MEKANISME (-)-EPIGALLOCATECHIN-3-GALLATE (EGCG) TEH HIJAU (Camellia sinensis) DALAM MENGHAMBAT KANDIDIASIS ORAL PADA KONDISI IMUNOKOMPROMAIS

REMITA ADYA PRASETYO, NIM011217017301 (2015) MEKANISME (-)-EPIGALLOCATECHIN-3-GALLATE (EGCG) TEH HIJAU (Camellia sinensis) DALAM MENGHAMBAT KANDIDIASIS ORAL PADA KONDISI IMUNOKOMPROMAIS. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2015-prasetyore-38603-8.abstr-k.pdf

Download (655kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder2remita.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kandidiasis oral adalah infeksi yang diakibatkan jamur Candida spesies yang tumbuh komensal di rongga mulut dan bersifat patogen oportunistik, dengan etiologi terbanyak (80%) adalah Candida albicans. Prevalensi kandidiasis oral cenderung meningkat (20-75%) karena meningkatnya populasi penderita imunokompromais yang menderita kandidiasis oral (50-95%) dan kasus resistensi terhadap obat anti jamur (32 - >50%). Oleh karena itu diperlukan terapi komplementer untuk meningkatkan efektivitas obat anti jamur. Bahan herbal dengan khasiat tersebut adalah teh hijau (Camellia sinensis) dengan komponen polifenol yang utama dan komponen paling poten dari teh hijau adalah EGCG (50-80%). Sampai saat ini mekanisme EGCG teh hijau dalam menghambat terjadinya kandidiasis oral secara molekuler masih belum dapat dijelaskan secara tuntas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mekanisme EGCG teh hijau dalam menghambat kandidiasis oral pada kondisi imunokompromais melalui peningkatan ekspresi Dectin-2, IL-23, ROR t, IL-17A, kadar IL-17A, ekspresi #61538;- defensin 2, dan penurunan sel yang terinfeksi C. albicans. Jenis penelitian ini adalah penelitian true experimental laboratoris dengan rancangan randomized post test only control group design, menggunakan tikus Wistar jantan dengan rerata usia 3 bulan. Tikus secara random allocation dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Perlakuan dengan EGCG dosis 0, 1, 2, dan 4 mg/kgBB/hari selama 8 hari. Hasil penelitian melalui pemeriksaan imunohistokimia dan ELISA menunjukkan bahwa pemberian EGCG teh hijau dapat meningkatkan ekspresi Dectin-2, IL-23, ROR t, IL-17A, kadar IL-17A, ekspresi #61538;-defensin 2, dan menurunkan sel yang terinfeksi C. albicans pada hambatan kandidiasis oral dengan kondisi imunokompromais. Kesimpulan penelitian ini adalah EGCG teh hijau terbukti secara signifikan dapat menghambat kandidiasis oral pada kondisi imunokompromais melalui peningkatan ekspresi Dectin-2, IL-23, ROR t, IL-17A, kadar IL-17A, ekspresi #61538;-defensin 2 dan penurunan sel yang terinfeksi C. albicans. Dosis efektif EGCG teh hijau adalah 2 mg/kgBB/hari. #61538;-defensin 2 merupakan faktor yang paling dominan terhadap hambatan kandidiasis oral setelah pemberian EGCG teh hijau pada kondisi imunokompromais.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK. Dis K. 02-15 Pra m
Uncontrolled Keywords: (-)-epigallocatechin-3-gallate (EGCG), green tea (Camellia sinensis), inhibition of oral candidiasis, immunocompromised conditions.
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q179.9-180 Research
R Medicine
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
REMITA ADYA PRASETYO, NIM011217017301NIM011217017301
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNasronnudin, Prof.Dr.,dr.,SpPD.,K-PTI.,FINASIMUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 06 Oct 2016 01:18
Last Modified: 18 Jun 2017 17:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32189
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item