Pengaruh Faktor Produktivitas Terhadap Kinerja Dan Nilai Tambah Pada Industri Kecil Makanan Di Jawa Timur

DYAH SAWITRI, - (2004) Pengaruh Faktor Produktivitas Terhadap Kinerja Dan Nilai Tambah Pada Industri Kecil Makanan Di Jawa Timur. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-sawitridya-3496-dise01-%29%281%29.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pengelolaan usaha kecil yang lebih baik akan sangat berarti, tidak saja meningkatkan kinerja usaha bagi pengusaha yang bersangkutan tetapi juga membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurut BPS Jawa Timur (2001), pengelolaan usaha kecil masih tergolong industri rumah tangga. Industri kecil dalam hal ini adalah industri pengolahan yang memberikan kontribusi cukup berarti bagi pendapatan daerah. Pembahasan usaha kecil penting sekali untuk mengenali perhitungan bagi produktivitas di masa depan dan dapat mempertahankan jiwa kompetitif seorang wirausaha dengan cara terus menerus meningkatkan produktivitasnya melalui low cost untuk mengatisipasi persaingan (Carierr: 1999, Kotler: 1997, Payne: 1993, Krajewski Ritzman: 2002, Marbun: 1996). Seorang wirausahawan memerlukan 5,00% ide segar dan 95,00% kerja keras. Berdasarkan uraian tersebut maka studi ini melihat pengaruh faktor produktivitas terhadap kinerja dan nilai tambah pada industri kecil makanan di Jawa Timur. Studi ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh modal, tenaga kerja, kompetensi manajemen dan teknologi terhadap produktivitas; pengaruh produktivitas terhadap kinerja; pengaruh produktivitas secara timbal balik terhadap nilai tambah dan pendapatan yang dikaitkan dengan Upah Minimum Pekerja (UMP). Variabel-variabel independen dalam penelitian meliputi Modal, Tenaga Kerja, Kompetensi Manajemen, Teknologi, sedangkan vanabel - variabel Intervening adalah Produktivitas dan Kinerja. Adapun variabel dependen adalah nilai tambah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Ditinjau dari metode pengumpulan data yang digunakan, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei. Unit sampel di dalam penelitian ini adalah usaha kecil makanan, responden sebagai subyek untuk pengambilan data adalah internal customer, meliputi pemilik dan karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh industri kecil makanan di Jawa Timur, pengambilan sampelnya dilakukan seeara multi stages sampling atau pengambilan sampel bertahap. Hasil studi dikelompokkan menjadi dua pembahasan. Pembahasan pertama adalah pembahasan seeara deskriptif analisis yaitu rata-rata industri kecil makanan di Jawa Timur mempunyai modal usaha Rp 29.380.000,00, jumlah tenaga kerja 5 orang, daerah pemasaran secara lokal mencapai 75,00%, regional 22,00% dan nasional 3,00%. Penggunaan teknologi masih kurang canggih yaitu mencapai 42,00%. Secara total untuk nilai jual mampu mencapai Rp 94.268.770,08 dan nilai tambah Rp 41.742.845,64. Perbandingan nilai tambah dengan nilai jual mencapai 44,28%. Produktivitas industri kecil makanan di Jawa Timur rata-rata mencapai 2,27%. Pembahasan kedua adalah pembahasan secara analitis digunakan alat statistik SEM (structural equation modelling) dan t-test. Hasil studi menunjukkan bahwa (1) Variabel modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tenaga kerja karena modalnya relatif kecil. Tehnologi yang digunakan adalah padat karya (labor intensive) sehingga tidak memerlukan modal yang besar dalam operasionalnya, rata-rata variasi tenaga kerja hampir sama yaitu 5 orang, banyak mendayagunakan tenaga kerja keluarga sehingga tidak ada keterpengaruhan antara variabel modal terhadap tenaga kerja maka hipotesis 1 terbukti ditolak (2) Variabel modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas, hal ini menunjukkan bahwa para pemilik usaha kecil makanan di Jawa Timur belum memahami pentingnya keberadaan modal sebagai fungsi peningkatan produktivitas karena kurangnya pengetahuan para pemilik. Sedangkan para pengusaha enggan untuk mencari modal dari luar karena terkendala syarat-syarat yang telah ditentukan oleh bank seperti ijin usaha dan laporan keuangan. Modal dalam usaha kecil makanan di Jawa Timur digunakan untuk kepentingan seluruh operasional dengan menggunakan aspek financial, marketing, administration, human resource management, development. Keterbatasan modal dapat mempengaruhi produktivitas yang dihasilkan. Apabila modal hanya digunakan untuk kepentingan produktivitas maka hipotesis 2 yang dikemukakan hasilnya terbukti ditolak (3) Variabel kompetensi manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap tenaga kerja, karena tenaga kerja pada usaha kecil makanan di Jawa Timur mempunyai umur yang produktif, pengalaman