MUTASI GEN PENYEBAB DEFISIENSI GLUKOSA 6 FOSFAT DEHIDROGENASE (G6PD)DI SURABAYA DAN KEPULAUAN MALUKU TENGGARA : Tinjauan biologi molekuler dan genetika populasi terhadap G6PD

SUHARTATI, 090214917 D (2006) MUTASI GEN PENYEBAB DEFISIENSI GLUKOSA 6 FOSFAT DEHIDROGENASE (G6PD)DI SURABAYA DAN KEPULAUAN MALUKU TENGGARA : Tinjauan biologi molekuler dan genetika populasi terhadap G6PD. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-suhartati-3622-disk05-t.pdf

Download (632kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-suhartati-3622-disk05-7.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Defisiensi G6PD merupakan suatu kelainan metabolik bawaan sejak lahir (inborn error of metabolism) yaitu cacat genetik akibat mutasi gen yang bersifat resesif terkait X. Mutasi ini dapat menyebabkan cacat pada mekanisme katalitik, tempat pengikatan substrat (substrat binding atau koenzim binding) sehingga dapat menurunkan aktivitas G6PD. Populasi Indonesia memiliki variasi genetik beraneka ragam. Daerah pesisir merupakan daerah terbuka misalnya Surabaya dengan penduduk yang mempunyai mobilitas tinggi, sehingga terdapat percampuran berbagai variasi genetik dan jarang ditemukan malaria. Di daerah tersebut besar kemungkinan terjadi pembauran (perkawinan) antar satu populasi dengan populasi lain yang berbeda, sehingga memungkinkan terciptanya kombinasi genetik. Kepulauan Maluku Tenggara merupakan salah satu daerah endemik malaria dan sebagai daerah terisolasi. Pemberian anti malaria di daerah ini misal primaquin sebagai bahan oksidan tanpa dilakukan uji saring defisiensi G6PD terlebih dahulu, akan menimbulkan gejala klinik yang tidak diinginkan. Sebagian besar defisiensi G6PD tidak menunjukkan gejala klinis, sehingga pemahaman mengenai akibat-akibat yang mungkin timbul pada penderita defisiensi G6PD yang terpapar bahan oksidan masih belum sepenuhnya dipahami, oleh sebab itu kepentingan diagnosis dini belum sepenuhnya disadari. Penderita G6PD tidak menyadari kalau pemberian bahan oksidan akan menimbulkan gejala klinik misal anemia hemolitik, hepatitis yang berulang, keguguran dan lain-lain. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis mutasi gen defisiensi G6PD di Surabaya dan Maluku Tenggara antara lain pulau Kur, Tanimbar, Babar dan Romang Penelitian ini adalah penelitian eksploratif observasional laboratorik, ditinjau dari paradigma biologi molekuler dan genetika populasi. Metode untuk menentukan sebagai penderita defisiensi G6PD di Surabaya dengan di kepulauan Maluku Tenggara berbeda. Di Surabaya sampel berasal dari Rumah Sakit Katolik St Vincentius A Paulo pemeriksaan aktivitas G6PD menggunakan Randox Kit dengan persyaratan bahwa aktivitas G6PD kurang dari 60% dari normal adalah defisiensi G6PD. Di Maluku Tenggara sampel berasal dari orang yang datang berobat secara cuma-cuma di Bakti Sosial Surya Baskara TNI AL Indonesia ke LXII, pads pemeriksaan Formazan Ring Test dengan diameter kurang dari 7 mm dinyatakan defisiensi G6PD. Dari sampel darah diambil DNA dengan menggunakan metode simple rapid genomic DNA. Konformasi mutasi dilakukan dengan metode PCR, pertama untuk mendapatkan target DNA dan kedua untuk deteksi mutan gen G6PD menggunakan metode MPTP (Multiplex PCR using Multiple Tandem forward Primers and a Common reverse primer) pada ekson 5, 6, 9, 11 dan 12 sesuai anjuran Shirakawa. Secara singkat beberapa aspek telah dipelajari dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Tujuh jenis mutan G6PD di Surabaya pada penelitian ini semua tergolong mutasi titik antara lain : a) 4 kasus G6PD Vanua Lava terjadi mutasi pada urutan nukleotida 383, dari timin menjadi sitosin (T 383 C), sehingga asam amino kodon 128 terjadi perubahan dari leusin menjadi prolin (L 128 P) b) 1 kasus G6PD Viangchan terjadi mutasi pada urutan nukleotida 871 dari guanin menjadi adenin ( G871A), sehingga asam amino kodon 291 