PENGARUH DAYA SAING FAKTOR PRODUKSI DAN KEKUATAN BISNIS TERHADAP STRATEGI BISNIS SERTA DAYA SAING PERUSAHAAN DI BATAM

DODI CAHYADI, 099712436D (2002) PENGARUH DAYA SAING FAKTOR PRODUKSI DAN KEKUATAN BISNIS TERHADAP STRATEGI BISNIS SERTA DAYA SAING PERUSAHAAN DI BATAM. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
cahyadidod.pdf

Download (483kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s3-2007-cahyadidod-3451-dise11-3.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pulau Batam menempati posisi strategis untuk dikembangkan menjadi kawasan industri dan perdagangan, diharapkan menjadi suatu sentra pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan merupakan salah satu ujung tombak dalam memasuki pasar bebas di mana persaingan semakin meningkat dan tidak menentu. Untuk mencapai tujuan pengembangan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden No. 41 tahun 1973 yang menjadi landasan terbentuknya Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam yang bertugas untuk mengembangkan Batam sebagai daerah industri, perdagangan, pariwisata, dan alih kapal. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh daya saing faktor produksi dan kekuatan bisnis terhadap strategi bisnis serta daya saing perusahaan, sehingga dapat diketahui daya tarik bagi para investor untuk menanamkan investasinya di Batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatoris (explanatory research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menjelaskan gejala yang ditimbulkan oleh suatu obyek peneliti. Dalam penelitian ini, dilakukan uji dan analisis pengaruh daya saing faktor produksi yang diukur melalui indikator variabel, yakni: preferensi infrastruktur, persepsi infrastruktur, preferensi kebijakan, dan persepsi kebijakan; dan kekuatan bisnis yang diukur melalui indikator variabel, yakni: umur perusahaan, intensitas modal, upah relatif, dan pendidikan karyawan; terhadap strategi bisnis yang diukur melalui indikator variabel, yakni: biaya tenaga kerja, biaya fasilitas, dan pilihan fasilitas; serta daya saing perusahaan yang diukur melalui indikator variabel, yakni: volume penjualan, pertumbuhan penjualan, dan produktivitas modal; pada perusahaan PMA yang bergerak dalam bidang industri manufaktur di Batam. Metode sensus dilakukan dalam pengumpulan data, dengan demikian maka respondennya adalah seluruh populasi. Jumlah persetujuan PMA di Batam hingga akhir tahun 2000 adalah sebanyak 471 perusahaan di mana yang telah beroperasi sebanyak 322 perusahaan yang terdiri dari berbagai sektor. Selanjutnya penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan PMA yang bergerak di sektor industri manufaktur dan telah beroperasi yang jumlahnya mencapai 133 perusahaan dan selanjutnya dijadikan sebagai populasi sekaligus responden. Jawaban yang diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel yang telah ditetapkan dianalisis dengan Structural Equation Model (SEM) menggunakan paket program AMOS 4.0. Dari pembahasan setelah menguji pengaruh daya saing faktor produksi dan kekuatan bisnis terhadap strategi bisnis serta daya saing perusahaan pada perusahaan industri manufaktur yang berada di Batam, didapatkan hasil sebagai berikut: 1. Daya saing faktor produksi seperti preferensi infrastruktur, persepsi infrastruktur, preferensi kebijakan, dan persepsi kebijakan mempunyai pengaruh terhadap strategi bisnis. Ini ditunjukkan oleh adanya pengaruh langsung positip dari faktor daya saing faktor produksi ke faktor strategi bisnis (0,22). Hal ini dapat diartikan bahwa investor di Batam dalam melakukan investasinya menggunakan strategi bisnis dengan memperhitungkan faktor daya saing faktor produksi sebagai faktor eksternal, khususnya yang menyangkut infrastruktur dan kebijakan. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya dari Luo (1999), Tan dan Litschert ( 1994), Smith dan Grim (1987), Venkrataman dan Prescott (1990), serta Kotha dan Nair, yang menguji tentang konsep envorinment strategic performance. 2.Kekuatan bisnis seperti umur perusahaan, intensitas modal, upah relatif, dan pendidikan karyawan tidak mempunyai pengaruh terhadap strategi bisnis. Ini ditunjukkan oleh koefisien jalur negatip (-0,002), mengindikasikan bahwa perusahaan yang berada di Batam dalam melakukan investasinya menggunakan strategi bisnis kurang memperhitungkan faktor kekuatan bisnis sebagai faktor internal, khususnya yang menyangkut umur perusahaan, intensitas modal, upah relatif, dan pendidikan karyawan; atau dapat juga diartikan sebagai strategi bisnis dengan memperhatikan faktor internal yang diadopsi tidak efektif. Temuan ini tidak relevan dengan hasil penelitian sebelumnya dari Hopkins (1997), Grant dan Wernerfelt (1995), Collin dan Preston (1987), dan Prahalad (1990), yang pada umumnya menyatakan bahwa strategi bertumpu pada core competences . 