PENGARUH PARTIKEL Pb YANG TERKANDUNG DALAMGAS BUANG MOTOR BAHAN BAKAR PREMIUM TERHADAPRESPONS IMUN MUKOSAL SALURAN PERNAPASAN : PENELITIAN EKSPERIMENTAL PADA MENCIT BALB/ C DENGAN PARADIGMA IMUNOPATOBIOLOGIS

SUDARSO, 099813118 D (2002) PENGARUH PARTIKEL Pb YANG TERKANDUNG DALAMGAS BUANG MOTOR BAHAN BAKAR PREMIUM TERHADAPRESPONS IMUN MUKOSAL SALURAN PERNAPASAN : PENELITIAN EKSPERIMENTAL PADA MENCIT BALB/ C DENGAN PARADIGMA IMUNOPATOBIOLOGIS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-sudarso-5342-disk04-t.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-sudarso-5342-disk04-3.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kondisi udara akan mempengaruhi kondisi kesehatan pernapasan yang menghirup, terutama masyarakat kota, karena faktor adanya pencemaran udara (Stoldt, 1974; Fuggle RF,1992; Ray BT, 1995; Aditama, 2001). Salah satu penyebab utama pencemaran udara di kota adalah asap kendaraan bermotor yang mengandung partikel Pb, yang membahayakan kesehatan (Bailey, 1978; Palar, 1994; KPBB, 2001). Kondisi tersebut diatas dapat menjadi salah satu pemicu dalam menurunkan respons infeksi akut saluran pernapasan. Fakta menunjukkan, bahwa di daerah perkotaan di wilayah Propinsi Jawa Timur , seperti di Surabaya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan lebih tinggi dibanding di daerah lain (Din. Kes.Prop. Jatim, 2000; Din. Kes. Kota Surabaya, 2000). Sebagai pintu awal masuk gas buang ke dalam tubuh adalah saluran pernapasan, dan pula induksi awal pada saluran pernapasan dapat mempengaruhi sistem imun mukosal. Partikel Pb selain ada yang menginduksi sistem imun mukosal, karena diameter partikel dapat langsung masuk ke alveoli (Chanlett, 1979; Lu, 1995). Sejauh ini, pengaruh paparan partikel Pb melalui inhalasi terhadap mekanisme berupa imunopatobiogenesis respons imun mukosal saluran pernapasan belum terungkap dengan jelas. Nilai ambang konsentrasi partikel Pb di udara adalah 2 1.tg/m3 (PP 41, 1999), namun di wilayah Jawa Timur nilai ambang batas lebih tinggi, yaitu sebesar 60 1.tg/m3 (SK. Gub.Jatim No. 129, 1996). Di Surabaya, konsentrasi partikel Pb melebihi ambang batas 2 1ag/m3 , bahkan ada yang melebihi ambang batas 60 µg/m3 , yaitu dalam kisaran >2µg/m3 sampai 80,95 1ag/m3 (BTKL, 1996; Sarudji, 1998; Purwanto, 2001). Potensi paparan Pb di udara, akan selalu meningkat, melihat fakta jumlah kendaraan bermotor yang cenderung meningkat rerata per tahun 5-9 %, baik di Jakarta ataupun di Surabaya (Direktorat LL Kepolisian RI, 1999; Bappeda dan BPS Surabaya, 1999), sedangkan konsumsi bensin di Indonesia 95,47 % adalah bensin jenis premium, yang mengandung Pb (Nukman, 2001). Sumber paparan Pb selain dari kendaraan bermotor, adalah industri pertambangan peleburan sekunder, incenerator, batubara yang mengandung Pb rendah, kegiatan industri yang menghasilkan besi dan baja, dan pemakaian cat. Partikel Pb konsentrasi 10 µg/m3 terbukti mengganggu fungsi makrofag alvaeolar (Bingham, 1973), dan pada konsentrasi 30 µg/m3 menimbulkan kerusakan makrofag alvaeolar, berupa fungsi fagositosis tertekan (Zelikoff, 1993). Pengungkapan mekanisme respons imun mukosal saluran pernapasan dalam konsentrasi rendah pada kisaran >2 - <10 µg/m3 akan memberikan gambaran kondisi sebelum terjadinya gejala klinis, untuk tindakan pencegahan. Beberapa penelitian Pb dilakukan dengan pendekatan toksisitas, yang melihat gangguan yang sistemik dan merusak, namun ada penelitian yang melihat pengaruh respons imun pada saluran pencernaan, dan menimbulkan gangguan imunologi sistemik (Mustaina, 1998; Blakely, 1981; Razani, 1999; Heoy, 1998). Pada penelitian ini, peneliti ingin melihat pengaruh yang terjadi dengan konsentrasi yang diduga akan menimbulkan induksi awal sebelum kejadian dengan pengaturan debit gas, agar mendapatkan konsentrasi partikel Pb dalam gangguan klinis, berdasar konsentrasi ambang batas yang dianjurkan 2 ug/m3 dan konsentrasi kejadian gangguan fungsi sel makrofag alvaeolar 10 ug/m3 atau dalam kisaran >2 ug/m3 - < 10 ug m3 . Kondisi mukosal saluran pernapasan, tidak mempunyai struktur dan fungsi berbeda dengan mukosal saluran pencernaan dalam respons imun lokal (Bienenstock, 1999) , oleh sebab itu peneliti dalam penelitian ini mengabstraksikan kemungkinan