EFEK ANTIFIBROTIK EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L.) PADA FIBROSIS HATI (Studi Eksperimental pada Hewan Model Fibrosis Hati)

WIWIK MISACO YUNIARTI, 090970112 D (2012) EFEK ANTIFIBROTIK EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L.) PADA FIBROSIS HATI (Studi Eksperimental pada Hewan Model Fibrosis Hati). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (269kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang : Penderita penyakit hati kronis semakin bertambah dari waktu ke waktu, namun belum ada terapi yang benar-benar efektif untuk mengobatinya. Oleh karena itu, saat ini banyak dikembangkan penelitian yang menggali potensi tanaman yang diduga memiliki efek antifibrotik. Salah satunya adalah buah delima (Punica granatum L.). Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efek antifibrotik ekstrak buah delima pada fibrosis hati akibat obstruksi bilier pada tikus putih. Fibrosis hati diinduksi dengan teknik bile duct ligation (BDL). Pemeriksaan dilakukan terhadap derajat nekroinflamasi, ekspresi IL-6, TGF- 1, MMP-1, kolagen tipe I dan derajat fibrosis hati, Metode penelitian : Tigapuluh dua ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus), umur 2,5 bulan dan memiliki kisaran berat badan 160-190 gram dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Kelompok pertama (P0) adalah kelompok tikus laparatomi yang diberi larutan carboxy methyl cellulose (CMC) 0,3% sebanyak 2 ml. Tiga kelompok yang lain adalah kelompok yang dilaparatomi dan bile duct ligation (BDL), tetapi mendapat perlakuan yang berbeda. Kelompok P1 diberi larutan carboxy methyl cellulose (CMC) 0,3%, P2 diberi ellagic acid (EA) 60 mg/kgbb/po/hari dan P3 diberi ekstrak buah delima terstandar 150 mg/kgbb/po/hari dalam CMC 0,3% dengan volume yang sama. Pemberian perlakuan dilakukan hari kedua setelah BDL dan diberikan selama 21 hari. Hati dieksisi satu hari setelah pemberian terakhir. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah delima terstandar pada kelompok P3 dapat menghambat proses nekroinflamasi dan berbeda nyata dengan kelompok P1 dan P2 (p<0,05), namun tidak berbeda dengan kelompok P0 (p>0,05). Kelompok P2 juga tidak berbeda dengan kelompok P1 (p>0,05). Ekspresi IL-6 dan TGF- 1 juga mengalami hambatan peningkatan yang signifikan pada P3 bila dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya (p<0,05). Ekspresi MMP-1 dan kolagen tipe I secara bermakna juga mengalami hambatan peningkatan pada kelompok P2 dan P3 bila dibandingkan dengan kelompok P1 (p<0,05). Pemberian ekstrak buah delima secara signifikan juga dapat menghambat perkembangan fibrosis hati bila dibandingkan dengan P1, walaupun masih lebih tinggi bila dibandingkan P0 (p<0,05). Derajat fibrosis hati tidak berbeda nyata antara P3 dengan P2 dan antara P2 dengan P1 (p>0,05). Kesimpulan : Pemberian ekstrak buah delima 150 mg/kgbb/po/hari memiliki efek antifibrotik dengan cara menghambat peningkatan derajat nekroinflamasi, ekspresi IL-6, TGF- 1, MMP-1, kolagen tipe I dan derajat fibrosis hati.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K14/13 Yun e; KKB KK-2 Dis K14/13 Yun e; KKC KK Dis K14/13 Yun e
Uncontrolled Keywords: antifibrotik, fibrosis hati, delima, bile duct ligation (BDL)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WIWIK MISACO YUNIARTI, 090970112 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRetno Handajani, Prof., dr., MS., PhD.UNSPECIFIED
ContributorHernomo O. K., Prof. Dr., dr., SpPD(K)-GEHUNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 30 Aug 2016 03:37
Last Modified: 30 Aug 2016 03:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32139
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item