yang cukup, karena tenaga kerja yang digunakan banyak wanita mereka tidak menuntut upah yang tinggi, karena mereka bekerja hanya sebagai sambilan saja. Mereka sebagai pekerja sambilan, mengingat tugas pokoknya sebagai ibu rumah tangga dan mengurus keluarga tetapi mereka ikut meningkatkan pendapatan keluarga. Kemampuan -para pemilik (pengelola) dalam memanage tenaga kerja mempengaruhi peningkatan dalam mengembangkan inovasi produk yang dihasilkan dengan jiwa karakteristik dasar yang mempengaruhi cara berpikir maupun bertindak dan mampu membuat generalisasi terhadap segala situasi serta menempatkan sumber daya strategis yang dimiliki oleh industri tersebut sehingga hipotesis 3 terbukti diterima (4) Variabel tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas usaha kecil makanan di Jawa Timur. Hal ini disebabkan karena peningkatan tenaga kerja secara optimal dalam pekerjaannya akan meningkatkan produktivitas, karena tenaga kerja wanita maka mereka bekerja hanya sebagai sampingan untuk menambah pendapatan keluarga dan tidak terikat pada jam kerja tetapi tetap mampu meningkatkan produktivitas yang dihasilkan. Peningkatan produktivitas tersebut mampu menghasilkan keuntungan yang tinggi, produktivitas tinggi akan terjadi keuangan yang sehat dan stabil, pengujian hipotesis 4 terbukti diterima (5) Variabel kompetensi manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap teknologi, hal ini disebabkan karena peningkatan kemampuan para pemilik melalui kompetensi manajemen diikuti oleh peningkatan teknologi yang digunakan oleh usaha kecil makanan tersebut. Dengan peningkatan teknologi maka akan meningkatkan produktivitas sehingga teknologi yang mengarah pada unsur-unsur keahlian, pengetahuan, peralatan dan kemampuan tertentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja usaha kecil makanan di Jawa Timur. Justifikasi hasil dari pengujian hipotesis 5 terbukti diterima (6) Variabel kompetensi manajemen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas, hal ini disebabkan karena manajemen yang diterapkan oleh usaha kecil adalah manajemen keluarga dan masih lemahnya manajemen dalam pengambilan keputusan, bidang pemasaran, bidang keuangan, bidang operasional, teknologi, administrasi dan sumberdaya manusia yang dimiliki sehingga tidak mempengaruhi produktivitas yang dihasilkan. Hasil pengujian hipotesis 6, apabila dijustifikasikan terhadap teori maka pemilik dalam usaha kecil makanan di Jawa Timur kebanyakan merangkap sebagai manajer yang berdampak terhadap kinerja usaha kecil di Indonesia masih rendah. Pengujian hipotesis 6 hasilnya ditolak, jadi tidak ada keterpengaruhan antara variabel kompetensi manajemen terhadap variabel produktivitas terbukti (7) Variabel kompetensi manajemen tidak berpengaruh seeara signifikan terhadap kinerja. Karena para pemilik dalam mengelola usahanya belum terstruktur. Maksudnya manajemen belum menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara optimal. Justifikasi teori menunjukkan bahwa kinerja industri kecil masih rendah disebabkan karena kinerja yang dilakukan tidak terfokus, kurangnya pengetahuan para pemilik dan kurangnya pembinaan pemerintah sehingga pengujian hipotesis 7 terbukti ditolak (8) Variabel modal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi manajemen. Kurangnya modal belum direspon oleh para pemilik sehingga mempengaruhi keterbatasan dalam mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Kompetensi manajemen yang dilihat adalah kemampuan para pemilik dalam melakukan perubahan (inovasi) terhadap produk yang dihasilkan sehingga keterbatasan modal akan mempengaruhi inovasi yang dilakukan usaha kecil makanan di Jawa Timur kurang optimal sehingga pengujian hipotesis 8 terbukti ditolak (9) Variabel teknologi berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas. Maksudnya terdapat hubungan keterpengaruhan antara variabel tersebut, semakin tinggi teknologi yang digunakan oleh usaha kecil makanan akan diikuti oleh peningkatan produktivitas industri tersebut. Karena produktivitas terkandung suatu kekuatan yang dapat mempercepat proses pertumbuhan yang membawa para pemilik usaha kecil makanan di Jawa Timur dengan berbagai tantangan baik bersifat ekonomis maupun non ekonomis dapat diatasi dengan sikap mental yang optimis. Sehingga pengujian hipotesis 9 terbukti diterima (10) Variabel produktivitas berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja. Hal ini ditunjukkan bahwa semakin tinggi produktivitas yang dilakukan oleh usaha kecil makanan di Jawa Timur akan diikuti oleh peningkatan kinerja industri tersebut. Produktivitas yang meningkat akan mempengaruhi kinerja sehingga peningkatan kinerja tersebut