3.Daya saing faktor produksi seperti preferensi infrastruktur, persepsi infrastruktur, preferensi kebijakan, dan persepsi kebijakan mempunyai pengaruh terhadap daya saing perusahaan. Ini ditunjukkan oleh adanya pengaruh langsung positif dari faktor daya saing faktor produksi ke faktor daya saing perusahaan (0,91). Berarti bahwa daya saing perusahaan yang berada di Batam dipengaruhi secara langsung oleh faktor daya saing faktor produksi yang merupakan preferensi dan persepsi perusahaan terhadap lingkungan di Batam khususnya yang menyangkut preferensi infrastruktur, persepsi infrastruktur, preferensi kebijakan, dan persepsi kebijakan. Temuan ini relevan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kumar (1997), Kim dan Lim (1998), Lamont, Marlin, dan Hofman (1993), Hatten dan Schendel (1997), Bourgeois (1980), Gifford, Bobbit, dan slocum (1997), serta Culnan (1983). 4.Kekuatan bisnis seperti umur perusahaan, intensitas modal, upah relatif, dan pendidikan karyawan mempunyai pengaruh terhadap daya saing perusahaan. Ini ditunjukkan oleh adanya pengaruh langsung positif dari faktor kekuatan bisnis terhadap faktor daya saing perusahaan (0,67). Mengindikasikan bahwa daya saing perusahaan di Batam dipengaruhi secara langsung oleh faktor kekuatan bisnis sebagai faktor internal yang menyangkut umur perusahaan, intensitas modal, upah relatif, dan pendidikan karyawan. Temuan ini relevan dengan hasil penelitian sebelumnya dari Hopkins (1997), Grant dan Wernerfelt (1995), Collin dan Preston (1987), dan Prahalad (1990. 5.Strategi bisnis seperti biaya tenaga kerja, biaya fasilitas, dan pilihan fasilitas mempunyai pengaruh terhadap daya saing perusahaan. Ini ditunjukkan oleh adanya pengaruh langsung positif dari faktor strategi bisnis terhadap faktor daya saing perusahaan (0,36) Mengindikasikan bahwa daya saing perusahaan yang berada di Batam dipengaruhi secara langsung oleh faktor strategi bisnis sebagai upaya untuk mencapai keunggulan kompetitif khususnya yang menyangkut biaya tenaga kerja, biaya fasilitas, dan pilihan fasilitas. Temuan ini relevan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kotabe dan Duhan, dengan Smith dan Wilson (1991) 6.Para investor di Batam pada umumnya sangat puas terhadap kebijakan khususnya yang menyangkut berbagai insentif yang ditawarkan bagi PMA di Batam, yaitu antara lain: pembebasan pajak impor, PPN dan PPN BM, serta tax holiday selama maksimum lima tahun terhadap pajak pendapatan. Kondisi seperti ini, apabila kinerja kebijakan berada di atas daerah toleransi, maka akan memberikan kenyamanan dan memperkuat loyalitas para investor kepada Daerah Industri Pulau Batam. Di sisi lain para investor di Batam pada umumnya merasa kurang puas terhadap infrastruktur, antara lain menyangkut fasilitas listrik, air, telepon, transportasi (darat, laut, dan udara). Kondisi seperti ini, apabila kinerja mencapai di bawah daerah toleransi, maka akan membuat konsumen tidak puas, frustasi dan akhirnya mengurangi loyalitas para investor terhadap Daerah Industri Pengembangan Pulau Batam. 7.Upah relatif yang kompetitif merupakan salah satu hal yang menarik para investor untuk menanamkan investasinya di Batam, hal ini dapat berarti bahwa Batam mempunyai keunggulan komparatif dalam hal upah. Selanjutnya para investor di Batam pada umumnya kurang berminat mengadakan sendiri fasilitas untuk menunjang operasional perusahaan, mereka lebih tertarik memanfaatkan fasilitas yang diadakan oleh pihak lain. Orientasi investor yang berusaha di Batam mengupayakan tingkat efisiensi yang tinggi sehingga mendapatkan keuntungan maksimal dan mengharapkan pengembalian modal secepatnya. Perhatian para investor pada umumnya lebih kepada pertumbuhan penjualan, hal itu mengindikasikan bahwa para investor lebih menekankan pada pertumbuhan usaha yang dilakukan, karena pertumbuhan penjualan dapat diartikan sebagai adanya pertumbuhan basis konsumen, yaitu konsumen yang semakin banyak dengan penggunaan yang semakin banyak. Meningkatkan pertumbuhan penjualan dapat berarti adanya harapan penjualan dan keuntungan. Pertumbuhan penjualan dapat memberikan potensi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan dalam bentuk skala ekonomi dan kurva pengalaman. Sebaliknya, penurunan penjualan dapat berarti berkurangnya basis konsumen dan kehilangan skala ekonomi. 8.Perusahaan industri manufaktur di Batam berada pada posisi persaingan yang kuat. Ini dapat dijelaskan dari hasil analisis Strategic Position and Action Evaluation (SPACE), di mana strategi bisnis mempunyai kemampuan menghadapi instabilitas lingkungan yang dihadapi perusahaan dan kekuatan bisnis memberikan kontribusi yang kuat terhadap daya saing perusahaan. Postur stratejik mengarah ke kwadran agresif (aggresive quadrant), hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki keunggulan yang signifikan termasuk juga keunggulannya di dalam menghadapi ancaman dari persaingan baru. </description

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis E 11 /03 Cah p
Uncontrolled Keywords: Production factors competitiveness Firms competitiveness ;Investors preference Investors satisfaction
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T175-178 Industrial research. Research and development
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Ilmu Ekonomi
Creators:
CreatorsEmail
DODI CAHYADI, 099712436DUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Yusuf Jailani
Date Deposited: 03 Oct 2016 02:21
Last Modified: 19 Jun 2017 19:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/32308
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item