ANALISIS ANTIBODI HASIL INDUKSI BOVINE ZONA PELLUSIDA-3 TERDEGLIKOSILASI (bZP3dG) UNTUK PEGEMBANGAN IMUNOKONTRASEPSI (PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS )

AULANNI’AM, 090013728 D (2007) ANALISIS ANTIBODI HASIL INDUKSI BOVINE ZONA PELLUSIDA-3 TERDEGLIKOSILASI (bZP3dG) UNTUK PEGEMBANGAN IMUNOKONTRASEPSI (PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS ). Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-aulanniam-5215-disk15-k.pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-aulanniam-5215-disk15-4.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian eksperimental laboratoris telah dilakukan melalui pemanfaatan zona pellusida 3 sapi (bZP3). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan timbulnya infertilitas sementara yang disebabkan oleh peran antibodi hasil induksi molekul bZP3 yang mengalami pemutusan ikatan glikan melalui proses deglikosilasi enzimatis, untuk dasar perencanaan teknologi imunokontrasepsi. Penelitian yang dilakukan adalah studi eksperimental laboratoris dengan 5 tahap penelitian : tahap I, karakterisasi glikoprotein bZP3, tahap II karakterisasi bZP3dG hasil deglikosilasi secara enzimatis dengan menggunakan enzim N glycanase, tahap III adalah karakterisasi anti bZP3 dan anti bZP3dG melalui evaluasi spesifisitas reaksi menggunakan metode Dot blot, Western Blot dan indirect ELISA, tahap IV uji pengikatan reseptor spermatozoa dengan atau tanpa kehadiran anti bZP3 dan antibZP3dG dan tahap V adalah evaluasi anti bZP3 dan anti bZP3dG sebagai penghambat fertilisasi in vivo. Penelitian tahap I, karakterisasi glikoprotein bZP3 bertujuan untuk memperoleh molekul bZP3 dan data karakternya. Penelitian tahap ini adalah penelitian eksploratif untuk menambah data yang sudah dimiliki oleh peneliti dan data disajikan secara diskriptif. Molekul bZP3 diperoleh melalui metode SDS PAGE dilanjutkan dengan metode elektroelusi. Data karakter biokimiawi yang dihasilkan pada penelitian tahap I adalah glikoprotein bZP terdiri dari 3 pita dengan metode satu dimensi SDS PAGE, dan menjadi 4 pita pada dua dimensi elektroforesis ( IEF SDS PAGE) yang diberi nama bZP1, bZP2, bZP3 dan bZP4. Molekul bZP3 mempunyai kisaran berat molekul 79,995 ± 0,051 kDa, menggunakan metode PAS (Periodic Acid Schiff diketahui setiap bZP merngandung glikoprotein bZP3 sebesar 2,19 ± 0,04 #956;g yang terdiri dari karbohidrat sebesar 0,91 ± 0,04 #956;g, sedangkan kandungan protein adalah 1,28 ± 0,08 #956;g yang dianalisis menggunakan metode biuret. Selanjutnya dengan metode densitometer dikonfirmasi bahwa rasio molekul bZP2 dan bZP3 adalah 1: 1. Penelitian tahap II, karakterisasi bZP3dG hasil deglikosilasi secara enzimatis menggunakan enzim N glycanase. Penelitian tahap II bertujuan untuk mendapatkan molekul bZP3dG dan data karakter biokimiawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bZP3dG mempunyai berat molekul 50,462 + 0,004 kDa dan molekul karbohidrat yang terpotong melalui proses deglikosilasi sebesar 36,92 %. Berat molekul bZP3dG ini sesuai apabila dikonfirmasi dengan sekuen asam amino penyusunnya yaitu sebanyak 421 asam amino. Penelitian tahap III, karakterisasi anti bZP3 dan anti bZP3dG melalui evaluasi spesifitas reaksi menggunakan metode Dot blot, Western Blot dan indirect ELISA. Data uji spesifitas secara kuafitatif dilakukan berdasarkan metode Dot blot dihasilkan data berupa noda biru keunguan yang merupakan hasil reaksi spesifik antara antigen (bZP3 dan bZP3dG) dengan antibodi (anti bZP3 dan anti bZP3dG) dengan gradasi warna yang tergantung pada variasi konsentrasi antigen dan antibodi. Hasil Western blot lebih