DETEKSI BAKTERI BERSELUBUNG ANTIBODI DALAM SEDIMEN AIR KEMIH DENGAN UJI STREPTAVIDIN BIOTIN : Suatu pendekatan baru menggunakan uji imunositokimia dalam rangka menentukan lokasi infeksi saluran kemih

J. PRIYAMBODO, 099411664 D (2001) DETEKSI BAKTERI BERSELUBUNG ANTIBODI DALAM SEDIMEN AIR KEMIH DENGAN UJI STREPTAVIDIN BIOTIN : Suatu pendekatan baru menggunakan uji imunositokimia dalam rangka menentukan lokasi infeksi saluran kemih. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-priyambodo-5343-disk10-t.pdf

Download (453kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-priyambodo-5343-disk10-3.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan klinis yang banyak di jumpai pada berbagai pelayanan kesehatan. Prevalensinya di masyarakat cukup tinggi sekitar 1-6% dan beberapa kasus ISK dilaporkan ada yang asimtomatis. Hal ini perlu mendapatkan perhatian karena diagnosis dini ISK yang terlambat dengan pengobatan yang tidak adekuat, dapat berlanjut menjadi ISK kronis, bahkan penyakitnya menjadi lebih berat, dapat menuju kearah sepsis atau gagal ginjal. Oleh karena itu diagnosis ISK terutama diagnosis penentuan lokasi sangat berperan dalam manajemen ISK. Diagnosis ISK terutama diagnosis untuk menentukan lokasi infeksinya sering menimbulkan permasalahan karena diagnosis yang rutin dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratoris ternyata sering tidak dapat dihandalkan. Pemeriksaan fisik dan keluhan klinis pada penderita ISK bagian atas sering bervariasi, bahkan dapat ditemukan tanpa gejala sekali (asimtomatik). Demikian juga hasil pemeriksaan laboratoris melalui urinalisis sedimen air kemih, tidak selalu didapatkan unsur abnormal seperti silinder lekosit dan pada biakan air kemih meskipun diketemukan jumlah bakteri lebih 100.000 CFU / ml air kemih sebagai bakteriuria bermakna, tetapi basil bakteriruia infektif ini, tidak dapat menentukan lokasi infeksinya. Berbagai metode penentuan lokasi ISK telah dikembangkan baik yang sifatnya invasif maupun non invasif, tetapi diantara metode pemeriksaan tersebut, pemeriksaan bakteri berselubung antibodi (BBA) dalam air kemih dengan menggunakan teknik imunofluoresen, lebih banyak mendapatkan perhatian oleh para klinisi, karena BBA positif dalam sedimen air kemih, mempunyai korelasi yang tinggi dengan keterlibatan infeksi di parenkhim ginjal, sedang tes-tes yang lainnya kurang spesifik dan sulit di aplikasikan di klinik. Penggunaan teknik iumnofluoresen meskipun mudah dilaksanakan, namun saat ini jarang dikerjakan, karena perlu biaya mahal, hams tersedia peralatan khusus (mikroskop fluoresen) dan spesimennya harus segar, tidak dapat didokumentasi dan mudah terjadi autofluoresensi sehingga hasilnya sering meragukan. Oleh karean itu perlu diupayakan sarana penunjang alternatif Iainnya yang lebih sederhana,tetapi hasilnya lebih sensitif dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu teknik imunositokimia menurut metode streptavidin biotin untuk mendeteksi BBA dalam sedimen air kemih dalam rangka mencari sarana penunjang alternatif menentukan diagnois ISK bagian atas. Pendekatan dengan menggunakan metode SB ini diharapkan lebih sensitif, praktis dan hasilnya diharapkan lebih akurat dibandingkan dengan teknik pemeriksaan dengan metode imunofluoresen yang banyak mengandung kelemahan-kelemahan. Selama kurun waktu 18 bulan telah berhasil dikumpulkan sebanyak 82 bahan air kemih dari penderita ISK. Diagnosis berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratoris melalui biakan air kemih dan urinalisis sedimen air kemih. Selanjutnya masing -masing sampel, dilakukan pemeriksaan BBA dalam sedimen air kemih dengan menggunakan uji streptavidin biotin. Hasil dari penelitian ini,untuk deteksi BBA dengan uji SB pada penderita ISK atas dibandingkan dengan standart baku, berdasarkan diagnosis klinis dan laboratoris didapatkan sensitivitasnya sebesar 85%, dan spesifisitasnya sebesar 80%. Nilai pridiksi positif sebesar 80,1%, sedang nilai prediksi negatif sebesar 84,2% dengan efisiensinya sebesar 82,5%. Uji SB untuk penderita ISK bawah sensitivisitasnya rendah hanya sebesar 20%, sedangkan untuk penderita ISK berkomplikasi, uji SB positif sebesar 63,3% . Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa uji streptavidin biotin, merupakan suatu uji diagnostik yang lebih praktis, sederhana, memiliki validitas yang cukup tinggi dan dapat digunakan untuk menentukan lokasi infeksi pada penderita ISK. Dari basil penelitian ini, diharapkan uji SB dapat dipakai sebagai pemeriksaan rutin, dan untuk keperluan skrining untuk penderita ISK asimtomatik, atau penderita yang berisiko tinggi terkena ISK bagian atas.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K.10/03 Pri d
Uncontrolled Keywords: Antibody - coated bacteria, streptavidin biotin, site of urinary tract infection
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
J. PRIYAMBODO, 099411664 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYoes Prijatna Dachlan, Prof. Dr., M.D., MSc.UNSPECIFIED
ContributorR.R. Wasito, Prof.,drh.,MSc.,PhDUNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 03 Sep 2016 01:03
Last Modified: 16 Jun 2017 17:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32101
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item