akan terjadi di mukosal saluran pernapasan, dengan paradigma imunopatobiologis dengan konsep Pb sebagai stresor, dengan tujuan untuk menjelaskan imunopatobiogenesis respons imun mukosal saluran pernapasan, guna melihat respons imun lokal yang tidak lazim atau menyimpang karena sel imunokompeten yang mengalami stress akibat paparan partikel Pb tersebut. Penelitian yang dilakukan adlah penelitian eksperimen di hewan dengan rancangan yang digunakan adalah the post test only control group design. Alasan menggunakan rancangan disain ini adalah karena semua karakteristik antar unit populasi sama atau homogen dalam hal ini adalah populasi mencit Balb/c dengan karakteristik yang sama, dan untuk kelompok perlakuan dan kontrol memperoleh perlakuan periode waktu yang sama yaitu 30 hari. Paparan berasal dari sumber gas buang motor berbahan bakar premium yang sama dengan pengaturan debit gas, agar mendapatkan konsentrasi partikel Pb dalam kisaran >2 ug/m3 - < 10 ug/m3. Untuk kelompok kontrol di hilangkan partikel Pb dengan dilewatkan larutan Ca(OH)2 25%. Variabel penelitian untuk mengamati respons imun mukosal saluran pernapasan, adalah sel T- CD4 (ST-CD4), sel T- CD8(ST-CD8), sel T penghasil IL-2 (STpIL-2), sel Tpenghasil- IL-4(STpIL-4), sel plasma penghasil – IgA (SPIgA), dan deposit Pb di makrofag alvaeolar. Diharapkan dari beberapa variabel tersebut dapat menggambarkan pola respons imun mukosal saluran pernapasan dan keberadaan partikel Pb di makrofag alvaeolar akibat paparan partikel Pb yang terkandung dalam gas buang berbahan bakar premium. Pengujian hipotesis untuk menjawab tujuan penelitian, dengan uji homogenitas, uji normalitas, uji beda antar - kelompok, dan analisis diskriminan untuk menentukan kelompok yang mempunyai peran variabel yang bermakna, dan pembuatan pola respons imun mukosal saluran pemapasan bagi variabel tersebut. Dari hasil penelitian , paparan partikel Pb dalam kisaran >2 ug/m3 -<10 ug/m3 , menyebabkan respons imun mukosal saluran pemapasan, khususnya di daerah BALT, mengarah ke respons imun seluler, dengan dibuktikan, bahwa variabel yang berperan bermakna adalah ST-CD4, ST-CD8, STpIL-2. Kondisi tersebut secara teoritis, ada indikasi kecenderungan menuju ke DTH(Delayed Type Hypersensitivity). Disamping hal tersebut ada suatu aktifitas gangguan keseimbangan imunopatobiologik sel Thl dan sel sel Th2, yang menunjukkan regulasi yang tidak normal, sesuai paradigma Thl/Th2. Diketahui pula, bahwa deposit partikel Pb cukup bermakna pada kelompok perlakuan, hal ini membuktikan, bahwa dengan konsentrasi partikel Pb di udara >2 ug/m3 -<10 ug/m3, waktu paparan 3 jam/hari selama 30 hari sudah menunjukkan adanya partikel Pb yang bermakna pada makrofag alvaeolar, karena sifat partikel Pb yang dapat terdeposit kumulatif, maka dimungkinkan dapat mempunyai kecenderungan terjadinya fibrosis dalam paru . Disarankan, dalam penelitian berikutnya, dapat dilakukan penelitian dengan hewan coba dengan paparan partikel Pb di daerah padat lalu lintas atau yang mempunyai resiko adanya paparan partikel Pb yang tinggi, sebagai penelitian eksperimental lapangan. Di samping hal tersebut, penggunaan paradigma imunopatobiologis dalam mempelajari pengaruh zat pencemar merupakan studi yang bisa dikembangkan dalam bidang kedokteran, khususnya yang terkait dengan bidang kesehatan lingkungan. Di sarankan agar hasil temuan penelitian dapat memberi masukan kebijakan, khususnya bagi pemerintah daerah Propinsi Jawa Timur terutama dalam hal penetapan nilai ambang batas partikel Pb udara.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K.04/03 Sud p
Uncontrolled Keywords: Pb particles, stress immunocompetent cells, respiratory mucosal immune response, immunopathobiology.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SUDARSO, 099813118 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorEddy Pranowo Soedibyo, Prof., dr., MPH.UNSPECIFIED
ContributorPitono Soeparto, Prof., Dr., dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorSuhartono Taat Putra, Dr., dr., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 05 Sep 2016 06:48
Last Modified: 15 Jun 2017 23:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32095
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item