PENGARUH FAKTOR-FAKTOR INTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN USAHA KECIL KERAJINAN KULIT DAN IMITASI DI JAWA TIMUR

SOEDEWI SOEDOROWERDI, 099913658D (2006) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR INTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN USAHA KECIL KERAJINAN KULIT DAN IMITASI DI JAWA TIMUR. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
soedorower.pdf

Download (274kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2008-soedorower-7372-dise07-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di era perdagangan bebas dan globalisasi setelah krisis ekonomi tahun 1997 banyak perusahaan besar maupun kecil tutup. Walaupun demikian di Jawa Timur dijumpai 45 usaha kecil kerajinan kulit dan imitasi yang berdiri sebelum krisis sampai saat ini masih bertahan tetap mclakukan kegiatan produksi. Existensi usaha kecil kerajian kulit dan imitasi ini menunjukkan ketangguhan dan keberhasilannya mengatasi dampak krisis. Ketangguhan diduga karena faktor internal perusahaan seperti struktur modal, perputaran modal kerja, kemampuan memasarkan produk, kemampuan produksi, kemampuan wirausaha pimpinan, dan strategi perusahaan yang dijalankan mampu menghasilkan kinerja keuangan perusahaan mencapai marjin. Studi ini menggunakan model uji regresi berganda dengan variabel tergantung (Y) kinerja keuangan yang diukur dengan EAT, satuan dalam rupiah / tahun dan variabel bebas adalah struktur modal, perputaran modal kerja, kemampuan memasarkan produk, kemampuan produksi kemampuan wirausaha pimpinan, dan strategi perusahaan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan SPSS 10. Hasil temuan yang diperoleh dalam studi ini, bahwa hipotesis ke 5 teruji benar. Temuan ini didukung oleh teori Value Chain Porter (1985) yang memilah kegiatan perusahaan menjadi lima kegiatan utama dan empat kegiatan pendukung. Tugas perusahaan meneliti biaya dan prestasi dari setiap kegiatan rantai nilai agar dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan meningkatkan marjin keuntungan. Perusahaan tidak diharuskan mempunyai kesembilan aktivitas jika dipandang tidak efisien diserahkan pihak luar perusahaan. Teori DAveni (1994) dan Hamel (1995) yang menyatakan perusahaan untuk menciptakan keunggulan harus menekankan strategi yang memfokuskan pada pengembangan kompetensi inti (building core competency), pengetahuan dan keunikan.intangible. Kompetensi inti di usaha kecil kerajinan kulit dan imitasi ada pada aktivitas pendukung pemasaran yaitu meniru model dan mengembangkannya, memberikan pelayanan unik kepada agen atau konsumen tetap dengan memberikan label usaha, pcngepakan (dos) sesuai permintaan konsumcn. Pclayanan semacam ini tidak mungkin diberikan oleh perusahaan-perusahaan skala ekonomi besar. Usaha kecil memberikan penggantian langsung bila produk rusak atau cacat serta memberikan pelayanan reparasi. Aktivitas infrastruktur di usaha kecil manajemen keuangan modal usaha pada umumnya disediakan dari tabungan pribadi yang menjadi modal ekuitasnya. Usaha kecil condong pengikut pecking order theory Myers (1984) yang mengutamakan penggunaan modal sendiri dan laba ditahan untuk membiayai usahanya. Biaya modal usaha kecil menjadi rendah dibandingkan bila menarik modal dari luar perusahaan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 07/08 Soe p
Uncontrolled Keywords: Kinerja keuangan; usaha kecil
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
SOEDEWI SOEDOROWERDI, 099913658DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Maemunah Soeharto, Prof.Dr.Hj.,SEUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 03 Oct 2016 01:38
Last Modified: 19 Jun 2017 18:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32294
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item