ANALISIS PERBEDAAN STRUKTUR MODAL DAN FAKTOR INTEREN,FAKTOR EKSTEREN PERUSAHAAN INDUSTRI PMA DAN PERUSAHAAN INDUSTRI PMDN DI BURSA EFEK JAKARTA, SERTA PENGARUHNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

KUSUMA RATNAWATI, - (2001) ANALISIS PERBEDAAN STRUKTUR MODAL DAN FAKTOR INTEREN,FAKTOR EKSTEREN PERUSAHAAN INDUSTRI PMA DAN PERUSAHAAN INDUSTRI PMDN DI BURSA EFEK JAKARTA, SERTA PENGARUHNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ratnawatik.pdf

Download (508kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Binder1ratnawatik.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
Binder1ratnawatikLAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (874kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Deregulasi di sektor perbankan pada bulan Oktober 1988 telah menunjang pembiayaan perkembangan perusahaan melalui pinjaman. Pinjaman yang diterima perusahaan untuk membiayai investasi telah berdampak pada besarnya sumber dana pinjaman dalam struktur permodalan perusahaan. Modigliani dan Miller (1958) berpendapat bahwa penggunaan hutang dalam struktur modal meningkatkan nilai perusahaan sebesar pengurangan pembayaran pajak karena biaya bunga yang dibayar. Teori tradisional menguraikan bahwa penggunaan hutang dengan biaya modal rata-rata rendah akan meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan penggunaan hutang dengan biaya modal rata-rata besar akan menurunkan nilai perusahaan. Teori pecking -order menguraikan bahwa sumber dana yang sebaiknya digunakan adalah sumber dana yang tidak menimbulkan persepsi negatif investor. Sumber dana yang tidak menimbulkan persepsi negatif investor adalah sumber dana dengan urutan penggunaan yaitu: (1) laba ditahan, (2) hutang, dan (3) penerbitan saham. Penelitian jenis eksplanatoris ini menggunakan data pooling tahun 1991 sampai dengan tahun 1996 dari perusahaan industri PMA dan perusahaan industri PMDN . Penelitian ini menggunakan variabel terikat struktur modal dan nilai perusahaan, dengan variabel bebas yaitu variabel dari faktor interen perusahaan dan variabel dari faktor eksteren perusahaan. Variabel dari faktor interen perusahaan adalah variabel pembayaran pajak, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, keunikan, risiko keuangan, nilai aktiva yang diagunkan, profitabilitas, dan non-debt tax shield. Variabel dari faktor eksteren adalah tingkat bunga, fluktuasi nilai tukar valuta asing dan keadaan pasar modal. Analisis penelitian ini menggunakan metode analisis faktor, metode analisis diskriminan dan metode analisis regresi linier berganda. Metode analisis faktor digunakan untuk mengelompokkan variabel dari faktor interen dan variabel dari faktor eksteren. Metode analisis diskriminan digunakan untuk membedakan perusahaan industri PMA dan perusahaan industri PMDN dari struktur modal dan nilai perusahaannya. Metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel dari faktor interen dan variabel dari faktor eksteren terhadap struktur modal dan nilai perusahaan industri, perusahaan industri PMA dan perusahaan industri PMDN. Hasil analisis diskriminan menunjukkan bahwa struktur modal dan nilai perusahaan tidak membedakan perusahaan industri PMA dan PMDN, sedangkan variabel dari faktor interen dan variabel dari faktor eksteren yang membedakan struktur dan nilai perusahaan industri PMA dan PMDN. Variabel yang membedakan tersebut adalah non-debt tax shield, nilai aktiva yang diagunkan, tingkat bunga dan fluktuasi nilai tukar valuta asing. Tidak berbedanya struktur modal dan nilai perusahaan industri PMA dan PMDN menunjukkan bahwa, rata-rata proporsi penggunaan hutang dalam struktur modal perusahaan industri PMA dan dalam struktur modal perusahaan industri PMDN, tidak berbeda, demikian juga dengan rata-rata perubahan harga saham dari nilai buku perusahaan industri PMA dan dari nilai buku perusahaan industri PMDN, juga tidak berbeda. Hasil analisis regresi liner berganda membuktikan bahwa variabel dari faktor interen dan variabel dari faktor eksteren berpengaruh secara bermakna terhadap struktur modal dan nilai perusahaan industri, perusahaan industri PMA, dan perusahaan industri PMDN. Struktur modal berpengaruh secara bermakna terhadap nilai perusahaan industri dan perusahaan industri PMDN, serta berpengaruh tidak bermakna terhadap nilai perusahaan industri PMA. Kebijakan penggunaan hutang dalam struktur modal perusahaan industri, perusahaan industri PMA, dan perusahaan industri PMDN didasarkan oleh tingkat bunga yang rendah bukan oleh penghematan pajak, sehingga kebijakan struktur modal tersebut tidak sesuai dengan teori struktur modal Modigliani dan Miller, tetapi menunjang teori struktur modal tradisional dan teori struktur modal pecking order. Penggunaan hutang dalam struktur modal sangat dominan dipengaruhi oleh tingkat bunga. Oleh karena itu kenaikan tingkat suku bunga di Indonesia akan menghambat kegiatan investasi perusahaan. Keadaan pasar modal berpengaruh sangat kecil terhadap penggunaan hutang dalam struktur modal, hal ini menunjukkan belum maksimalnya