STIMULASI AKTIVITAS FIBROBLAS PULPA DENGAN PEMBERIAN TGF-;1 SEBAGAI BAHAN PERAWATAN DIRECT PULP CAPPING : PENELITIAN EKSPERIMENTAL

SRI KUNARTI PRIJAMBODO, 090013739 D (2005) STIMULASI AKTIVITAS FIBROBLAS PULPA DENGAN PEMBERIAN TGF-;1 SEBAGAI BAHAN PERAWATAN DIRECT PULP CAPPING : PENELITIAN EKSPERIMENTAL. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-prijambodo-5314-disk02-k.pdf

Download (612kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-prijambodo-5314-disk02-6.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tindakan preparasi kavitas sering kali menyebabkan perforasi pulpa saat pengambilan jaringan karies pada kavitas yang dalam. Trauma perforasi mekanik ini akibat dari pemakaian bur atau alat yang mana perforasi pulpa merupakan titik kritis kehidupan pulpa. Sampai saat ini, kalsium hidroksida merupakan bahan direct pulp capping yang paling populer sebagai terapi pulpa vital. Bahan ini mempunyai banyak kekurangan di antaranya pada pH 12,5 menyebabkan terjadi nekrosis likuidasi terutama pada lapisan superfisial pulpa. Efek toksik dari kalsium hidroksida yang kelihatannya dinetralisir pada lapisan pulpa yang lebih dalam, justru menyebabkan nekrosis koagulasi yang berbatasan dengan jaringan vital, menyebabkan iritasi ringan pada pulpa. Pada proses kesembuhan, terjadi tunnel defectt pada pembentukan jembatan dentin yang akan memudahkan masuknya bakteri dan memperlambat proses kesembuhan. Untuk mencegah terjadinya infeksi, perlu mempercepat kesembuhan dengan memicu proses regenerasi sel. Suatu proses kesembuhan diperlukan molekul pensinyal untuk memulai kaskade siklus sel agar terjadi mitosis untuk regenerasi odontoblas membentuk dentin reparatif . Pada penelitian ini dipakai TGF- 1suatu growth factor sebagai molekul pensinyal pada perawatan direct pulp capping. Suatu pendekatan baru berbasis pengertian mekanisme seluler dan molekuler pada regulasi dentinogenesis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan post test only randomized control group design dengan menggunakan sampel gigi premolar pertama penderita orthodonsia yang memerlukan pencabutan, umur antara 10 - 20 tahun. Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuktikan bahwa pemberian TGF- 1 mempengaruhi respons inflamasi dan meningkatkan aktivitas fibroblas dalam upaya mempercepat kesembuhan dan perbaikan jaringan dentin. Hipotesis penelitian ini adalah 1) Pemberian TGF- 1 mempengaruhi respons inflamasi yang meliputi menurunkan perdarahan, sel inflamasi, vakuolisasi, nekrosis dan meningkatkan angiogenesis. 2) Pemberian TGF- 1 meningkatkan aktivitas fibroblas pulpa yang meliputi meningkatkan proliferasi fibroblas, deferensiasi fibroblas, pembentukan mineralisasi, alkalin fosfatase dan kolagen tipe I. Manfaat teoritis adalah hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi penjelasan tentang peran TGF- 1 dalam proses pembentukan dentin reparatif dalam upaya mempercepat waktu kesembuhan. Manfaat praktis adalah pemberian TGF- 1 pada perawatan direct pulp capping diharapkan dapat mempercepat waktu kesembuhan serta akan mengurangi resiko terjadinya infeksi pulpa maupun nekrosis pulpa sehingga kelangsungan hidup pulpa gigi dapat dipertahankan. Sampel dalam penelitian ini dibagi dalam 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok I diberi TGF- 1 dan kelompok II sebagai kontrol positif diberi Ca(OH)2. Masing-masing kelompok dibagi dalam 3 kelompok waktu pencabutan yaitu 7, 14 dan 21 hari setelah perlakuan. Setiap kelompok berjumlah 8 sampel. Eksperimen ini