memperjelas bahwa anti bZP3 dan anti bZP3dG berturut turut adalah respon terhadap induksi bZP3 dan bZP3dG yang mempunyai berat molekul 79,995 ± 0,051 kDa dan 50,462 ± 0,004 kDa. Hal ini mengindikasikan bahwa molekul bZP3 dan bZP3dG berikatan secara spesifik dengan anti bZP3 dan anti bZP3dG hasil induksinya. Sehingga dapat diyakini bahwa data titer IgG yang terukur pada metode indirect ELISA adalah respon daril bZP3 dan bZP3dG. Penelitian imunisasi dengan bZP3 dan bZP3dG pada kelompok tikus (Rattus novergicus) jantan dengan jelas memperlihatkan adanya perbedaan sangat nyata (p= 0,0000) dalam hal imunogenitasnya Hasil analisis ragam menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (p=0,0000) oleh pengaruh imunisasi bZP3 dan bZP3dG terhadap nilai titer IgG yang diinduksinya. Hal ini menunjukkan bahwa hilangnya ikatan glikan atau hilangnya karbohidrat yang terikat pada rantai molekul bZP3 dapat meningkatkan sifat imunogenik berdasar pada titer antibodi hasil induksinya Penelitian tahap IV, uji pengikatan reseptor spermatozoa dengan atau tanpa kehadiran anti bZP3 dan anti bZP3dG. Pengikatan spermatozoa pada bZP3 dan bZP3dG terjadi pada bagian akrosom spermatozoa. Tampak jelas bahwa bioassays yang didasarkan pada inhibisi spermatozoa berikatan pada bZP3 dipengaruhi oleh kehadiran anti bZP3 dan anti bZP3dG melalui gambaran berkurangnya dan menjauhnya spermatozoa terhadap reseptornya. lmunoadsorbsi dari anti bZP3 atau anti bZP3dG dengan peptida pada molekul utuh bZP3 atau protein inti dari molekui bZP3 yaitu bZP3dG menghambat proses pengikatan spermatozoa pada reseptornya. Antibodi terhadap bZP3 dan bZP3dG tampaknya ditujukan terhadap suatu continous amino acid sequence dan tidak terhadap residu yang terglikosilasi. Hal ini kemungkinan karena afinitas intraseluler lebih tinggi pada antigen yang tidak terglikosilasi. Penelitan tahap V, evaluasi anti bZP3 dan anti bZP3dG sebagai bahan penghambat fertilisasi in vivo. Penelitian imunisasi menggunakan bZP3 maupun bZP3dG pada kelompok kelinci (Oiyctolagus cuniculus) lokal dengan jelas memperlihatkan adanya perbedaan yang sangat nyata (p=0,0000) terhadap imunogenesitas dan lama kembalinya induksi infertilitas yang bersifat reversible. Dua molekul tersebut memperlihatkan potensi imunokontraseptif in vivo. Secara singkat, penelitian ini telah mendemonstrasikan bahwa antigen (bZP3dG) mampu untuk menginduksi infertilitas jangka panjang yang bersifat reversible. Dari rangkaian tahapan penelitian dapat dibuktikan bahwa bZP3dG berpotensi imunogenik untuk merangsang terbentuknya anti bZP3dG guna menghambat pengikatan reseptor spermatozoa dan menginduksi infertilitas yang bersifat reversible. Disamping itu molekul bZP3dG adalah protein temuan baru yang diperoleh melalui proses deglikosilasi enzimatis terhadap molekul native bZP3 yang perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat imunokontrasepsi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis K15/04 Aul a
Uncontrolled Keywords: bovine Zona Pellucida 3 (bZP3), bZP3dG, deglycosylation, immunocontraception, fertilization.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Sains Veteriner
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AULANNI’AM, 090013728 DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorH. Soehartojo Hardjopranjoto, Prof., Dr., drh., M.ScUNSPECIFIED
ContributorSutiman B. Sumitro, Prof. SU., DSc.UNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 31 Aug 2016 02:39
Last Modified: 16 Jun 2017 19:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32140
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item