terjadi perubahan dari valin menjadi metionin (V291M) c) 5 kasus G6PD Chatham terjadi mutasi pada urutan nukleotida 1003 yaitu dari guanin menjadi adenin (G1003A), asam amino kodon 335 terjadi perubahan dari alanin menjadi treonin (A 335 T) d) 2 kasus G6PD Union terjadi mutasi pads urutan nukleotida 1360 yaitu substitusi dari sitosin menjadi timin (C 1360 T), asam amino kodon 454 terjadi perubahan arginin menjadi sistein (R 454 C) d) 7 kasus G6PD Canton terjadi mutasi pada urutan nukleotida 1376 dari guanin menjadi timin (G 1360 T), terjadi perubahan asam amino kodon 459 dari arginin menjadi leusin (R 495 L). e) 6 kasus G6PD Kaiping terjadi substitusi pada urutan nukleotida 1388 dari guanin menjadi adenin (G 1388 A), sehingga asam amino kodon 463 terjadi perubahan dari arginin menjadi histidin ( R 463 H) f) 2 kasus G6PD Silent terjadi substitusi pada urutan nukleotida ke 1311 dari sitosin menjadi timin ( C 1311 T), tetapi tidak terjadi perubahan asam amino tirosin pads kodon 437 2. Tiga jenis mutann G6PD di kepulauan Maluku Tenggara yang ditemukan di penelitian ini juga tergolong mutasi titik antara lain : 5 kasus G6PD Vanua Lava di pulau Tanimbar dan 1 kasus di pulau Romang, 1 kasus G6PD Kaiping di pulau Romang dan 2 kasus G6PD Chatham di pulau Babar. Di pulau Kur tidak didapatkan mutan G6PD 3. Sampel defisiensi G6PD hasil negatif pada pemeriksaan MPTP adalah : 5 sampel dari 31 kasus defisiensi G6D di Surabaya dengan pemeriksaan Random Kit test positif, tetapi negatif pada pemeriksaan MPTP dan 2 kasus dengan G6PD Silent. Di Maluku Tenggara didapatkan 3 sampel dari 12 kasus defisiensi G6PD didapatkan positif dengan pemeriksaan Fonnazan ring tetst, tetapi negatif pada pemeriksaan MPTP Hal ini dapat terjadi karena didapatkan nilai positif palsu pada uji saring Forma_an atau ada mutasi gen G6PD tetapi tidak terdeteksi melalui metode Shirakawa. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut untuk menentukan mutan G6PD dengan metode lain, tidak terlupakan penggunaan sekuensing. 4. Diversitas genetik . Mutan gen G6PD di Surabaya ditemukan ada 7 jenis. Hal ini dapat disebabkan letak kawasan yang terbuka dengan mobilitas penduduk yang tinggi serta heterogenik dan adanya proses genetic, flow. Kepulauan Maluku Tenggara karena letak geografis yang terisolasi oleh laut, adanya Founder effect dan genetic drift ditemukan hanya 3 jenis mutan gen G6PD 5. Defisiensi G6PD dan keguguran. Sembilan (9) kasus defisiensi G6PD didapatkan pada sampel wanita dengan riwayat keguguran di Surabaya yaitu: 3 kasus G6PD Canton, 3 kasus G6PD Kaiping, 1 kasus G6PD Vanua Lava dan 2 kasus dengan hasil negatif pads MPTP. 6. Prevalensi G6PD. Sebagian besar gejala klinis defisiensi G6PD adalah asimptomatik. Gejala klinis akan nampak bila penderita defisiensi G6PD terpapar senyawa oksidan antara lain anemia hemolitik, hepatitis yang berulang, keguguran yang berulang dan sebagainya, maka perlu dilakukan uji saring G6PD pada populasi di Indonesia terutama daerah yang diperkirakan terdapat defisiensi G6PD. Prevalensi defisiensi G6PD di beberapa daerah di Indonesia prosentasinya bervariasi, menentukan diagnosis awal sangat menguntungkan bagi penderita defisiensi G6PD.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K05/07 Suh m
Uncontrolled Keywords: G6PD deficiency, MPTP, Formazan Ring test, genetic flow, genetic drift, founder effect.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH426 Genetics
R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
SUHARTATI, 090214917 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPurnomo Suryohudoyo, -UNSPECIFIED
ContributorHarsono Notopuro, -UNSPECIFIED
ContributorSiti Pariani, -UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 26 Sep 2016 04:51
Last Modified: 16 Jun 2017 18:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32121
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item