peran pasar modal di Indonesia dalam pembiayaan investasi perusahaan industri di Indonesia. Beban biaya bunga perusahaan industri PMDN lebih besar dari pada perusahaan industri PMA, sehingga risiko keuangan perusahaan industri PMDN lebih besar daripada perusahaan industri PMA. Pengaruh negatif profitabilitas, non-debt lax shield. tingkat bunga, fluktuasi nilai tukar valuta asing dan keadaan pasar modal terhadap penggunaan hutang dalam struktur modal perusahaan industri PMA, menunjukkan bahwa sumber dana perusahaan industri PMA bervariasi yaitu terdiri dari depresiasi dan amortisasi, laba ditahan, modal saham, pinjaman dalam nilai rupiah dan pinjaman dalam nilai mata uang asing. Berdasarkan analisis nilai perusahaan yang tercermin dalam harga saham, menunjukkan bahwa investor saham perusahaan industri dan perusahaan industri PMDN mengharapkan pertumbuhan dan profitabilitas yang tinggi dengan sumber pembiayaan dari hutang. Investor saham perusahaan industri PMA mengharapkan pertumbuhan, profitabilitas dan sedikit dividen atas investasinya. Pertumbuhan perusahaan PMA tersebut diharapkan dibiayai oleh sumber dana interen perusahaan yaitu non-debt tax shield, laba ditahan, dan modal saham, serta dana eksteren perusahaan dari pasar dalam negeri dan pasar internasional. Permintaan saham perusahaan industri PMA dan PMDN dipengaruhi tidak bermakna oleh perubahan tingkat bunga dan fluktuasi nilai tukar valuta asing dan dipengaruhi bermakna oleh keadaan pasar modal. Hasil analisis ini mencerminkan bahwa permintaan saham perusahaan industri PMA dan PMDN tidak terpengaruh oleh perubahan tingkat bunga dan perubahan nilai tukar mata uang asing. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat diuraikan kesimpulan teoritik tentang kebijakan struktur modal dan faktor penentu struktur modal serta pengaruhnya terhadap nilai perusahaan secara umum. Selain itu juga diuraikan kesimpulan teoritik tentang kebijakan struktur modal dan faktor penentu struktur modal serta pengaruhnya terhadap nilai perusahaan multinasional (Multinational Corporation/MNCs). Tidak dipertimbangkannya penghematan pajak penghasilan terhadap penggunaan hutang dalam struktur modal perusahaan, menunjukkan bahwa teori struktur modal Modigliani dan Miller tidak sesuai sebagai dasar kebijakan penentuan hutang dalam struktur modal perusahaan. Teori struktur modal yang lebih realistis dapat dipergunakan oleh perusahaan adalah teori yang mempertimbangkan biaya modal dan persepsi investor. Teori struktur modal yang mempertimbangkan biaya modal adalah teori tradisional, sedangkan teori yang mempertimbangkan persepsi investor adalah teori pecking order. Faktor yang dipertimbangkan dalam kebijakan penentuan sumber dana pada struktur modal untuk meningkatkan nilai perusahaan adalah: (1) ukuran perusahaan, (2) risiko keuangan, (3) nilai aktiva tetap yang dapat diagunkan, (4) profitabilitas, (5) tingkat bunga, dan (6) keadaan pasar modal. Kebijakan struktur modal perusahaan multinasional tidak berbeda dengan perusahaan domestik, yaitu dalam menentukan penggunaan hutang tidak mempertimbangkan penghematan pajak penghasilan tetapi mempertimbangkan biaya modal yang efisien dan persepsi investor. Sumber dana yang digunakan oleh perusahaan multinasional lebih bervariasi, selain dari sumber dana interen perusahaan juga dari dalam negeri dimana perusahaan beroperasi dan dari pasar modal internasional, sehingga perusahaan multinasional dapat lebih menekan biaya modal daripada perusahaan domestik. Perusahaan multinasional dengan variasi sumber dana, produk yang dihasilkan, dan pasar; mampu menekan variabilitas pendapatan dan laba untuk menutup biaya modal tetap. Oleh karena itu perusahaan multinasional mempunyai kemampuan yang lebih besar daripada perusahaan domestik dalam menggunakan sumber dana hutang pada struktur modalnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka faktor yang dipertimbangkan perusahaan multinasional (Mutinational Corporation/MNCs) dalam kebijakan penentuan sumber dana pada struktur modal untuk meningkatkan nilai perusahaan adalah: (1) ukuran perusahaan, (2), pertumbuhan perusahaan (3) keunikan, (4) nilai aktiva tetap yang dapat diagunan, (5) profitabilitas, (6) non-debt tax shield, (7) tingkat bunga, (8) nilai tukar valuta asing, dan (9) keadaan pasar modal </description

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 09/02 Rat a tak ada keterangan NIM
Uncontrolled Keywords: Non-debt tax shield, collateral value of asset, financial risk, growth, profitability, interest rate, exchange rate fluctuation
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T175-178 Industrial research. Research and development
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
KUSUMA RATNAWATI, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorV. Henky Supit, Prof.,SE.,AkUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 06 Oct 2016 00:58
Last Modified: 19 Jun 2017 19:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32300
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item