSPECIFIED
ContributorKuntoro, -UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 21 Sep 2016 07:46
Last Modified: 14 Jun 2017 22:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32074
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item