dilakukan dengan preparasi kavitas kelas V sampai perforasi kemudian dilakukan perawatan direct pulp capping Pada proses perawatan direct pulp capping penderita di anestesi pada sisi lipatan bukal. Kemudian gigi dipreparasi di bagian bukal 1 mm di atas gingiva margin sampai perforasi. Kavitas di irigasi dengan larutan salin perlahan-lahan sebanyak 0,5 ml. Perdarahan dihentikan dengan gulungan kapas steril. Bahan pulp capping dengan TGF 1 konsentrasi 20 ng/ml dengan dosis 5 #956;l. yang telah diteteskan pada membran kolagen dan sebagai kontrol positif dipakai Ca(OH)2. Selanjutnya diberi teflon pledge agar bahan pulp capping tidak kontak langsung dengan bahan restorasi. Kemudian sebagai bahan restorasi dipakai glass ionomer cement type 11, dan terakhir diulas varnis. Pencabutan dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan. Semua sampel direndam dalam larutan fiksasi selama 48 jam, kemudian dilakukan dekalsifikasi sampai lunak. Ditanam dalam blok parafin, dipotong dengan ketebalan 4 #956;m. Untuk pemeriksaan histopatologi dilakukan pewarnaan HE. Diamati respons inflamasi yang meliputi perdarahan, infiltrasi sel inflamasi, vakuolisasi, nekrosis dan proliferasi pembuluh darah kapiler. Sedangkan pengamatan aktivitas fibroblas meliputi stellate fibroblast, odontoblastoid dan mineralisasi. Ekspresi alkalin fosfatase dan kolagen tipe I diamati dengan pemeriksaan imunohistokimia digunakan monoklonal antibodi alkalin fosfatase dan monoklonal antibodi kolagen ripe I dengan metode pewarnaan avidin-biotin. Hasil analisis dari perhitungan statistik LSD dan Dunnet T3 menunjukkan bahwa perbandingan antar dua kelompok TGF- 1 dan Ca(OH)2: perdarahan, sel inflamasi dan vakuolisasi terdapat perbedaan yang tidak bermakna. Perbedaan yang bermakna pada nekrosis dan angiogenesis (p<0,05). Rerata kelompok TGF- 1 lebih rendah dibandingkan kelompok Ca(OH)2 Stellate fibroblast, odontoblastoid, mineralisasi, fosfatase alkali dan kolagen tipe I terlihat perbedaan yang bermakna pada kelompok TGF 1 lebih besar dibandingkan kelompok Ca(OH)2. Hasil perhitungan regresi pada kelompok TGF- 1, sintesis kolagen tipe I dipengaruhi oleh diferensiasi odontoblastoid. Hasil perhitungan korelasi bivariat terdapat hubungan searah yang erat antara sintesis kolagen tipe I dengan lamanya waktu pengamatan. Kesimpulan penelitian ini, pemberian TGF - 1 mempengaruhi respons inflamasi yang meliputi: meningkatkan infiltrasi sel inflamasi, menurunkan perdarahan, vakuolisasi, nekrosis dan angiogenesis. Pemberian TGF- 1 meningkatkan aktivitas fibroblas yang meliputi: meningkatkan stellate fibroblast, odontoblastoid, mineralisasi, fosfatase alkali dan sintesis kolagen tipe I. Pada pemberian TGF- 1, peningkatan sintesis kolagen tipe I disebabkan oleh peningkatan diferensiasi odontoblastoid dan seiring dengan berjalannya waktu, kolagen tipe I disintesis makin banyak.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K02/06 Pri s
Uncontrolled Keywords: Odontoblastoid, Stellate fibroblast, Type I collagen, Alkaline phosphatase, Mineralization, TGF- 1, Calcium hydroxide
Subjects: R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SRI KUNARTI PRIJAMBODO, 090013739 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSuryohudoyo, -UNSPECIFIED
ContributorMandojo Rukmo, -UNSPECIFIED
ContributorSoedoko, -UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 26 Sep 2016 04:11
Last Modified: 16 Jun 2017 18:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32113
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item