berdampak terhadap keuntungan yang diperoleh oleh usaha kecil makanan di Jawa Timur dan mempunyai nilai tambah terhadap keuntungan tersebut untuk para pekerjanya. Justifikasi teori dalam pengujian hipotesis 10 terbukti diterima (11-A) Variabel produktivitas berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tambah. Hal ini disebabkan karena produktivitas yang meningkat, maka diikuti peningkatan nilai tambah yang dihasilkan oleh usaha tersebut. Justifikasi teori untuk usaha kecil makanan di Jawa Timur, melihat nilai tambah dapat dipandang dalam berbagai aspek yang merupakan perubahan atau transformasi produk dari keadaan aslinya sehingga nilai tambah tersebut dapat dicapai melalui inovasi atau koordinasi, pengujian hipotesis 11-A terbukti diterima (11-B) Variabel nilai tambah mempunyai hubungan yang signifikan dengan produktivitas. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai tambah yang diperoleh dan diikuti oleh peningkatan produktivitas yang dihasilkan usaha kecil makanan tersebut. Walaupun persentase nilai tambah yang dinimakti para pekerja masih relatif sedikit tetapi dengan adanya peningkatan produktivitas yang dihasilkan industri tersebut ikut merasakan keuntungan yang diperoleh. Industri yang mampu melakukan pengembangan produk melalui produktivitas maka pertumbuhan penjualan dapat ditingkatkan, pengujian hipotesis 11-B terbukti diterima (12) Variabel kinerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tambah, hal ini disebabkan lemahnya kinerja karena banyaknya hambatan-hambatan usaha kecil dari aspek operasional seperti keuangan, pemasaran, administrasi, faktor internal, faktor eksternal, kesulitan modal kerja, dan kemampuan pemilik pada modal terbatas serta perencanaan program pengendalian tidak ada. Maka pengujian hipotesis 12 terbukti ditolak. Upah untuk para pekerja Industri kecil makanan di Jawa Timur masih dibawah UMP. Upah yang diterima para pekerja rata-rata sebesar Rp 275.905,75. Sedangkan penetapan upah minimum pekerja di Jawa Timur untuk tahun 2004 sebesar Rp 411.112,00. Berdasarkan hasil studi dapat ditarik kesimpulan secara terintegrasi/ terpadu bahwa faktor produktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan nilai tambah pada industri kecil makanan di Jawa Timur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam rangka mengetahui produktivitas yang dilihat dari aspek modal, tenaga kerja, kompetensi manajemen dan teknologi terhadap kinerja dan nilai tambah, untuk lebih meningkatkan efisiensi serta produktivitas yang mampu bersaing. Pentingnya peningkatan bagi industri kecil dalam bidang pendidikan yang bersifat informal seperti pelatihan, training, workshop, lokakarya bagi para pemilik maupun para karyawan. Secara operasional (a) Usaha kecil makanan di Jawa Timur untuk perhitungan produktivitas menggunakan EBIT / Earning Before Interest and Taxes (pendapatan sebelum bunga dan pajak) karena dalam usaha kecil tidak dikenakan pajak (b) Produktivitas yang meningkat perlu dibudayakan untuk usaha kecil karena mampu meningkatkan gaji para pekerja dan dapat mensejahterakan keluarga (e) Untuk hasil yang optimal tentang penyerapan tenaga kerja bagi usaha kecil, perlunya peran pemerintah dalam mewujudkan pembinaan yang konkrit dan kontinyu karena usaha kecil mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja (d) Apabila produktivitas menurun, akan mempengaruhi stabilitas operasional bagi usaha kecil sehingga penurunan produktivitas jangan sampai terjadi (e) Apabila produktivitas menurun, perlu dilakukan cara-cara dengan menggunakan konsep efisiensi dan efektivitas dengan melihat aspek dana, promosi, produk, distribusi, proses, strategi finansial, ramalan arus kas dan lain-lain (f) Para pengusaha perlu melakukan studi kelayakan, penelitian pasar, analisis perputaran uang tunai (kas) untuk keperluan aktivitas bisnisnya.</description

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 01/05 Saw p file tidak lengkap, tidak ada file cover sampai Bab IV
Uncontrolled Keywords: Productivity, Performance, Added-Value, Small food industry
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3840-4375 Regulation of industry, trade, and commerce. Occupational law > K3926-3935 Food processing industries
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334 Economic aspects. Finance
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
DYAH SAWITRI, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSuroso Imam Zadjuli, -UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 13 Oct 2016 07:34
Last Modified: 18 Jun 2017 22:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32262
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item