PENGARUH PRAKTEK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA PERUSAHAAN

UDAN BIANTORO, 099612365D (2002) PENGARUH PRAKTEK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA PERUSAHAAN. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s3-2007-biantoroud-3456-dise10-k.pdf

Download (432kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-biantoroud-3456-dise10-3.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) telah banyak didengungkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia bisnis oleh perusahaan. Dalam kenyataannya praktek manajemen (management practices) tidak selalu mudah dan berhasil untuk mempengaruhi orang agar berkerja lebih produktif. Globalisasi yang makin tak terelakkan dan harus diikuti makin menyadarkan orang untuk lebih memperhatikan faktor budaya bangsa, budaya nasional dan akhirnya budaya perusahaan. Tak dapat disangkal bahwa kemajuan Jepang yang luar biasa sebagian disebabkan oleh faktor budaya Jepang, yakni: kerja keras, tekun, teguh dan pantang menyerah. Krisis ekonomi dan diikuti oleh krisis politik yang menimpa bangsa Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini makin menyadarkan kita bahwa praktek manajemen dan budaya adalah hal tak terpisahkan dalam meningkatkan kinerja organisasi. Manajemen perusahaan yang dilakukan tanpa memperhatikan budaya bangsa dan bagaimana membentuk budaya organisasi akan berakhir dengan kinerja perusahaan yang cenderung merosot dan buruk. Sebaliknya, budaya perusahaan yang kuat dengan nilai-nilai yang diyakini yang dipegang teguh oleh seluruh anggota organisasi akan memunculkan kinerja perusahaan yang bagus dan menaik. Penelitian ini terutama berfokus pada bagaimana pengaruh faktor praktek manajemen terhadap budaya dan kinerja perusahaan. Prosesnya dilakukan secara simultan menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan metode SEM (structural equation modelling) dibantu perangkat lunak AMOS 4.01. Tujuh hipotesis diajukan yakni:1) praktek manajemen mempengaruhi signifikan terhadap budaya dan kinerja , 2) faktor-faktor praktek manajemen mempengaruhi budaya perusahaan, 3) faktor-faktor praktek manajemen mempengaruhi kinerja, 4) faktor-faktor budaya mempengaruhi kinerja perusahaan, 5) faktor praktek manajemen dan faktor budaya secara bersama mempengaruhi kinerja, 6) ada faktor spesifik dalam praktek manajemen dan 7) budaya perusahaan industri logam, mesin dan kimia di Jawa Timur tidak tebal. Pada penelitian terdahulu terutama di Barat telah banyak variabel praktek manajemen yang diteliti dan bagaimana pengaruh terhadap kinerja (performance). Sebagian besar hipotesisnya terbukti bahwa variabel praktek manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Penelitian ini mengambil sebagian variabel praktek manajemen (14 variabel) yang diyakini banyak dipraktekkan di Indonesia. Keempat belas variabel praktek manajemen tersebut: 1) insentif, 2)gaji, 3) jaminan kerja, 4) bonus, 5) fasilitas, 6) pelatihan, 7) konferensi, 8) edukasi, 9) pemberdayaan, 10) komunikasi, 11) kepuasan kerja, 12) iklim kerja, 13) relasi, 14) kerjasama (Becker Gerhart, 1996 dan Delaney Huselid, 1996). Faktor budaya menggunakan 10 variabel yakni:l)rasa tentang diri dan ruang, 2) pakaian dan penampilan, 3) makanan dan kebiasaan makan, 4) komunikasi dan bahasa, 5) waktu dan sikap terhadap waktu, 6) hubungan, 7) nilai dan norma, 8) keyakinan dan sikap, 9) motivasi kerja, 10) sikap mental (Fombrun, 1992; Robbins, 1993 dan Ivancevich, 1995). Adapun faktor kinerja terdiri dari 8 variabel, yakni: 1) produktifitas, 2) profitabilitas, 3) kualitas, 4) komplain, 5) daya tahan hidup (survival), 6) pertumbuhan, 7) pangsa pasar, 8) laju kerusakan produk (Becker Gerhart, 1996 dan Delaney Huselid, 1996). Pengukuran menggunakan persepsi dari karyawan (pengawas/mandor) dan manajer produksi dan atau keuangan, dengan memanfaatkan skala Likert 1 – 7 (1= sangat tidak setuju dan 7 = sangat setuju). Pengukuran kinerja perusahaan tidak menggunakan model finansial namun menggunakan model penelitian manajemen sumber daya manusia yakni perceived performance (persepsi tentang kinerja: keyakinan para karyawan dan manajer terhadap kinerja perusahaan). Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan industri industri logam, mesin dan kimia di Jawa Timur sejumlah 40 penis dengan responden total sejumlah 120 orang (karyawan dan manajer). Hasilnya: 1) hipotesis 1 terdukung seluruhnya, 2) hipotesis 2 terdukung sebagian, 3) hipotesis 3 terdukung sebagian, 4) hipotesis 4 terdukung sebagian, 5) hipotesis 5 terdukung sebagian, 6) hipotesis 6 terdukung, 7) hipotesis 7 tidak terdukung. Faktor praktek manajemen dan budaya yang sangat kuat berpengaruh terhadap kinerja adalah faktor fasilitas dan relasional. Sedang faktor yang berpengaruh kuat dan negatif yakni motivasi kerja. Ada tanda tanya besar dibalik ternuan ini. Pada umumnya motivasi kerja yang kuat akan menghasilkan kinerja yang bagus, namun disini yang terjadi sebaliknya. Penelitian ini memperkirakan kondisi perekonomian yang abnormal diperkirakan menjadi penyebabnya. Para karyawan dan manajer perusahaan cenderung mati-matian mempertahankan pekerjaannya dengan cara tidak profesional, mengingat sangat sulit mencari pekerjaan ditengah 40 juta pengangguran. Pada faktor budaya yang paling diharapkan adalah keteladanan dan panutan dari para manajer dan pimpinan perusahaan. Integritas para pengelola menjadi hal yang paling mudah ditularkan kepada para karyawan. Ini mungkin merupakan pengaruh budaya bangsa yang cenderung paternalistik sebagaimana pendapat para ahli sosiologi. Dengan bukti ini sebenarnya lebih mudah bagi para manajer untuk menggerakkan para karyawan guna mencapai kinerja perorangan yang tinggi dan selanjutnya kinerja perusahaan yang tinggi pula. Budaya perusahaan yang diteliti ternyata berada pada proses antara budaya tipai dan tebal. Hipotesis 7 yang menduga bahwa budaya perusahaan tidak tebal tidak didukung bukti yang kuat, yakni ada tanda budaya tebal semisal kebersamaan yang akrab namun sekaligus ada bukti budaya tipis yakni semua kegiatan dan prestasi masih lebih banya mengharap imbalan berupa uang (Fombrun, 1992). Keterbatasan penelitian ini terutama pada area penelitian yang hanya di Jawa Timur dan pada perusahaan industri logam, mesin dan kimia. Bila ada penelitian pengembangan dan lanjutan disarankan penelitian diluaskan pada daerah minimal di Jawa, lebih baik lagi di seluruh Indonesia dan pada beberapa macam industri. Penelitian ini dilakukan saat kondisi ekonomi Indonesia sedang krisis dan abnormal, sehingga hasil yang diperoleh mungkin mengandung bias yang tidak dapat dijelaskan oleh teori manajemen. Penelitian lanjutan disarankan dilakukan setelah kondisi perekonomian membaik dan normal, sehingga diharapkan didapat hasil yang mungkin lebih baik dan berbeda.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: kkb kk-2 Dis E 10/03 Bia p tanpa abstrak
Uncontrolled Keywords: Sumber daya manusia; Manajemen ; Budaya organisasi
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
UDAN BIANTORO, 099612365DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorM. Syafii Idrus, Prof.H.,SE.,MEc.,PhDUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 03 Oct 2016 04:07
Last Modified: 19 Jun 2017 19:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32305
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item